Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Raisa curhat soal perpisahan di panggung JGTC: 'Aku enggak mau viral, itu bukan tujuan hidup'

"Sejauh ini tanpa dia, aku oke-oke aja. Jangan-jangan inilah namanya ikhlas," ujar Raisa dengan suara tenang, disambut sorakan riuh dari ribuan penonton.

Raisa curhat soal perpisahan di panggung JGTC: 'Aku enggak mau viral, itu bukan tujuan hidup'

Raisa dalam salah satu penampilannya di atas panggung. (Foto: Instagram/@raisa6690)

JAKARTA: Ribuan penonton memenuhi area Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) saat Raisa Andriana tampil di panggung Jazz Goes To Campus (JGTC) ke-48, Minggu (9/11) malam. Dalam sorot lampu temaram, suasana berubah hening ketika Raisa berhenti sejenak, bukan hanya untuk bernyanyi, tapi juga berbagi cerita pribadi yang menyentuh.

Malam itu, penampilan Raisa terasa berbeda. Sejak kabar perceraiannya dengan Hamish Daud mencuat, setiap lirik yang ia lantunkan terasa lebih dalam. Penonton datang tidak hanya untuk menikmati musik, tetapi juga untuk memberi dukungan moral kepada sang idola.

Setelah membawakan beberapa lagu hits seperti Terserah, Serba Salah, Jatuh Cinta, dan Si Paling Mahir, Raisa mengambil jeda untuk berbicara kepada penonton.

"Lagu berikutnya ini favorit aku, bercerita tentang perpisahan dengan seseorang," ujarnya dengan suara tenang, disambut sorakan riuh dari ribuan penonton, dikutip dari Kumparan.

Raisa dalam salah satu penampilannya di atas panggung. (Foto: Instagram/@raisa6690)

PERPISAHAN DAN PENERIMAAN

Raisa lalu membagikan kisah reflektif tentang proses perpisahan yang penuh emosi. "Saat pertama, masih stres, kan. Setiap hari kita menutup mata, kita berpikir, kalau suatu saat kembali lagi gimana, ya," tutur Raisa.

Ia melanjutkan, "Waktu terus berjalan, kita mulai paham dari sisi dia kayak gimana sih. Mungkin ada alasan-alasan dia juga. Dan buat aku, lebih mudah memahami alasan seseorang daripada membenci."

Puncaknya, Raisa berbicara tentang momen ketika seseorang akhirnya bisa berdamai dengan keadaan. "Sampai kita udah belajar hidup tanpa dia, kita sampai di dalam suatu ruang di mana 'rasanya kok udah tiga hari enggak mikirin dia'," ujarnya.

"Berandai-andai dia kembali lagi, kayaknya sudah enggak. Sejauh ini tanpa dia, aku oke-oke aja. Jangan-jangan inilah namanya ikhlas," tambahnya.

Kisah penuh perasaan itu menjadi pengantar untuk lagu Bila. Saat musik mulai mengalun, penonton larut dalam suasana emosional. Banyak yang ikut bernyanyi dengan mata berkaca, tenggelam dalam setiap bait liriknya. Setelahnya, Raisa menutup sesi itu dengan medley Ternyata Tanpamu dan Teka Teki.

"Pokoknya lagu ini buat kalian semua yang ternyata setelah berpisah, kok makin cantik, ya," serunya, disambut tawa dan tepuk tangan meriah.

JAGA EMPATI

Namun bukan hanya soal cinta dan perpisahan, Raisa juga menyampaikan pesan sosial yang kuat di tengah arus digitalisasi. Sebelum menyanyikan lagu terbarunya Si Paling Mahir, ia berbicara tentang fenomena viral yang sering dicari demi ketenaran instan di media sosial.

"Aku enggak mau viral. Viral itu bukan tujuan hidup ya gais, ingat itu ya," kata Raisa dari atas panggung. 

Ia menegaskan bahwa popularitas bukan segalanya, dan ada nilai lain yang jauh lebih penting, yaitu empati.

Raisa menjelaskan bahwa Si Paling Mahir menggambarkan perasaan tersembunyi seseorang di balik kalimat basa-basi seperti "aku enggak apa-apa kok". Lagu ini menjadi refleksi mendalam tentang bagaimana orang sering menutupi luka dengan senyum.

Pelantun Mantan Terindah itu kemudian mengingatkan seluruh audiens agar lebih berhati-hati dalam menilai orang lain.

"Makanya kamu kalau mau julidin orang, kalau mau sebal sama orang, mau berprasangka buruk sama orang, pikir-pikir lagi deh. Karena kamu tuh enggak bakalan tahu sebenarnya apa yang lagi dia alami," ucapnya.

Raisa mencontohkan bahwa seseorang yang tampak bahagia di luar belum tentu baik-baik saja di dalam hati.

"Mungkin kamu melihat orang itu selalu senyum, selalu tertawa, tapi di pikirannya dia sedang memendam sesuatu yang sangat pahit di dalamnya, kita kan enggak pernah tahu," tambahnya, dikutip dari Antara.

Ia menutup pesan itu dengan kalimat penuh makna: empati adalah tentang saling menjaga perasaan antar manusia, membangun lingkungan sosial yang lebih peduli, dan tidak mudah menghakimi.

Malam itu, Raisa berhasil menghadirkan pertunjukan yang bukan hanya indah secara musikal, tapi juga emosional dan reflektif. Di panggung JGTC, ia mengajak penonton tidak hanya bernyanyi, tapi juga merenung: tentang kehilangan, keikhlasan, dan pentingnya memahami sesama di era serba cepat ini.

Selain Raisa, JGTC 2025 juga menampilkan sederet musisi ternama seperti Tulus, MALIQ & D’Essentials, GAC, Bilal Indrajaya, Lomba Sihir, Barasuara, dan Monita Tahalea, menambah semarak festival jazz tahunan yang kini berusia 48 tahun itu.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan