Puput Novel wafat usai melawan kanker payudara, ketahui gejala dan pencegahannya
Bentuk paling awal kanker ini dapat dideteksi sedari dini. Namun, jika dibiarkan tanpa perawatan apa pun, sel-sel kanker dapat menyebar ke jaringan payudara di dekatnya dan mengancam nyawa.
Puput Novel dikenal luas sebagai salah satu ikon penyanyi cilik era 90-an. (Foto: Instagram/@puputnovel_)
Pihak keluarga almarhumah Puput Novel mengungkapkan bahwa mantan penyanyi cilik tersebut wafat pada Minggu (8/9) setelah berjuang melawan kanker payudara. Bagaimana gejala penyakit ini, dan apa yang harus dilakukan untuk mencegahnya?
Kanker payudara terjadi ketika sel-sel payudara yang tidak normal tumbuh di luar kendali dan membentuk tumor. Jika dibiarkan, tumor dapat menyebar ke seluruh tubuh dan berakibat fatal.
Adik Puput Novel, Baginda, mengungkapkan bahwa kakaknya tersebut sudah lebih dari 3 tahun berjuang melawan kanker payudara. Sebelum tutup usia, Puput sempat mendapat perawatan di intensive care unit (ICU) Rumah Sakit MMC Kuningan, Jakarta Selatan.
"Beliau berjuang menghadapi kanker payudaranya. Sudah 3 tahun kurang lebih perawatannya," ungkap Baginda, menurut laporan Detik.
Selain karena kanker payudara, dokter juga mendiagnosis adanya komplikasi pada Puput Novel.
Keadaan Puput yang terus memburuk juga dikonfirmasi oleh sepupunya, Alblen Fabe. Ia mengaku dekat dengan Puput dan kerap menghubunginya. Kondisi terakhir ia menghubungi sang sepupu adalah beberapa hari lalu, dan saat itu Puput sudah tidak sadarkan diri.
DEFINISI KANKER PAYUDARA
Merujuk pada website Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sel-sel kanker payudara bermula di dalam saluran susu dan/atau lobulus penghasil susu pada payudara.
Bentuk paling awal kanker ini tidak mengancam nyawa dan dapat dideteksi pada tahap awal. Namun, jika dibiarkan tanpa perawatan apa pun, sel-sel kanker dapat menyebar ke jaringan payudara di dekatnya.
Penyebaran ini menciptakan tumor yang menyebabkan benjolan atau penebalan.
Penyebaran dapat bersifat invasif ke kelenjar getah bening di dekatnya atau organ lain, atau bermetastasis. Metastasis dapat mengancam jiwa dan berakibat fatal.
Data Globocan menunjukkan, kanker payudara merupakan jenis kanker paling banyak ditemukan pada perempuan di Indonesia pada 2022, dengan tingkat prevalansi 30,1 persen kanker pada perempuan, di atas kanker serviks dengan 16,8 persen dan kanker ovarium dengan persentase 6,9 persen.
Pada tahun 2020, jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 68.858 kasus (16,6 persen) dari total 396.914 kasus baru kanker di Indonesia. Jumlah kematiannya mencapai lebih dari 22 ribu jiwa kasus.
Kanker payudara dapat menyerang perempuan dari berbagai rentang usia, mulai dari remaja hingga perempuan lanjut usia. Umumnya, kanker menyerang ketika perempuan berada di usia produktif.
GEJALA KANKER PAYUDARA
Timbulnya kanker payudara ditandai dengan beragam gejala, mulai dari munculnya benjolan, adanya perubahan bentuk, perubahan ukuran payudara, serta perubahan warna kulit di sekitar payudara.
Dikutip dari Mayo Clinic, penyebab pasti kanker payudara hingga saat ini tidak diketahui. Namun demikian, beberapa faktor dapat meningkatkan risikonya yakni gaya hidup dan lingkungan.
Kanker payudara umumnya timbul diikuti dengan beragam gejala, mulai dari munculnya benjolan, adanya perubahan bentuk, perubahan ukuran payudara, serta perubahan warna kulit di sekitar payudara.
Ada beragam kasus perubahan bentuk payudara yang dapat menjadi tanda adanya kanker payudara. Beberapa di antaranya adalah penebalan area kulit yang berbeda dengan sekitarnya, puting yang rata atau terbalik, kulit payudara terlihat seperti kulit jeruk, mengelupas, bersisik, atau retak.
Selain itu, riwayat kanker payudara pada keluarga juga dapat meningkatkan risiko.
PENANGANAN DAN PENCEGAHAN KANKER PAYUDARA
Penanganan didasarkan pada pasien, jenis kanker dan penyebarannya. Perawatan menggabungkan pembedahan, terapi radiasi dan obat-obatan.
Agar terhindar dari penyakit ini, segera memeriksakan diri ke dokter apabila menemukan gejala yang tidak biasa pada payudara, terutama jika muncul benjolan.
Tidak semua benjolan merupakan gejala kanker payudara, namun deteksi lebih dini akan sangat menentukan keberhasilan terapi.
Selain memeriksakan diri ke dokter, kamu juga dapat melakukan deteksi diri mandiri dengan metode Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI).
Metode SADARI bisa dilakukan ketika kamu sedang mandiri dengan tujuan untuk menemukan apakah ada benjolan di sekitar area payudara, atau perubahan apa pun terhadap payudara.
Menurut website Siloam Hospitals, selain melakukan metode deteksi dini, pencegahan kanker payudara juga dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan sehat, menjaga berat badan ideal, menghentikan kebiasaan merokok, membatasi konsumsi minuman beralkohol, rutin berolahraga, membatasi terapi hormon, menyusui bayi secara teratur bagi ibu menyusui, dan mengendalikan stres.
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini.