Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Reza Rahadian tak mampu menahan tangis saat film Pangku raih Film Terbaik FFI 2025

Dalam pidato kemenangannya, Reza mengucap dengan suara bergetar, "Ibu saya bilang, doa mama beserta."

Reza Rahadian tak mampu menahan tangis saat film Pangku raih Film Terbaik FFI 2025

Reza Rahadian menangis saat menerima Piala Citra untuk film Pangku sebagai Film Terbaik Festival Film Indonesia 2025. (Foto: Tangkapan layar YouTube Festival Film Indonesia)

21 Nov 2025 11:25AM (Diperbarui: 21 Nov 2025 11:45AM)

JAKARTA: Reza Rahadian tak kuasa menahan air mata ketika film debutnya sebagai sutradara, Pangku, diumumkan sebagai Film Cerita Panjang Terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 2025 yang digelar Kamis (20/11). Film yang masih tayang di bioskop ini menyabet empat Piala Citra pada ajang perfilman paling bergengsi di Indonesia itu.

Melalui siaran langsung yang dapat disaksikan publik di YouTube Festival Film Indonesia, Reza kemudian terlihat memeluk para pemain dan tim produksi di panggung saat menerima penghargaan. 

"Hmmm ini susah banget... Ibu saya ada di rumah hari ini menonton. Ibu saya bilang, doa mama beserta," kata Reza dalam pidato kemenangannya, sembari menyeka air mata, pada acara yang digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta

Buat Reza, film Pangku merupakan upayanya untuk mengucapkan terima kasih terhadap kekuatan perempuan.

"Buat saya film ini adalah wujud terima kasih saya pada kekuatan perempuan-perempuan hebat di luar sana yang terus berjuang di tengah keterbatasan yang ada, buat Bayu-Bayu kecil di luar sana," ucapnya.

Dalam pidatonya, Reza turut menyuarakan harapan soal akses pendidikan. "Dan para pemangku kebijakan semoga kalian-kalian adalah orang-orang yang tidak lagi membatasi mereka untuk bersekolah dan mendapatkan hak untuk berpendidikan," katanya.

"Terima kasih Festival Film Indonesia, terima kasih buat kru-kru yang luar biasa, jajaran cast yang luar biasa, support dan doanya dan buat semua insan film Indonesia. Terima kasih banyak. And for my lucky charm, Mo, I love you so much."

Poster film Pangku, menampilkan akting Claresta Taufan, Fedi Nuril, Christine Hakim dan Shakeel Fauzi. (Foto: Instagram/@filmpangku)

BORONG 4 PIALA CITRA

Selain kategori Film Terbaik, Pangku juga menggondol tiga penghargaan bergengsi lainnya, yakni Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik untuk Christine Hakim, Penulis Skenario Asli Terbaik untuk kolaborasi Reza Rahadian dan Felix K. Nesi, serta Pengarah Artistik Terbaik untuk Eros Eflin.

Film ini berhasil mengalahkan beberapa judul unggulan lain seperti Jumbo, Pengepungan di Bukit Duri, Perang Kota, dan Sore: Istri dari Masa Depan.

Kemenangan ini bukan hanya gemilang di Indonesia. Sebelumnya, Pangku juga mencetak prestasi internasional dengan memenangkan empat penghargaan di Busan International Film Festival (BIFF) 2025, yaitu KB Vision Audience Award, Fipresci Award, Central Asia Cinema Award, dan Face of the Future Award.

Dengan capaian itu, Pangku menjadi film dengan penghargaan terbanyak di ajang Vision Award tahun tersebut, melampaui film India Shape of Momo yang hanya meraih dua penghargaan.

KISAH PENUH MAKNA

Dengan judul internasional On Your Lap, film Pangku merupakan debut penyutradaraan Reza Rahadian di bawah rumah produksi Gambar Gerak. Naskahnya ditulis bersama penulis Felix K. Nesi, terinspirasi dari kisah hidup ibunda Reza, Pratiwi Widantini Matulessy.

Secara naratif, Pangku mengangkat cerita tentang Sartika (Claresta Taufan), perempuan muda yang sedang mengandung dan nekat meninggalkan kampung halamannya di kawasan pesisir Pantura demi mencari kehidupan yang lebih baik untuk anaknya.

Dalam perjalanan, Sartika bertemu Maya (Christine Hakim) dan suaminya Jaya (Jose Rizal Manua), pasangan lansia yang menolongnya dan memberi tempat tinggal. Namun, di balik ketulusan itu, Maya menyimpan maksud lain dan menjerat Sartika untuk bekerja sebagai pelayan di kedai kopi pangku, tempat para sopir dan kernet truk biasa singgah.

Di rumah itu pula Sartika melahirkan anaknya, Bayu (Shakeel Fauzi), yang kemudian diasuh bersama oleh Maya dan Jaya. Meski bukan cucu kandung, pasangan lansia itu memperlakukan Bayu penuh kasih dan membantu Sartika membangun kembali hidupnya.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan