Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Penulis Confessions of a Shopaholic wafat, ini 5 novel Sophie Kinsella yang bikin hidup terasa ringan tapi bermakna

Karakter yang kacau namun lucu, serta balutan romansa manis menjadi ciri khas novel Kinsella bertema jatuh-bangun menghadapi hidup dengan cara ringan tapi bermakna.

Penulis Confessions of a Shopaholic wafat, ini 5 novel Sophie Kinsella yang bikin hidup terasa ringan tapi bermakna

Penulis Sophie Kinsella hadir dalam premiere film Confessions of a Shopaholic, di New York, Amerika Serikat, pada 5 Februari 2009. (Foto: REUTERS/Lucas Jackson)

11 Dec 2025 11:11AM (Diperbarui: 11 Dec 2025 11:20AM)

Penulis novel bestseller Confessions of a Shopaholic yang dikenal lewat nama pena Sophie Kinsella, meninggal dunia pada usia 55 tahun. Wafatnya novelis yang kerap dijuluki Ratu Komedi Romantis ini diumumkan oleh keluarganya melalui akun Instagram, pada Rabu (10/12).

"Dengan sedih kami umumkan bahwa Sophie yang kami cintai, (juga dikenal sebagai Maddy, atau yang kami panggil 'Ibu') telah meninggal dunia pagi ini," tulis keluarga san penulis di akun @sophiekinsellawriter.

"Ia meninggal dengan tenang, dengan hari-hari terakhirnya dipenuhi oleh hal-hal yang ia cintai: keluarga, musik, kehangatan, Natal, dan kebahagiaan," lanjut pernyataan itu.

Sophie Kinsella terlahir dengan nama Madeleine Wickham, namun ia lebih dikenal publik dengan nama penanya itu. Julukan Ratu Komedi Romantis disematkan padanya oleh novelis populer lainnya, Jojo Moyes.

Lahir di London tahun 1969, Kinsella sempat mempelajari musik di New College, Oxford, sebelum akhirnya beralih ke jurusan Philosophy, Politics and Economics.

Setelah lulus, ia bekerja sebagai jurnalis keuangan, namun merasa pekerjaan itu sangat membosankan. Dalam perjalanan komuter panjang menuju pusat kota London, ia kerap membaca novel karya Mary Wesley dan Joanna Trollope, lalu mulai merasa ingin menulis buku sendiri.

Sophie Kinsella dalam unggahan duka keluarganya di media sosial. (Foto: Instagram/@sophiekinsellawriter)

Selebihnya, kita semua sudah tahu. Kinsella sudah menulis lebih dari 30 buku untuk pembaca dewasa, anak-anak, hingga remaja, dengan total penjualan lebih dari 45 juta kopi, menurut laporan BBC.

Film populer Confessions Of A Shopaholic (2009) diadaptasi dari dua novel pertama Kinsella dari total sembilan buku dalam seri Shopaholic, yaitu The Secret Dreamworld of a Shopaholic dan Shopaholic Abroad.

Sebagai novelis, Kinsella punya bakat khusus menciptakan karakter-karakter yang selalu bertahan melewati situasi paling memalukan, sering kali karena ulah mereka sendiri.

Pada April 2024, Kinsella mengumumkan bahwa ia didiagnosis mengidap glioblastoma, jenis kanker otak agresif. Pada akhir 2022, dan telah menjalani radioterapi serta kemoterapi setelah prosedur operasi, menurut laporan The Guardian.

Berikut lima novel paling ikonik yang ia tulis, yang bikin hidup terasa ringan tapi tetap bermakna. 

1. THE SECRET DREAMWORLD OF A SHOPAHOLIC (2000)

Novel Sophie Kinsella berjudul Confessions of a Shopaholic. (Foto: Website sophiekinsella.co.uk)

Dipublikasikan di Amerika Serikat dengan judul yang sama dengan film adaptasinya, Confessions of a Shopaholic, novel ini mungkin menjadi karya Kinsella yang paling terkenal.

Berkat novel ini, jutaan pembaca jatuh hati pada Becky Bloomwood, jurnalis keuangan yang terjebak utang namun tetap membantu roda ekonomi berputar lewat "investasi" dalam bentuk belanja baju, perlengkapan rumah, dan segala jenis barang lainnya.

Salah satu fantasi paling ikonik di dunia Shopaholic adalah harapan Becky bahwa ada "perempuan tua di Cornwall" yang secara tidak sengaja menerima tagihan kartu kreditnya yang "sangat banyak" dan membayarkannya tanpa memeriksa nama.

Sementara Becky, katanya, akan menerima tagihan perempuan tua itu untuk tiga kaleng makanan kucing, ""tentu saja, akan kubayarkan tanpa ragu."

Film populer Confessions Of A Shopaholic (2009) diadaptasi dari novel The Secret Dreamworld of a Shopaholic dan lanjutannya, Shopaholic Abroad.

2. THE TENNIS PARTY (1995)

Novel Sophie Kinsella berjudul The Tennis Party. (Foto: Website sophiekinsella.co.uk)

Para penulis lain mungkin hanya bisa iri melihat kesuksesan Kinsella yang datang begitu cepat dan tampak begitu mudah. Seperti yang ia kenang, saat itu ia adalah seorang jurnalis keuangan berusia 24 tahun yang, ketika sedang naik kereta suatu hari, berpikir, "Aku ingin mencoba menjadi penulis, aku ingin menulis sebuah buku."

Dalam dua tahun, ia sudah menjadi penulis bestseller lewat The Tennis Party, yang ia terbitkan dengan nama aslinya, Madeleine Wickham.

Dirilis di AS dengan judul 40 Love, novel debutnya ini bercerita tentang kekacauan yang terjadi dalam sebuah pesta tenis akhir pekan, memperkenalkan pembaca pada gaya bertutur Kinsella yang santai dan mengalir saat membahas apa pun, mulai dari cinta, uang, hingga... tenis.

"Mereka semua punya banyak masalah. Mereka tidur bersama, berperilaku sangat buruk, minum terlalu banyak alkohol, memukul-mukul bola tenis, dan segala sesuatunya mencapai puncaknya dengan sangat intens," tulis sang penulis terkait sinopsis novel ini, dikutip dari Goodreads.

3. CAN YOU KEEP A SECRET? (2003)

Novel Sophie Kinsella berjudul Can You Keep A Secret? (Foto: Website sophiekinsella.co.uk)

Rasanya sebagai seorang novelis, Sophie Kinsella punya misi untuk selalu mempertemukan para karakternya dengan berbagai masalah hidup.

Emma Corrigan punya pekerjaan mapan sebagai marketing assistant dan pacar yang "sangat teramat tampan". Namun, ia juga mudah panik dan gampang terdistraksi, mulai dari keluar rumah dengan kancing baju terbuka hingga menyemprotkan soda ke baju klien.

Ia juga punya beberapa rahasia kecil yang ingin ia simpan, seperti kebiasaannya menyiram jus jeruk ke tanaman rekan kerja yang mengganggunya, atau bagaimana ia kadang menahan tawa saat berhubungan seks, yang disebut dalam novel ini "rahasia remeh-temen dalam kehidupan sehari-hari."

Novel ini diadaptasi menjadi film pada 2019, dibintangi Alexandra Daddario dan Tyler Hoechlin.

4. THE UNDOMESTIC GODDESS (2005)

Novel Sophie Kinsella berjudul The Undomestic Goddess. (Foto: Website sophiekinsella.co.uk)

Karakter-karakter dalam novel Kinsella yang selalu terdengar berima, kali ini kita dipertemukan oleh Samantha Sweeting. Seperti karakter novelnya yang lain, Samantha merasa seperto "ikan keluar dari air", alias selalu tidak cocok dengan hidup yang ia jalani.

Novel ini mengangkat kisah seorang pengacara di London yang sudah tidak tahan lagi dengan pekerjaannya. Ia lalu naik kereta ke pedesaan dan berakhir bekerja sebagai housekeeper, profesi yang sama sekali tidak ia kuasai.

"Saya sangat menikmati mencatat kegagalan komedi Samantha di dapur, perjuangannya dengan papan setrika, perlahan-lahan melambat, bersantai, dan menemukan cinta," tulis sang penulis di website-nya.

"Ini merupakan kisah seorang profesional yang menyadari bahwa ada hal-hal lain dalam hidup selain pekerjaan, dan mulai menghargai hal-hal kecil," tulisnya.

5. TWENTIES GIRL (2009)

Novel Sophie Kinsella berjudul Twenties Girl. (Foto: Website sophiekinsella.co.uk)

Twenties Girl merupakan novel petualangan supernatural yang seru sekaligus manis. Novel ini mengangkat kisah Lara Lington, perempuan 27 tahun, yang dikunjungi hantu tante buyutnya yang berjiwa flapper bernama Sadie.

Sadie meminta Lara mencari kalung kesayangannya yang hilang bertahun-tahun lalu. Di tengah misinya, Lara diputuskan pacarnya dan bertanya-tanya apakah ia bisa sukses sebagai headhunter.

Ia juga kerap berbohong pada orangtuanya. Ya, pekerjaannya baik-baik saja. Ya, ia suka hadiah Natal pemberian mereka. Tidak, ia tidak hidup hanya dengan pizza, yogurt, dan vodka. Dan seterusnya: "Tujuh kebohongan. Tidak termasuk semua kebohongan tentang pakaian Ibu."

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps(da)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan