Pesona 'surga mini' Lauterbrunnen di Swiss, lembah 72 air terjun tempat El Rumi melamar Syifa Hadju
Dikelilingi pegunungan Alpen dengan panorama hijau bak lukisan, Lauterbrunnen jadi destinasi impian banyak pasangan yang mencari suasana tenang sekaligus magis di jantung Swiss.
Momen El Rumi melamar Syifa Hadju di Lauterbrunnen, Swiss. (Foto: Instagram/@elelrumi, @syifahadju)
Momen bahagia datang dari pasangan musisi El Rumi dan aktris Syifa Hadju yang bertunangan di Lauterbrunnen, Swiss, seperti yang mereka bagikan di media sosial pada Sabtu (4/10).
Dalam foto-foto yang diunggah, keduanya tampak berpose di tengah panorama menakjubkan bak di negeri dongeng, ternyata terletak di sebuah lembah dijuluki sebagai Valley of 72 Waterfalls atau "lembah 72 air terjun" ini.
"Di tempat yang selalu aku impikan, aku mengucapkan 'ya' kepada seseorang yang selalu terasa seperti rumah. Bismillah. 02.10.25," tulis Syifa dalam keterangan unggahannya di Instagram.
SURGA MINI DI JANTUNG ALPEN
Lauterbrunnen merupakan salah satu dari enam desa menawan di wilayah Bernese Oberland, di jantung Pegunungan Alpen Swiss. Selain Lauterbrunnen, ada pula desa Wengen, Mürren, Gimmelwald, Stechelberg, dan Isenfluh, yang tergabung dalam satu wilayah administratif bernama Komune Lauterbrunnen sejak 1973.
Nama Lauterbrunnen pertama kali tercatat pada tahun 1240 dalam sebuah surat dengan istilah Latin "in claro fonte", yang berarti "di mata air jernih". Nama ini menggambarkan karakter kawasan yang dipenuhi sumber air dan air terjun bening, cikal bakal kata "Lauter" (jernih) dan "Brunnen" (mata air).
Dikelilingi tebing batu raksasa dan puncak bersalju, lembah ini berada di ketinggian sekitar 795 meter di atas permukaan laut. Dari tebing-tebing curam, tak kurang dari 72 air terjun mengalir deras menuju dasar lembah, menjadi pemandangan yang nyaris magis.
Tak heran jika Lauterbrunnen disebut sebagai salah satu desa paling indah di Eropa.
INSPIRASI GOETHE
Ikon utama Lauterbrunnen adalah Air Terjun Staubbach atau Staubbach Fall, salah satu air terjun bebas tertinggi di Eropa yang tingginya mencapai 300 meter.
Pemandangan megah ini pernah menginspirasi penyair besar Jerman, Johann Wolfgang von Goethe, untuk menulis puisi Gesang der Geister über den Wassern pada tahun 1779, menurut laporan The Travel Magazine.
Pada musim panas, wisatawan bisa melihat langsung derasnya air dari balik tebing melalui galeri pandang khusus yang dibangun di area tersebut.
Saat malam hari di musim ramai, air terjun ini diterangi cahaya, menciptakan panorama yang menawan. Menariknya, pengunjung dapat menikmati lokasi ini secara gratis tanpa batasan jam kunjungan.
Tak jauh dari sana, terdapat Air Terjun Trümmelbach, satu-satunya air terjun gletser di Eropa yang berada di dalam gunung dan dapat diakses publik.
Terdiri atas sepuluh air terjun yang tersembunyi di balik tebing, aliran airnya menyalurkan lelehan gletser dari puncak Eiger, Mönch, dan Jungfrau. Debit airnya bisa mencapai 20.000 liter per detik, membawa endapan dari area tangkapan seluas 24 kilometer persegi.
Air terjun Trümmelbach masuk dalam daftar Federal Inventory of Landscapes and Natural Monuments of National Importance serta menjadi bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO Swiss Alps Jungfrau-Aletsch.
Area ini biasanya buka dari April hingga Oktober, pukul 09.00–17.00 waktu setempat. Anak-anak di bawah enam tahun bisa masuk gratis, tapi anak di bawah empat tahun dan hewan peliharaan tidak diperbolehkan demi keamanan.
TANPA KENDARAAN BERMOTOR
Salah satu kawasan yang tak kalah menarik adalah Desa Mürren. Terletak di ketinggian 1.638 meter, desa ini tidak bisa diakses kendaraan bermotor sehingga menawarkan ketenangan yang langka. Dari sini, pengunjung bisa menikmati panorama spektakuler tiga puncak ikonik Swiss—Eiger, Mönch, dan Jungfrau—yang berdiri megah menghiasi cakrawala.
Mürren menjadi surga bagi pencinta olahraga salju. Desa ini memiliki lebih dari 53 kilometer lintasan ski dan snowboard lengkap dengan fasilitas seperti sekolah ski, penyewaan peralatan, dan restoran di area pegunungan.
Salah satu pengalaman paling ikonik adalah naik kereta gantung menuju puncak Schilthorn, tempat berdirinya restoran berputar Piz Gloria, lokasi syuting film James Bond On Her Majesty’s Secret Service (1969).
Bagi yang gemar menjelajahi alam, terdapat 200 kilometer jalur pejalan kaki di sekitar lembah dan pegunungan. Jalur populer termasuk North Face Trail yang sarat sejarah dan Flower Panorama Trail yang menampilkan keindahan flora pegunungan.
Untuk wisata keluarga, tersedia area bermain dan piknik yang ramah anak, sementara bagi petualang sejati, rute menuju cagar alam di belakang lembah Lauterbrunnen hingga ke Kiental menanti untuk dijelajahi.
Tidak jauh dari Lauterbrunnen, berdiri Jungfraujoch, destinasi wajib bagi pecinta alam dan petualangan. Dikenal dengan salju dan es abadi sepanjang tahun, tempat ini menawarkan berbagai atraksi seperti Sphinx Observation Building, Istana Es, dan dataran tinggi yang memungkinkan pengunjung berjalan di atas salju bahkan saat musim panas.
Di sini juga terdapat stasiun kereta api tertinggi di Eropa, lengkap dengan restoran, kafe, dan toko suvenir.
Beragam aktivitas seru tersedia, mulai dari Summer Ski and Snowboard Park, Snow Disk Run, Tyrolienne, hingga Glacier Trek.
CARA KE LAUTERBRUNNEN
Bandara terdekat adalah Bandara Zurich. Dari sana, perjalanan ke Lauterbrunnen dapat ditempuh dengan kereta api sekitar 2,5–3 jam dengan beberapa kali transit, atau dengan mobil selama kurang lebih 1 jam 45 menit tergantung kondisi lalu lintas. Alternatif lain adalah menggunakan bus atau layanan Uber.
Sesampainya di Lauterbrunnen, pengunjung tak memerlukan kendaraan untuk berkeliling, karena desa ini mudah dijelajahi dengan berjalan kaki.
Untuk menuju desa di dataran lebih tinggi seperti Wengen atau Mürren, tersedia kereta gantung dan kereta api gunung yang siap membawa wisatawan menikmati panorama Pegunungan Alpen dari ketinggian, menurut laporan BBC.
Jungfraujoch juga menjadi titik awal pendakian ke Mönchsjochhütte serta tur ski gunung berpemandu, menjadikannya kombinasi sempurna antara keindahan, adrenalin, dan pengalaman eksklusif di puncak Eropa.
Ketertarikan terhadap Pegunungan Alpen mulai tumbuh di kalangan bangsawan dan kaum terpelajar Eropa sejak pertengahan abad ke-18. Tokoh-tokoh seperti Jean-Jacques Rousseau, Lord Byron, hingga Goethe datang ke Lauterbrunnen untuk menikmati udara segar pegunungan, mencari ketenangan, dan menemukan inspirasi.
Lauterbrunnen menjadi ikon pariwisata Swiss yang memadukan keindahan alam, sejarah, dan budaya pegunungan Alpen Swiss. Dari Wengen yang ramai saat musim ski hingga Gimmelwald yang tenang dan tradisional, setiap sudut lembah ini menyimpan pesona berbeda, membuat siapapun yang berkunjung seolah tersesat di dunia dongeng.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.