Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Review film Blink Twice: Sisi gelap Channing Tatum ubah pesta mewah menjadi malapetaka

Komedi thriller ini mengingatkan penonton pada film-film seperti Midsommar, The Menu, dan Triangle of Sadness, yang semuanya mengeksplorasi isu ketimpangan, baik dalam kelas sosial maupun gender.

Review film Blink Twice: Sisi gelap Channing Tatum ubah pesta mewah menjadi malapetaka

Salah satu adegan dalam film Blink Twice yang dibintangi Channing Tatum dan Naomi Ackie. (Foto: Instagram/@blinktwicemovie)

Kita mungkin mengenal Zoë Kravitz sebagai sosok seorang putri dari musisi terkenal Lenny Kravitz, yang kemudian berprofesi sebagai model dan membintangi sejumlah film dan serial televisi hits. Namun, melalui Blink Twice, kita disajikan dengan debut pertama Zoë Kravitz sebagai sutradara film panjang. 

Peralihan peran dari bintang film menjadi sosok di belakang layar tentu merupakan hal yang menarik, apalagi dijalani oleh Kravitz, yang notabene seorang aktris dan model kenamaan yang memang tumbuh besar di dunia showbiz Hollywood dan piawai di hadapan kamera. 

Rasa penasaran itu yang mendorong saya untuk menyaksikan Blink Twice di hari pertama penayangannya di bioskop Indonesia, pada Rabu (21/8). 

Apalagi, film ini digadang-gadang membawa pesan penting tentang ketimpangan gender dan kekerasan. Meskipun, tentu saja, hal tersebut tidak gamblang terlihat dari cuplikan trailer filmnya selama dua menit yang lebih banyak menampilkan adegan pesta hura-hura musim panas seperti jamak ditampilkan dalam tipikal film Hollywood lainnya. 

Namun, tidak semua film Hollywood dibuka dengan adegan yang memperlihatkan salah satu pemeran utama, Channing Tatum, dengan wajah babak belur, dan berkata "Jadi, semua orang sudah tewas...", yang disusul oleh adegan vila terbakar. 

Dan benar saja, Blink Twice menawarkan hal yang lebih mendalam dari sekadar pesta pora. 

Blink Twice dibuka dengan cuplikan close-up yang tampak kabur dari seekor katak, yang kemudian semakin lama semakin menjadi jelas. Katak itu terlihat mengilap, suaranya mengerikan, tampangnya mengerikan, namun misterius dan menghipnotis. Seperti itulah gambaran yang tepat untuk film ini. 

Blink Twice mengangkat kisah seorang miliarder King Slater (Channing Tatum) yang memiliki vila mewah di sebuah pulau terpencil. Pada suatu acara yang menampilkan Slater, dua pelayan koktail yang bersahabat, Frida (Naomi Ackie) dan Jess (Alia Shawkat) tidak sengaja berkenalan dengan Slater dan kawan-kawan di lingkaran jet setnya. 

Tidak disangka, Frida dan Jess yang berasal dari kalangan menengah ke bawah, diajak berpesta ke pulau pribadinya. Frida dan Jess pun berkenalan dengan para teman-teman Slater yang bekerja di perusahaan start-up miliknya, King-Tech. 

Dalam sirkel itu, Frida dan Jess bergabung bersama Vic (Christian Slater), Cody (Simon Rex), Tom (Haley Joel Osment), Lucas (Levon Hawke), Sarah (Adria Arjona), Camilla (Liz Caribel) dan Heather (Trew Mullen) menikmati jamuan pesta liburan musim panas dari King Slater.

Pesta mencekam pun dimulai. 

Duduk di bangku sutradara, Zoë Kravitz menyusun film ini dengan berbagai perpaduan close-up yang ciamik dan penuh warna. Adegan pesta demi pesta yang tampaknya tidak berkesudahan sengaja dibuat seperti bidikan kamera yang dengan tajam dan mendetail menangkap unsur-unsur pesta, seperti koktail, tatapan penuh flirting, sajian makan malam fancy, dansa-dansi, dan mabuk hingga pagi. 

Selain ditampilkan close-up, desain suara film ini membuat setiap adegan yang harusnya remeh-temeh terasa seperti lebih berkesan. Penonton dapat dengan jelas mendengar bunyi retakan es dalam minuman, pisau yang mengiris tipis sashimi, atau sampanye yang baru dituangkan ke dalam gelas.

Teknik penceritaan semacam ini sungguh memikat. Tak pelak, ini bisa menjadi signature dalam film-film Kravitz selanjutnya. 

Adegan pesta yang berlangsung setiap hari, pagi dan malam, berjalan terus-menerus hingga para karakter, dan penonton, lupa waktu, sudah berapa hari pesta ini berlangsung? 

Tidak ada yang tahu, tidak ada yang ingat, dan hal itu ternyata menjadi kunci untuk membuka misteri film ini.

Frida mulai menyadari ada sesuatu yang janggal pada pesta tersebut ketika sahabatnya, Jess, menghilang. Namun, tidak ada seorang pun di pulau tersebut yang mengingat sosok Jess. Apa yang sebenarnya terjadi?

Poster film Blink Twice. (Foto: Instagram/@blinktwicemovie)

Meskipun memikat, komedi thriller ini mengingatkan penonton pada film-film seperti Midsommar, The Menu, dan Triangle of Sadness, yang semuanya mengeksplorasi isu ketimpangan, baik dalam kelas sosial maupun gender.

Film ini bahkan tampaknya blak-blakan mengambil rujukan dari kisah predator Hollywood Jeffrey Epstein, yang terkenal kerap membawa para pelancong ke pulau pribadinya. 

Film ini juga tidak pelak mengingatkan kita pada kasus predator lainnya, Bill Cosby, yang menggunakan obat-obatan untuk melakukan kejahatannya.

Namun, terobosan baru yang ditawarkan film ini adalah eksplorasi karakter antagonis seorang Channing Tatum. 

Film produksi Amazon MGM Studios ini berhasil mengangkat sisi gelap Tatum yang selama ini terkenal kerap membintangi film drama, komedi romantis, maupun musikal. 

Selain Tatum, Ackie tampil luar biasa sebagai female fatale, yang akan sedikit mengingatkan penonton kepada film-film semacam Kill Bill. 

Ada pula Adria Arjona yang tampil gemilang. Ketika pesta berubah menjadi malapetaka, Arjona benar-benar mengeluarkan performa akting yang mencuri perhatian, bahkan di beberapa adegan, melebihi penampilan Ackie sebagai bintang utama. 

Dengan teknik sinematografi yang memikat, mengangkat isu yang penting, dan mengikuti jejak sejumlah film dengan subgenre satire eat the rich, atau menyindir orang kaya, Blink Twice menjadi film yang terlalu sayang jika kamu lewatkan ketika tayang di bioskop. 

Sayangnya, film ini menawarkan ending yang terkesan terburu-buru dan dibuat terlalu sederhana.

Blink Twice tayang mulai Rabu (21/8) di bioskop Indonesia.

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini.

Source: Others/ps

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan