TikTok terancam diblokir, kreator AS pindah ke RedNote yang mirip Instagram dan Pinterest
Warga AS pengguna RedNote bahkan memutuskan mengubah nama akun menjadi nomor jaminan sosialnya, agar terduga "mata-mata China lebih cepat naik pangkat."
Bendera AS, bendera Tiongkok, logo TikTok, dan palu pengadilan terlihat dalam ilustrasi yang diambil pada tanggal 8 Januari 2025. (Foto: REUTERS/Dado Ruvic)
Menjelang tenggat waktu ancaman pemblokiran TikTok di Amerika Serikat pada 19 Januari 2025, para kreator konten di negara itu mulai beralih ke aplikasi media sosial asal China lainnya, Xiaohongshu.
Dikenal dengan nama RedNote dalam bahasa Inggris, aplikasi ini menjadi pilihan utama karena antarmukanya yang menyerupai kombinasi Instagram dan Pinterest.
Awal pekan ini, RedNote melesat ke posisi teratas unduhan Apple App Store, menunjukkan lonjakan minat di tengah kekhawatiran akan pemblokiran TikTok.
"Oh, kalian tidak ingin data pribadi kami yang sangat sensitif diambil oleh China?" ujar influencer Jen Hamilton secara sarkastis kepada 3,9 juta pengikutnya di TikTok, sembari mengumumkan kepindahannya ke platform tersebut.
Kebijakan itu merupakan amanat dari undang-undang AS yang memaksa ByteDance, pemilik TikTok, untuk menjual aset mereka di AS atau terancam diblokir.
Langkah ini diambil karena pemerintah AS khawatir pemerintah Tiongkok dapat menggunakan TikTok untuk memata-matai warga AS atau menyebarkan informasi yang telah dimanipulasi.
Kebijakan yang akan berlaku pada pekan depan sontak memicu perdebatan.
Undang-undang yang ditandatangani oleh Presiden Joe Biden pada tahun lalu ini melarang iOS di perangkat Apple dan Google Play Store di perangkat Android untuk memunculkan aplikasi TikTok, sehingga pengguna tidak dapat mengunggahnya.
UU ini juga melarang penyedia internet di AS memberikan akses pengguna ke platform TikTok jika ByteDance gagal menjualnya kepada perusahaan asal AS, menurut laporan E! News.
Baca:
REDNOTE POPULER DI AS
Xiaohongshu, yang diluncurkan pada 2013, telah lama populer di China dan kini mulai menarik perhatian pengguna AS.
Meskipun sebagian besar antarmukanya menggunakan bahasa Mandarin, pengguna dapat mengubahnya ke bahasa Inggris secara manual.
Aplikasi ini memungkinkan pengguna menjelajahi video pendek dengan gerakan gulir vertikal, mirip dengan TikTok.
Menurut laporan TechCrunch, banyak kreator TikTok mulai membagikan pengalaman mereka menggunakan RedNote.
Di aplikasi tersebut, beberapa kreator bahkan menyambut pengguna baru yang disebut sebagai "pengungsi TikTok."
"Betapa aku tidak peduli jika data pribadiku dimiliki oleh China," ujar Hamilton dalam videonya.
Ia pun bercanda tentang seorang pengguna RedNote yang memutuskan mengubah nama akunnya menjadi nomor jaminan sosialnya, agar terduga "mata-mata China lebih cepat naik pangkat."
RedNote juga menjadi daya tarik bagi investor, dengan valuasi mencapai 17 miliar dolar AS (Rp276,51 triliun) setelah penjualan saham sekunder pada 2024.
Aplikasi ini diproyeksikan menghasilkan lebih dari 1 miliar dolar AS (Rp16,26 triliun) pada 2024 menjelang rencana IPO-nya.
PERPANJANGAN TENGGAT WAKTU
Di sisi lain, dua anggota parlemen dari Partai Demokrat, Edward Markey dan perwakilan Ro Khanna, menyerukan perpanjangan batas waktu untuk ByteDance.
"Larangan ini akan menghancurkan ekosistem informasi dan budaya yang unik serta membungkam jutaan orang dalam prosesnya," ujar Markey.
Khanna menambahkan, "Jutaan mata pencaharian akan berhenti jika larangan ini diterapkan."
Di tengah kisruh ini, Presiden terpilih AS, Donald Trump, juga meminta pengadilan untuk menunda implementasi undang-undang ini guna mencari solusi politik setelah pelantikannya.
APLIKASI ALTERNATIF
Selain RedNote, beberapa aplikasi lain juga menjadi sorotan, seperti Lemon8, aplikasi dari ByteDance, dan Flip, platform yang menggabungkan elemen sosial dan belanja.
Meski demikian, Lemon8 berisiko menghadapi nasib serupa dengan TikTok jika pemerintah AS tetap bersikeras pada larangan.
Dengan lebih dari 170 juta pengguna TikTok di AS, ancaman penutupan platform ini memberikan peluang bagi aplikasi alternatif seperti RedNote untuk mendapatkan popularitas di pasar internasional.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.