Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Kepada Deddy Corbuzier, Titiek Puspa minta video ini ditayangkan setelah dia wafat

Video yang ditayangkan di podcast Deddy Corbuzier itu berisikan pesan-pesan dan mimpi Titiek Puspa, kepada para pemuda dan pemerintah Indonesia.

Kepada Deddy Corbuzier, Titiek Puspa minta video ini ditayangkan setelah dia wafat

Titiek Puspa meninggal dunia pada Kamis (10/4). (Instagram/titiekpuspa_official)

11 Apr 2025 09:23AM (Diperbarui: 11 Apr 2025 09:24AM)

JAKARTA: Seniman Indonesia Titiek Puspa meninggal dunia pada Kamis (10/4) di usia 87 tahun. Setelah dia berpulang, podcaster Deddy Corbuzier mengunggah wawancara dengan Titiek Puspa di Youtube, sebuah cuplikan yang baru bisa ditayangkan setelah sang legenda berpulang.

"Eyang Titiek Puspa setelah podcast bisik2 ke saya.. Ded, kayanya pesan yang ini selama saya hidup tidak akan didengarkan.. Simpan video nya.. Sampai saatnya," tulis Deddy dalam takarir video tersebut. 

Dalam video berdurasi 15 menit, Titiek Puspa terlihat berapi-api menyampaikan harapan dan pesannya kepada para pemuda dan pemerintah Indonesia.

Menurut musisi yang telah melahirkan banyak karya musik ini, budaya Indonesia yang kaya dari Sabang sampe Merauke belum dilestarikan dengan sungguh-sungguh. 

Dia menyesalkan tidak adanya bentuk pelestarian budaya yang serius di negeri ini, tidak seperti negara lain yang memiliki teater yang banyak tersebar di kota-kotanya.

"Di luar negeri itu banyak. Saya misalnya ke London, bisa 3-4 tempat saya datangi, nonton (teater). Nah, di sini satu pun tidak ada. Sedangkan seni budaya katanya adalah soko guru bangsa," kata Titiek.

Agar Indonesia tidak hanya dikenal dengan Bali saja, kata Titiek Puspa, pemerintah harus mendirikan teater-teater untuk menampilkan karya seni bangsa Indonesia yang luar biasa kaya.

"Harusnya ada satu tempat di setiap ibu kota, apa lagi ibu kota Jakarta, ada teater yang menampilkan seni budaya Indonesia," kata Titiek Puspa.

"Misalnya (di teater itu) dibuat (pagelaran) wayang orang ... menampilan cerita-cerita legenda-legenda ... kan bagus-bagus."

Nantinya, lanjut Titiek Puspa, teater-teater itu wajib didatangi oleh anak-anak sekolah dasar secara rutin, agar mereka tahu tentang budaya Indonesia serta menjadi penawar akan racun yang ditebarkan di media sosial melalui gawai-gawai.

"Karena sekarang kita sedang berperang dengan gadget, dengan apa yang disuarakan oleh orang-orang yang memang hatinya lupa bahwa di dunia ini ada Tuhan," kata Titiek Puspa.

"(Kita harus merangkul anak-anak) dengan sesuatu yang luar biasa, memeluk mereka dengan lagu yang merdu, dengan kata-kata yang menyentuh hati, mendengarkan cinta, membelaikan cinta, memberikan sentuhan tawa," kata Titiek Puspa.

Untuk itu, dia berharap kepada para pemuda di Indonesia untuk mewujudkan mimpin tersebut.

"Ayo kalian para pemuda. Saya bukan kepengin jadi pimpinan, tidak, tidak. Saya sudah on the line, sudah tinggal dipanggil Tuhan," ujar Titiek Puspa.

Saat berita ini ditayangkan, Titiek Puspa tengah disemayamkan di rumah duka Wisma Puspa, Pancoran Timur Raya, Jakarta Selatan.

Ratusan pelayat terus berdatangan tanpa henti, memberikan penghormatan terakhir untuk Sang Legenda. Rencananya, mendiang akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir usai salat Jumat.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: CNA/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan