Skip to main content
Iklan

Lifestyle

'Presiden anti-seni': Robert De Niro hujat kebijakan tarif Trump di panggung Cannes

Bintang Taxi Driver itu mengkritik Trump atas rencana penerapan tarif 100 persen untuk film produksi luar AS dan pemangkasan anggaran negara untuk kegiatan seni.

'Presiden anti-seni': Robert De Niro hujat kebijakan tarif Trump di panggung Cannes

Robert De Niro menerima Penghargaan Palme d'Or di Festival Film Cannes ke-78 di Cannes, Prancis, 13 Mei 2025. (Foto: REUTERS/Stephane Mahe)

16 May 2025 03:02PM (Diperbarui: 30 Jun 2025 12:37PM)

CANNES: Aktor kawakan Robert De Niro melontarkan kritik pedas terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pidato saat menerim penghargaan Palme d’Or untuk Prestasi Seumur Hidup di Festival Film Cannes pada Selasa (12/5) malam waktu setempat. 

Kritikan tajam dilontarkan De Niro terhadap Trump, bahkan hingga menyebutnya "presiden 'anti-seni' Amerika", menyusul rencana Trump untuk menerapkan tarif 100 persen terhadap film-film asing untuk masuk ke bioskop Amerika Serikat

Selain itu, De Niro juga geram atas pengambilalihan Kennedy Center for the Performing Arts di Washington, D.C., dan pemangkasan anggaran untuk kegiatan seni dan pendidikan di AS.

"Presiden 'anti-seni' Amerika telah menjadikan dirinya sebagai kepala salah satu institusi budaya terkemuka kita," kata De Niro, dikutip dari The Guardian.

"Dia memangkas pendanaan dan dukungan untuk seni, humaniora, dan pendidikan. Dan sekarang, dia mengumumkan tarif 100 persen untuk film-film yang diproduksi di luar Amerika Serikat. Coba pikirkan baik-baik."

Menurut bintang The Godfather Part II ini, "serangan-serangan" atas kesenian semacam itu tidak bisa dibiarkan. 

Dalam pidatonya setelah menerima penghargaan Palme d’Or yang diserahkan oleh aktor Leonardo DiCaprio malam itu, De Niro menyerukan pada "siapa pun yang peduli akan kebebasan untuk bersatu, melakukan protes... dan memilih [dalam pemilu]."

Seni itu inklusif. Seni menyatukan semua orang, seperti malam ini. Seni mencari kebenaran. Seni merangkul keberagaman," ujar aktor Taxi Driver itu.

De Niro memperingatkan hadirin bahwa Trump memiliki agenda untuk "menghancurkan seni."

"Kita sedang berjuang mati-matian demi demokrasi yang dulu kita anggap sudah pasti, dan ini berdampak pada kita semua – termasuk kita semua yang ada di sini karena seni adalah bagian dari demokrasi," ujarnya. 

"Seni itu inklusif. Seni menyatukan semua orang, seperti malam ini. Seni mencari kebenaran. Seni merangkul keberagaman," ujar aktor Taxi Driver itu.

"Itulah mengapa seni dianggap ancaman... itulah mengapa kita menjadi ancaman bagi para otokrat dan fasis," lanjut De Niro, disambut tepuk tangan meriah dari penonton, seperti dilaporkan oleh The Independent.

Robert De Niro (kanan) dan Leonardo DiCaprio (kiri) berpelukan saat De Niro menerima Penghargaan Palme d'Or di Festival Film Cannes ke-78 di Cannes, Prancis, 13 Mei 2025. (Foto: REUTERS/Stephane Mahe)

"Dan ini bukan cuma masalah Amerika. Ini masalah global, dan seperti dalam sebuah film, kita tidak bisa hanya duduk diam dan menonton. Kita harus bertindak, dan kita harus bertindak sekarang – bukan dengan kekerasan, tetapi dengan gairah dan tekad yang besar."

Aktor kawakan itu menutup pidatonya dengan semboyan nasional Prancis: "Liberté, égalité, fraternité", yang berarti "kebebasan, kesetaraan, persaudaraan" dalam bahasa Indonesia. 

Sampai artikel ini diterbitkan, pihak Gedung Putih belum memberikan tanggapan terkait pidato De Niro tersebut.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan