Rahasia di balik aksi liar mendiang Ozzy Osbourne gigit kelelawar di panggung
Tak banyak aksi panggung yang mampu menembus batas antara mitos dan kenyataan, namun Ozzy Osbourne berhasil melakukannya. Apa yang sebenarnya terjadi di konser Black Sabbath empat dekade lalu itu?
Ozzy Osbourne tampil di konser 10th Annual MusiCares MAP Fund Benefit di Club Nokia, Los Angeles, California 12 Mei 2014. (Foto: REUTERS/Mario Anzuoni)
Ozzy Osbourne, legenda musik rock yang dijuluki Prince of Darkness, meninggal dunia pada Selasa (22/7). Di kisah kepergiannya, ada satu aksi paling gila di panggung masih terus dikenang para penggemarnya hingga saat ini, yakni kala ia menggigit kelelawar hidup di atas panggung.
Aksi liar itu terjadi ketika Ozzy Osbourne tampil bersama Black Sabbath di Veterans Memorial Auditorium, Iowa, pada 20 Januari 1982. Di hadapan lebih dari 5.000 penonton, ia menggigit kepala seekor kelelawar yang dilemparkan penggemar.
Ozzy bersikeras bahwa kelelawar itu "terlihat seperti mainan" hingga ia tergigit—lalu buru-buru ke rumah sakit untuk suntik rabies.
Belakangan, ia menjual boneka kelelawar bermerek dengan kepala yang bisa dilepas.
Bukan hanya itu aksi panggung Ozzy Osbourne. Menurut catatan The Guardian, selama menjadi vokalis Black Sabbath, ia tercatat pernah menggigit kupu-kupu di tengah acara perusahaan rekaman, melepas pakaian dan mencelupkan kemaluannya ke gelas anggur saat makan malam dengan eksekutif label Jerman, bahkan buang air kecil di Monumen Alamo.
Aksi-aksi Ozzy Osbourne yang nyentrik sering jadi sasaran kelompok konservatif dan agama yang khawatir akan dampak lagu dan gaya hidupnya terhadap anak muda. Ia tidak menyangkalnya—namun ia menolak tuduhan sebagai penyembah setan.
"Saya sudah melakukan hal-hal buruk, tapi saya bukan setan. Saya cuma John Osbourne: anak kelas pekerja dari Aston yang keluar dari pabrik untuk mencari kesenangan," katanya dalam biografi tahun 2010.
"Waktu kecil, kalau kamu bilang siapa di antara kami yang bakal hidup sampai usia 60-an, punya lima anak, empat cucu, rumah di Buckinghamshire dan California, aku tidak akan pasang taruhanku pada diriku sendiri," ujarnya.
Pada 2002, Ozzy menarik penggemar baru lewat reality show AS, The Osbournes memperlihatkan kehidupan sang dewa rock lanjut usia di rumah megah Beverly Hills, berbicara dengan logat Birmingham yang kental, serta mengamati tingkah keluarga yang lucu.
Keluarganya mencakup istri sekaligus manajernya, Sharon, lima anak (termasuk Jack, Kelly, dan Aimee), serta beberapa cucu.
Di konser terakhirnya bersama Black Sabbath pada 5 Juli 2025 di Inggris, Ozzy tampil sambil duduk, terkadang kesulitan berbicara saat berterima kasih kepada ribuan penggemar, yang beberapa di antaranya menangis terharu.
Ia tampil bersama rekan-rekannya Tony Iommi, Geezer Butler, dan Bill Ward untuk konser Back to the Beginning—pertama kalinya mereka tampil bersama setelah 20 tahun.
Penampilannya mendapat banyak penghormatan dari rocker dan musisi besar seperti Steven Tyler (Aerosmith), James Hetfield (Metallica) dan Elton John, yang muncul di panggung dan layar stadion.
Tak disebutkan penyebab kematiannya, tapi Ozzy mengonfirmasi pada 2020 bahwa ia sudah mengidap Parkinson yang membuatnya kehilangan kemampuan berjalan.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.