Resmi! Taylor Swift kini seorang miliarder, kekayaannya tembus satu miliar dolar
Kekayaannya berasal dari ratusan lagu yang dirilisnya, rangkaian tur konser bernilai miliaran dolar dan portofolio real estate mewah.
Taylor Swift secara resmi dinobatkan sebagai anggota Klub Tiga Koma—julukan yang diberikan bagi mereka yang memiliki kekayaan bersih lebih dari satu miliar dolar Amerika Serikat. Status ini disandang Taylor saat masuk dalam daftar nama miliarder dunia yang dirilis Forbes pada pekan ini.
Jumlah harta kekayaan diva pop asal Amerika Serikat ini telah lama diperkirakan mencapai lebih satu miliar dolar oleh para penggemarnya. Namun, baru pada Selasa (2/4) rumor tersebut akhirnya dapat dikonfrmasi secara resmi.
Menurut laporan Forbes, TayTay—nama panggilan Taylor, telah menyandang status miliarder sebenarnya sejak akhir tahun lalu, bersama dengan 13 selebritas lainnya, yang secara kolektif diperkirakan memiliki kekayaan bersih sebesar US$31 miliar.
Forbes memperkirakan pada bulan Oktober 2023 bahwa sekitar US$500 juta dari kekayaan Taylor berasal dari uang tunai hasil royalti musik dan turnya, sementara US$500 juta lainnya berasal dari peningkatan nilai katalog musiknya—yang sebagian besar telah ia rekam ulang dan rilis—dan tambahan US$125 juta kekayaan bersihnya berbentuk lahan yasan (real estate).
Perempuan berusia 34 tahun ini memang memiliki sejumlah portofolio lahan yasan yang nilainya fantastis di sejumlah daerah di AS, termasuk rumah di New York, Beverly Hills, dan Nashville. Taylor bahkan punya rumah mewah di pinggir pantai di Rhode Island.
Pemasukan terbesar Taylor diperkirakan dari penghasilan rangkaian tur konsernya, The Eras Tour, yang berhasil memecahkan rekor menjadi tur pertama dalam sejarah yang meraup lebih dari US$1 miliar.
Menurut laporan perkiraan Pollstar, The Eras Tour meraup sekitar US$1,04 miliar dari 60 pertunjukan pertamanya saja. Untuk kawasan Asia Tenggara, The Eras Tour hanya berlangsung di Singapura, membuat para penggemarnya berbondong-bondong menyambangi Negeri Singa dan rela merogoh kocek mendalam.
Rangkaian tur konser ini masih terus berlangsung dan akan menyambangi negara-negara di Eropa dan Amerika Utara di tahun 2024 ini.
Tahun 2023 memang menjadi tahun yang paling bersinar dan menorehkan sejarah dalam karier bermusik Taylor.
Selain berhasil masuk dalam daftar miliarder dan meluncurkan 10 album untuk menandai 17 tahun kariernya dalam industri ini, Taylor telah menjadi fenomena tersendiri dengan dinobatkan sebagai Person of the Year versi Majalah Time.
Taylor disebut sebagai "sosok langka yang menjadi penulis sekaligus pahlawan dalam kisah hidupnya".
Tahun 2023 juga menandai hubungannya dengan pemain NFL Kansas City, Travis Kelce, dan meluncurkan film dokumenter konsernya berjudul The Eras Tour.
Melalui penayangan di seluruh dunia, film ini disebut telah berhasil mencetak pemasukan kotor lebih dari US$261 juta, menurut laporan Box Office Mojo.
Produktivitas Taylor pada 2023 tidak berhenti sampai di situ. Taytay juga merilis dua rekaman ulang dari album-album sebelumnya—Speak Now (Taylor's Version) dan 1989 (Taylor's Version)—dalam upayanya merebut kembali hak cipta atas enam album pertamanya, yang telah dijual oleh Scooter Braun kepada Shamrock Capital seharga $300 juta, tanpa persetujuannya.
Dalam beberapa pekan mendatang, Swiftie—sebutan untuk para penggemar Taylor—akan menyerbu album terbaru sang diva berjudul Tortured Poets Department, yang rencananya akan dirilis pada 19 April 2024.
Albumnya yang ke-11 ini diumumkan saat dia memenangi Album Vokal Pop Terbaik untuk album Midnights pada ajang penghargaan Grammy bulan Februari lalu. Ini merupakan piala Grammy keempat untuk Album Terbaik Tahun Ini yang diraih Taylor, sebuah rekor yang belum dapat ditandingi oleh penyanyi manapun di seluruh dunia hingga hari ini.
Album tersebut memiliki 16 lagu dan satu lagu bonus, dan Taylor telah mengumumkan bahwa akan ada empat variasi album, masing-masing di antaranya akan memiliki lagu bonus yang berbeda.
Tidak mengherankan memang jika kesuksesan demi kesuksesan yang diraih Taylor membawanya dapat bergabung ke jajaran para miliarder dunia.
Tahun ini, Forbes merilis daftar yang berisi 264 miliarder baru dunia, naik dari total 150 miliarder baru pada tahun sebelumnya.
Dalam daftar miliarder, Taylor bergabung dengan empat musisi yang menjadi miliarder lainnya, termasuk Jay-Z, Rihanna, dan Jimmy Buffet.
Meski demikian, Taylor menjadi musisi pertama dan satu-satunya yang menjadi miliarder semata-mata hanya dari penghasilannya atas berbagai lagu-lagu dan rangkaian konsernya, tanpa bergantung pada bisnis sampingan lainnya.
Selain para musisi, ada juga nama George Lucas yang berada di puncak daftar tersebut. Sutradara semesta Star Wars ini menjadi milarder, sebagian besar karena menjual perusahaan produksinya, Lucasfilm, kepada Disney pada tahun 2012 lalu.