Isu lingkungan dan regulasi, Raffi Ahmad mundur dari proyek beach club di Gunungkidul
Pada Desember 2023 lalu, Raffi Ahmad mengumumkan rencana untuk membangun resor di kawasan lindung geologi dan sudah membentuk perusahaan untuk menaungi bisnisnya.
Presenter Raffi Ahmad. (Foto: Instagram/@raffinagita1717)
Raffi Ahmad mengumumkan menarik diri dari proyek pembangunan resort dan beach club di Gunungkidul, Yogyakarta, usai mempertimbangkan petisi dari netizen yang mengecam pembangunan proyek wisata di kawasan lindung geologi itu.
Di sela-sela waktunya menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Mekkah, Raffi menyempatkan diri mengunggah video ke platform media sosial Instagram dan mempublikasikan pengunduran dirinya dari proyek tersebut.
"Pada momen ini, saya ingin menyampaikan pernyataan terkait dengan berita yang sedang ramai dibicarakan terkait proyek di Gunungkidul," ujar Raffi.
Ia melanjutkan bahwa ia telah mendengar keluhan dari masyarakat terkait proyek yang akan dibangun di tebing pinggir Pantai Krakal itu.
"Saya sebagai warga negara Indonesia yang taat hukum, saya juga mengerti bahwa terdapat beberapa kekhawatiran dari masyarakat terkait proyek ini yang belum sejalan dengan peraturan yang berlaku," katanya.
"Dengan ini saya menyatakan akan menarik diri dari keterlibatan saya dalam proyek ini karena bagi saya apa pun yang saya lakukan dalam bisnis-bisnis saya ini, wajib sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia, terutama harus dapat memberikan manfaat yang baik untuk seluruh masyarakat Indonesia," pungkas Raffi menyatakan sikapnya.
Proyek pembangunan resor dan beach club diumumkan oleh Raffi Ahmad pada 16 Desember 2023 melalui akun Instagramnya. Pembangunan beach club yang disebut-sebut akan menjadi yang terbesar di Indonesia itu akan dibangun di tebing pinggir Pantai Krakal, yang termasuk dalam kawasan yang dilindungi.
"Spill dikit perencanaan Beach Club, @rojo.sambel pinggir laut terbesar di Indonesia, 300 Villa, Resort and Spa di Pantai Krakal Gunung Kidul Yogyakarta. Semoga 2025 rampung perlahan dan siap menerima warga lokal yang siap bekerja, wisatawan lokal dan mancanegara berbagai kalangan bisa menikmati keindahan Gunung Kidul Yogyakarta," tulis Raffi Ahmad pada Desember 2023 di akun Instagramnya.
Sontak, rencana pembangunan tersebut menuai kecaman dari masyarakat, karena dinilai hanya akan menimbulkan kerusakan lingkungan.
Melalui sosial media, netizen beramai-ramai menandatangi petisi berjudul "Tolak Pembangunan Resort Raffi Ahmad di Gunungkidul!" yang dibuat oleh Muhammad Raafi pada 21 Maret 2024. Petisi itu telah ditandatangani oleh lebih dari 44 ribu orang.
Dalam petisi penolakan disebutkan bahwa wilayah tersebut termasuk dalam Kawasan Bentangan Alam Karst (KBAK) Gunung Sewu. "Itu kawasan lindung geologi. Yang harusnya enggak boleh dibangun apa-apa," tulis Muhammad Raafi.
Dia juga menambahkan pernyataan dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia atau WALHI Yogyakarta, "dampak negatif pembangunan resort di Gunungkidul berupa: kekeringan, krisis air bersih, kerusakan karst, serta banjir dan longsor."
Petisi ini kemudian ramai beredar di Instagram story. Ribuan netizen membagikan ulang templat foto Raffi Ahmad tengah mengenakan helm proyek, yang dilengkapi dengan seruan penolakan pembangunan beach club di Gunungkidul.
Templat Instagram story tersebut juga menyinggung soal izin yang diberikan oleh Pemerintah Daerah.
"Kata WALHI, proyek ini belum ada Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL)-nya. Juga bakal menabrak Permen ESDM No 17/2012. Coba bayangin, kok bisa? Kok bisa Bupati Gunungkidul Sunaryanta ngasih izin?" bunyi keterangan tersebut.
Untuk membangun beach club tersebut, Raffi Ahmad menggandeng investor lokal Yogyakarta Arbi Leo, dan telah membentuk perusahaan dengan nama PT Agung Rans Bersahaja Indonesia (ARBI).
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui kelanjutan kerja sama Raffi Ahmad dengan Arbi Leo, serta perusahaan yang dibentuknya itu.
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini.