Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Polisi tetap usut temuan Whip Pink meski kematian Lula Lahfah tak berunsur pidana

Tabung gas nitrogen oksida (N2O) dan bercak darah ditemukan di TKP saat kematian Lula. Polisi masih mendalami dugaan ada platform penjualan yang menghilang usai kasus ini viral.

Polisi tetap usut temuan Whip Pink meski kematian Lula Lahfah tak berunsur pidana

Tabung gas nitrous oxide (N2O) yang dikenal sebagai Whip Pink. (Foto: Instagram/@whippink.co)

02 Feb 2026 04:26PM (Diperbarui: 02 Feb 2026 04:32PM)

JAKARTA: Penyelidikan kematian selebgram Lula Lahfah resmi dihentikan oleh kepolisian setelah tidak ditemukan unsur tindak pidana. Namun, aparat menegaskan penelusuran terhadap peredaran dan penyalahgunaan gas nitrous oxide (N2O) atau Whip Pink yang ditemukan di lokasi tetap berlanjut.

Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di kamar apartemennya di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/1) malam. Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh Lula setelah seluruh rangkaian pemeriksaan dilakukan.

Dalam penanganan kasus ini, penyidik menggunakan metode scientific investigation, mengingat pihak keluarga menolak dilakukan autopsi.

Sejumlah barang bukti kemudian dikumpulkan, mulai dari rekaman CCTV, obat-obatan, surat rawat jalan, vape dan cairannya, sprei serta tisu dengan bercak darah, hingga tabung gas bermerek Whip Pink.

Seluruh barang bukti tersebut diperiksa di Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri. Polisi juga memeriksa 15 saksi untuk menyusun kronologi aktivitas Lula sebelum ditemukan meninggal dunia.

Selebgram dan influencer Lula Lahfah dalam salah satu unggahannya di media sosial bersama sang kekasih, Reza Arap. (Foto: Instagram/@lulalahfah)

JEJAK TERAKHIR LULA TEREKAM CCTV

Berdasarkan rekaman kamera pengawas, pada Kamis (22/1) pukul 15.18 WIB, Lula terlihat turun dari lantai 25 apartemen bersama temannya, VA. Keduanya kemudian pergi ke sebuah restoran di kawasan Gunawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dan berada di lokasi tersebut hingga pukul 17.40 WIB.

Setelah kembali ke apartemen, Lula kembali turun pada pukul 19.37 WIB bersama asistennya, Cindy, menuju Rumah Sakit Pondok Indah untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Keberadaan Lula di rumah sakit terekam sekitar pukul 22.00 WIB.

Sementara itu, asisten rumah tangga Lula, Asiah, terekam CCTV turun ke lantai dasar pada pukul 21.58 WIB dan kembali naik ke unit sambil membawa sebuah tabung gas yang dibungkus plastik.

Lula kembali ke unit apartemennya pada pukul 22.51 WIB bersama Cindy. Setelah itu, tidak ada lagi pergerakan Lula yang terekam kamera pengawas.

ART MULAI CURIGA

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Mohamad Iskandarsyah mengatakan, pada hari berikutnya Lula tidak terlihat melakukan aktivitas rutin seperti biasa, termasuk berolahraga pagi.

"Di hari berikutnya tidak terlihat LL seperti biasa dimana dia berolahraga pagi tapi hari itu gak ada makanya A curiga," kata Iskandar dalam konferensi pers akhir pekan lalu, dikutip dari Detik.

Asiah kemudian meminta bantuan petugas keamanan apartemen sekitar pukul 17.30 WIB. Pintu kamar Lula dibuka secara paksa pada pukul 17.44 WIB dan Lula ditemukan terbaring di atas kasur dengan kondisi tubuh kaku serta bibir membiru.

Sopir pribadi Lula, R, berada di lokasi saat pintu dibuka. Keduanya panik dan menghubungi orang-orang terdekat Lula.

"Ini yang mengakibatkan saudarai A dan R yang merupakan sopir pribadi panik dan sebabkan saksi-saksi menghubungi beberapa teman terdekat dari LL," jelas Iskandar.

Kekasih Lula, Reza Arap, tiba di apartemen sekitar pukul 19.21 WIB bersama seorang dokter untuk memeriksa kondisi Lula. Jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Fatmawati pada pukul 21.20 WIB. Namun, keluarga kembali menolak autopsi dan memilih memakamkan Lula keesokan harinya.

WHIP PINK DAN BERCAK DARAH

Saat olah TKP, polisi menemukan tabung gas Whip Pink di kamar Asiah, tepatnya di sudut ruangan dekat tumpukan barang. Polisi juga menyita 44 butir obat-obatan dari kamar Lula, vape beserta cairannya, serta sprei dan tisu yang terdapat bercak darah.

Polisi memastikan tabung Whip Pink tersebut disentuh oleh Lula. "Kami melihat ada barang-barang yang disentuh, dibawa oleh saudari LL yang kami pastikan bahwa barang-barang itu memang milik saudari LL, yang salah satunya kita lihat tadi tabung pink," kata Iskandar.

Pemeriksaan DNA menunjukkan adanya DNA sentuhan Lula pada tabung tersebut, yang dikonfirmasi melalui pembandingan dengan DNA ayah Lula. Namun, saat ditemukan, tabung tersebut sudah tidak lagi berisi gas.

"Tapi dari penyidik dikasih dengan merek yang sama dari produksi yang sama, kami periksa tabung gas tersebut untuk sebagai pembanding, ada mengandung Nitrous Oxide," kata Kaur Subbid Toksikologi Puslabfor Bareskrim Polri, Pembina Azhar Darlan.

Terkait bercak darah, Azhar menjelaskan bahwa darah tersebut kemungkinan berasal dari menstruasi. "Untuk darah di seprei dan tisu itu kemungkinan darah sudah lama. Jadi kemungkinan saudari LL ini dia datang bulan, Jadi kemungkinan darah menstruasi. Karena kalau dilihat bukan darah baru," kata Azhar.
 

KLARIFIKASI DOKTER

Dokter Rizky Nirwandi Putra, yang sempat menerbitkan surat keterangan kematian, menjelaskan bahwa surat tersebut dibuat sesuai kewajiban administrasi praktiknya.

"Karena surat izin praktik saya berasal dari salah satu klinik di Depok, maka adalah kewajiban saya mendokumentasikan temuan pemeriksaan saya dan diagnosa sementara saya, dalam bentuk surat," jelas Rizky, dikutip dari Kompas.

Rizky menyebut Lula telah meninggal sekitar pukul 19.20 WIB setelah melakukan pemeriksaan tanda vital.

"Pada saat itu saya tidak berhasil meraba nadi dan tidak melihat pergerakan dinding dadanya. Saya menyimpulkan bahwa almarhum LL telah tiada pada sekitar pukul 19.20 menurut jam tangan saya," lanjutnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan bahwa dugaan Lula meninggal akibat overdosis tidak benar. "Iya, dugaan overdosis itu salah," tegas Budi.

Setelah seluruh rangkaian penyelidikan dilakukan, polisi memastikan tidak ditemukan peristiwa pidana dan resmi menghentikan penyelidikan kasus kematian Lula Lahfah.

"Kami sudah melakukan penyelidikan secara maksimal. Saya rasa sudah cukup, bahwa tidak ditemukan peristiwa pidana dan kita harus melaksanakan penghentian penyelidikan pidana di sini terkait penemuan jenazah LL," kata Iskandar.

Selebgram dan influencer Lula Lahfah dalam salah satu unggahannya di media sosial bersama sang kekasih, Reza Arap. (Foto: Instagram/@lulalahfah)

Namun, penelusuran terhadap peredaran dan penyalahgunaan gas N2O tetap dilakukan. "Jadi walaupun perkara ini kami hentikan dalam proses penyelidikan, tetapi terkait tentang peredaran, penggunaan, penyalahgunaan tabung N2O ini tetap kan kami lakukan kontrol," ujar Budi.

Ia menambahkan, penyidik tengah menelusuri asal-usul tabung tersebut, termasuk dugaan platform penjualan yang menghilang setelah kasus ini ramai diperbincangkan.

"Dari penyelidik pasti akan mendalami dari mana pesanan itu. Bisa dilihat ada satu platform yang memang menjual itu, sekarang sudah menurunkan websitenya," kata Budi.

Sementara itu, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Kementerian Kesehatan dan BPOM juga terus berkoordinasi untuk merumuskan penindakan hukum yang tepat terhadap produksi dan peredaran gas N2O.

"Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami mengimbau kepada masyarakat Indonesia untuk tidak menggunakan nitrogen oksida atau N2O atau Whip Pink dengan tujuan untuk mendapatkan euforia, dikarenakan akan menimbulkan risiko kesehatan dan keselamatan jiwa," kata Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Zulkarnain Harahap.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps(da)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan