Jangan sembarangan, ini 5 risiko operasi sedot lemak yang bisa menyebabkan kematian
Kasus meninggalnya selebgram asal Medan usai operasi sedot lemak menjadi pengingat bahwa prosedur ini bukannya tanpa risiko.
Ilustrasi sedot lemak atau liposuction. (iStock)
JAKARTA: Seorang selebram asal Medan dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani operasi sedot lemak di Depok. Kasus ini menunjukkan bahwa cara langsing secara instan juga memiliki risiko yang mematikan.
Selebgram bernama Ella Nanda Sari Hasibuan itu sempat dilarikan ke rumah sakit, diduga karena mengalami pecah pembuluh darah ketika operasi sedot lemak di tangannya. Polisi tengah melakukan penyelidikan atas kasus yang terjadi pada Senin pekan lalu ini.
Sedot lemak atau liposuction adalah prosedur pembedahan kosmetik dengan menyedot kelebihan lemak di area spesifik tubuh yang sulit dihilangkan dengan diet atau olahraga. Biasanya, liposuction dilakukan di daerah perut, lengan, bokong, dada, paha, leher atau dagu.
Sedot lemak biasanya berlangsung aman jika dilakukan oleh dokter ahli dan dengan prosedur yang tepat. Namun liposuction juga memiliki risiko, bahkan dapat menyebabkan seseorang meninggal dunia.
The New England Journal of Medicine dalam sebuah penelitiannya mencatat ada lima kematian akibat sedot lemak yang diselidiki Kepolisian Kota New York antara 1993 dan 1998. Usia korban berkisar antara 33 hingga 54 tahun, empat di antaranya adalah perempuan.
Tiga di antara mereka meninggal karena anjloknya tekanan darah akibat lidocaine, obat anestesi lokal yang digunakan dalam sedot lemak. Satu korban meninggal karena kelebihan cairan, dan seorang lagi karena penyumbatan darah di paru.
Berikut adalah lima risiko efek samping sedot lemak yang dapat menyebabkan kematian:
1. Komplikasi selama pembedahan
Seperti halnya prosedur lainnya yang melibatkan pembedahan terhadap anggota tubuh, liposuction juga bisa menyebabkan komplikasi dalam prosesnya.
Di antaranya adalah pendarahan selama atau sesudah pembedahan, emboli lemak yaitu masuknya lemak ke saluran darah dan menyumbatnya, kerusakan organ tubuh, atau kerusakan saraf. Jika tidak ditangani sesuai dengan gejalanya, maka komplikasi ini dapat berakibat fatal.
2. Efek samping anastesi
Anastesi adalah tindakan medis yang digunakan untuk menghilangkan rasa sakit selama prosedur bedah. Reaksi terhadap anastesi setiap orangnya bisa berbeda dan bahkan mematikan jika menyerang pernapasan.
The Naderi Center, klinik bedah plastik dan kosmetik di Amerika Serikat, menuliskan di situsnya bahwa efek samping mematikan lainnya dari anastesi adalah hipotermia atau radang dingin yang parah.
Efek samping lainnya namun tidak berakibat fatal adalah sakit tenggorokan, nyeri otot, mual dan muntah, serta reaksi alergi.
3. Infeksi
Infeksi pada kulit dalam sedot lemak atau liposuction jarang terjadi, tapi bukannya tidak mungkin. Infeksi bisa terjadi ketika bakteri memasuki tubuh ketika proses penyayatan. Jika tidak ditangani segera, infeksi akan menjadi parah dan berujung fatal.
Risiko infeksi akan lebih tinggi jika pasien memiliki sistem imun tubuh yang lemah atau tengah menjalani perawatan tertentu. Di antara tanda-tanda infeksi adalah ruam kemerahan, bengkak, nyeri, demam, meriang, atau keluarnya nanah dari bekas sayatan.
4. Emboli paru-paru
Ini adalah kondisi mematikan ketika pecahan lemak terlepas dan terperangkap di pembuluh darah, menyebabkan penyumbatan pada aliran darah dari jantung ke paru-paru.
Keberadaan penyumbatan ini sulit terdeteksi sebelum pada akhirnya penderita merasakannya sendiri atau meninggal dunia, dalam beberapa kasus bahkan tanpa ada tanda-tanda.
Salah satu artikel dalam National Library of Medicine, Amerika Serikat, menyebutkan belum ada pengobatan khusus untuk emboli ini, jadi satu-satunya cara adalah mencegahnya terjadi dengan melakukan prosedur bedah yang aman.
5. Seroma
Seroma adalah penumpukan cairan bening pada luka di daerah yang menjalani operasi sedot lemak. Kemungkinan kondisi ini disebabkan oleh trauma jaringan yang berlebihan atau kerusakan jaringan ikat yang luas.
Biasanya seroma bisa terjadi selama berminggu-minggu setelah sedot lemak. Jika tidak juga hilang, maka cairan ini harus dikeluarkan sebelum menyebabkan infeksi. Gejala infeksi akibat seroma di antaranya demam, denyut jantung cepat, meriang, atau bengkak.
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini.