Riwayat ChatGPT ungkap rencana perempuan Korea meracuni 2 pria hingga tewas
Terdapat serangkaian riwayat percakapan dengan chatbot AI ini soal bahayanya campuran obat penenang dan alkohol.
OpenAI mengungkapkan jumlah pengguna aktif mingguan ChatGPT di Indonesia sangat tinggi. (Foto: REUTERS/Dado Ruvic)
Seorang perempuan berusia 21 tahun di Korea Selatan didakwa atas pembunuhan dua pria setelah penyelidik mengungkap aktivitasnya di ChatGPT.
Riwayat percakapannya dengan chatbot AI ini menunjukkan ia mencari tahu efek dan risiko fatal dari kombinasi obat penenang dan alkohol sebelum para korban meninggal dunia.
Melalui analisis ponsel milik perempuan yang identitasnya terungkap hanya dari nama keluarganya, Kim, polisi Seoul menemukan tersangka sempat menanyakan kepada ChatGPT pertanyaan seperti "Apa yang terjadi jika kamu minum pil tidur dengan alkohol?", "Berapa banyak yang perlu dikonsumsi agar berbahaya?", dan "Apakah itu bisa membunuh seseorang?"
Menurut laporan BBC, Kim sebelumnya mengakui ia memang mencampurkan obat penenang yang mengandung benzodiazepine ke dalam minuman berakohol, tetapi ia tidak mengetahui bahwa kedua pria itu akan meninggal dunia.
Namun, seorang penyidik kepolisian menyatakan bahwa Kim "sepenuhnya menyadari bahwa mengonsumsi alkohol bersamaan dengan obat-obatan dapat berujung pada kematian."
Kim awalnya ditangkap pada 11 Februari 2026 dengan dakwaan yang lebih ringan, yakni menyebabkan luka yang berujung pada kematian, menyusul dua pria meninggal dunia dan satu orang lainnya ditemukan tidak sadarkan diri usai pergi ke sebuah motel bersamanya.
Menurut polisi, dugaan serangan pertama Kim terjadi pada 28 Januari 2026 ketika ia memasuki sebuah motel di Suyu-dong, Gangbuk-gu, bersama seorang laki-laki berusia 20-an tahun.
Dua jam kemudian, Kim meninggalkan motel seorang diri, dan laki-laki tersebut ditemukan meninggal dunia di dalam kamar keesokan harinya.
Dengan metode yang sama, ia diduga membunuh laki-laki lain yang juga berusia 20-an tahun pada 9 Februari 2026 setelah keduanya check-in ke motel berbeda di Gangbuk-gu bersama-sama.
Namun, pejabat menyebutkan bahwa percobaan pembunuhan pertama melalui penyalahgunaan obat sebenarnya terjadi pada Desember 2025.
Saat itu, ia memberikan minuman yang telah dicampur obat penenang kepada pasangannya di sebuah area parkir kafe di Namyangju, Provinsi Gyeonggi, yang menyebabkan laki-laki tersebut kehilangan kesadaran.
Menurut polisi, setelah korban pertamanya sadar kembali, Kim mulai menyiapkan minuman dengan dosis obat yang jauh lebih tinggi.
Polisi menyatakan bahwa mereka akan terus melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah ada korban tambahan selain tiga orang yang telah teridentifikasi sejauh ini.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.