Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Gugat Denada Rp13 miliar, Ressa Rizky mengaku iri dan sakit hati

Meskipun begitu, Ressa mengaku ingin bertemu Denada dan mencium kakinya.

Gugat Denada Rp13 miliar, Ressa Rizky mengaku iri dan sakit hati

Penampilan Denada setelah menjalani operasi hidung, seperti yang ia bagikan di media sosialnya. (Foto: Instagram/@denadaindonesia)

Pemuda bernama Ressa Rizky, yang mengaku sebagai anak kandung Denada, membongkar alasan di balik gugatan yang ia ajukan terhadap sang penyanyi dan kini bergulir di Pengadilan Negeri Banyuwangi. Gugatan itu tak hanya berkaitan dengan persoalan hukum, tetapi juga berangkat dari rangkaian pengalaman pribadi dan perasaan yang ia pendam selama bertahun-tahun.

Kuasa hukum Ressa Rizky, Ronald Armada, menjelaskan bahwa gugatan tersebut terdiri dari beberapa komponen. Pada awalnya, nilai gugatan ditetapkan sebesar Rp7 miliar. Jumlah tersebut merupakan hasil perhitungan biaya perawatan sejak Ressa masih bayi hingga sekarang, mencakup kebutuhan hidup sehari-hari, pendidikan, serta aspek kesehatan.

Sementara itu, sekitar Rp5 miliar lainnya diajukan sebagai tuntutan kerugian immaterial, yang berkaitan dengan tekanan mental akibat ketidakjelasan status serta stigma sebagai anak di luar pernikahan yang selama ini ia rasakan.

Secara keseluruhan gugatan Ressa Rizky terhadap Denada mencapai Rp13,65 miliar, menurut laporan Detik.

Ronald menyebut, pemicu utama langkah hukum ini bermula dari peristiwa yang menimpa Ratih, ibu angkat Ressa yang telah merawatnya sejak bayi. Insiden tersebut terjadi ketika Ratih didatangi polisi berseragam dan menerima somasi dari Muhammad, adik Denada, terkait persoalan mobil.

"Ibu ini di rumah didatangi polisi berseragam dan dilaporkan, juga disomasi sama adiknya Denada yang namanya Muhammad. Perkaranya soal mobil yang Ibu gak tahu apa-apa. Siapa anak yang gak sakit hati ketika ibunya digituin?" ujar Ronald Armada, dikutip dari Detik.

Ronald Armada menegaskan, upaya hukum ini ditempuh setelah pihak Denada dinilai tidak menunjukkan iktikad baik dalam tiga kali proses mediasi yang telah dijalani. Ia juga menyinggung kemungkinan pembuktian status anak secara hukum apabila persoalan ini terus berlanjut.

"Kalau dia nanti mau mengajak soal pengakuan secara de jure (hukum), ya kemajuan teknologi kan sudah ada, fasilitas tes DNA sudah ada. Jangan sampai menarik ke sana, lebih baik pengakuan secara tegas saja sehingga saya tidak punya ruang untuk menambah mempermalukan beliau," tegas Ronald Armada.

Penampilan Denada setelah menjalani operasi hidung, seperti yang ia bagikan di media sosialnya. (Foto: Instagram/@denadaindonesia)

RESSA MENGAKU IRI

Di sisi lain, Ressa Rizky turut mengungkap perasaannya saat melihat bagaimana Denada memperjuangkan kesembuhan putrinya, Aisha Aurum.

Ia mengaku menyimpan rasa iri ketika menyaksikan curahan kasih sayang dan perjuangan sang penyanyi untuk Aisha, sementara dirinya merasa tidak mendapatkan perlakuan serupa.

"Kenapa kok ada aku yang sehat, maksudnya kenapa kok sampai diginiin? Padahal anaknya yang itu (Aisha) sakit sampai Mbak Denadanya jatuh bangun begitu," ungkap Ressa Rizky, dikutip dari Medcom.

Aisha Aurum pernah mengidap leukemia dan harus menjalani perawatan intensif di Singapura sejak 2018. Setelah kurang lebih empat tahun menjalani pengobatan, Aisha dinyatakan sembuh total pada 2021.

Perjuangan Denada dalam mendampingi proses tersebut kerap mendapat apresiasi dari publik dan membentuk citranya sebagai sosok ibu yang kuat.

Melihat hal itu, Ressa tidak menampik adanya rasa cemburu. Ia menyebut perasaan tersebut muncul karena selama ini dirinya merasa tidak pernah diakui sebagai anak.

"Ya, iri ada sedikit," tutur Ressa.

Namun, Ressa menegaskan bahwa ia tidak menyimpan kebencian, baik kepada Aisha maupun Denada. Sikap tersebut, menurutnya, merupakan hasil didikan Ratih yang selalu mengajarkannya untuk bersikap tulus dan tidak menyimpan rasa benci kepada siapa pun.

"Bagaimanapun itu tetap ibu saya. Jelek buruknya kan tetap yang melahirkan. Ibu (Ratih) mengajarkan saya untuk punya hati yang tulus, menerima setulus-tulusnya, enggak boleh benci sama orang, harus baik," jelas Ressa.

INGIN CIUM KAKI DENADA

Ressa juga mengungkap bahwa komunikasinya dengan Denada selama ini sangat terbatas. Namun, ia masih menyimpan pesan singkat terakhir yang pernah dikirim Denada kepadanya.

"Komunikasi di WhatsApp itu enggak banyak. Tapi yang jelas komunikasi terakhir itu dia bilang bahwa 'Whatever happens, I always love you'," kata Ressa.

Ressa mengkau belum kembali bertemu dengan Denada. Jika memiliki kesempatan, ia menyatakan hanya ingin bersimpuh dan meminta restu kepada sosok yang ia anggap sebagai ibunya tersebut.

"Intinya aku pengin meluk Mbak Denada itu sama pengen cium kakinya saja. Sudah itu saja," ungkapnya.

Sementara itu, Denada hingga saat ini belum memberikan pernyataan secara langsung. Melalui manajemennya, Risna Ories, ia menyampaikan sikap resmi terkait isu yang berkembang di ruang publik.

"Saya Risna Ories selaku perwakilan dari Management Denada, menyampaikan: sangat prihatin atas isu publik yang berkembang, yang sebenarnya ini adalah ranah keluarga, karena bagaimanapun juga semua keluarga memiliki privasi, setiap keluarga punya cerita," tulis Risna Ories dalam keterangan resmi.

Manajemen Denada menegaskan bahwa perkara ini bukan situasi yang mudah bagi sang penyanyi. Denada disebut telah menyerahkan persoalan tersebut kepada tim pengacara dan meminta ruang serta waktu untuk menelaah masalah ini secara proporsional.

"Untuk menjaga ketenangan dan kejelasan informasi, kami mohon pengertian agar diberikan ruang dan waktu bagi Denada untuk menelaah perkara ini secara proporsional dan tetap mempertimbangkan kebaikan semua pihak," ujar Risna Ories.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps(da)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan