Raffi Ahmad ungkap rencana kunjungi Nusakambangan, sambangi Ammar Zoni?
"Di sini saya sebagai teman. Kalau pun ke sana untuk memberikan support moral atas rasa kemanusiaan," ujar artis yang juga menjabat sebagai salah satu Utusan Khusus Presiden itu.
Pembawa acara kondang, Raffi Ahmad, dikenal juga sebagai pengusaha dengan bisnis di bidang entertainment, kuliner, properti. (Foto: Instagram/@raffinagita1717)
JAKARTA: Raffi Ahmad mengonfirmasi rencana kunjungannya ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, yang saat ini menjadi tempat penahanan aktor Ammar Zoni.
Rencana tersebut dilakukan dalam waktu dekat dan akan dilakukan bersamaan dengan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto.
"Ya, rencananya ada dalam waktu dekat ini, kebetulan ada kunjungan bersama Menteri Imipas (Imigrasi dan Pemasyarakatan) ke sana," ujar artis yang menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni itu, Selasa (28/10), dikutip dari Detik.
Rencana Raffi ke Nusakambangan pertama kali disampaikannya saat menghadiri acara Kemah Kebangsaan Bersih Narkoba (Bersinar) bersama Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (25/10).
Saat itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni tersebut mengatakan bahwa dirinya akan berangkat bersama Agus Andrianto.
"Saya juga rencananya dalam waktu dekat ini sama Pak Agus, Kementerian Kumham, mau ada kunjungan juga ke Nusakambangan," ujar Raffi.
"Nanti mungkin waktunya ya saya kasih tahu, mungkin dalam waktu dekat," tambahnya, dikutip dari Kumparan.
ALASAN KEMANUSIAAN
Raffi menegaskan bahwa niatnya datang ke sana bukan karena jabatan atau urusan politik, melainkan semata-mata karena alasan kemanusiaan. Ia menyampaikan bahwa semua manusia tak luput dari kesalahan.
"Bisa minggu ini, bisa minggu depan. Sebenarnya kalaupun saya datang ke sana bukan karena UKP atau apa, tapi lebih kepada kemanusiaan aja, men-support, apa pun kan manusia tidak ada yang sempurna, tidak luput dari dosa," ucapnya.
Ia juga menegaskan jika nanti mendapat kesempatan bertemu Ammar Zoni, kunjungan itu murni untuk memberi dukungan moral, bukan ikut campur dalam proses hukum yang sedang berjalan.
"Di sini saya sebagai teman. Kalau pun ke sana ada kesempatan, memberikan support moral atas rasa kemanusiaan. Kami datang untuk mengunjungi kan enggak apa-apa, di luar beritanya apa pun itu. Itu kan sedang diproses," jelas Raffi.
Saat ditanya apakah kunjungannya ke Nusakambangan memang untuk menjenguk Ammar Zoni, Raffi memilih berhati-hati menjawab. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang.
"Ya, kita lihat," katanya singkat.
"Ya kalau itu, biar informasinya saya daripada salah-salah bicara, biar nanti... biar dicek dulu kebenarannya nanti ada pihak terkait yang akan lebih menjelaskan itu," tukasnya.
Menariknya, bukan hanya Raffi yang diundang dalam kunjungan itu. Sahabatnya, Irfan Hakim, juga mengaku diajak ikut ke Nusakambangan.
"Aku tuh diajakin juga sejujurnya sama Pak Dirjennya. Minggu depan ya kalau enggak salah. Aku sudah ngomong kayaknya gak bisa, tapi dibilang, Raffi Ahmad juga kok," ungkap Irfan Hakim, dikutip dari CNN Indonesia.
TERANCAM HUKUMAN MATI
Ammar Zoni kini mendekam di Lapas Super Maximum Security Karang Anyar, Nusakambangan, setelah dipindahkan dari Rutan Salemba. Ia terseret kasus peredaran narkoba jenis sabu dan tembakau sintetis di dalam rutan.
Pemindahan Ammar dan lima terdakwa lain dilakukan Kamis (16/10) dini hari dengan pengawalan ketat dari petugas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Polres Jakarta Timur, Mabes Polri, serta petugas Pemasyarakatan Jakarta.
Atas perbuatannya, Ammar dijerat Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Narkotika. Dalam dakwaan subsider, ia juga diduga melanggar Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang kepemilikan narkotika.
Pasal tersebut mengatur ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup, atau hukuman penjara minimal enam tahun dan maksimal dua puluh tahun bagi pelaku yang memperjualbelikan atau mengedarkan narkotika golongan I dalam jumlah besar.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.