Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Beda Sore: Istri dari Masa Depan versi film dan web series, mana yang lebih menyentuh?

Kisah cinta lintas waktu Sore dan Jonathan dalam versi film bukan hanya soal adaptasi, tapi menyajikan kisah yang menyentuh hati sekaligus juga menggugah pemikiran.

Beda Sore: Istri dari Masa Depan versi film dan web series, mana yang lebih menyentuh?

Salah satu adegan dalam film Sore: Istri dari Masa Depan, menampilkan akting Sheila Dara Aisha dan Dion Wiyoko. (Foto: Instagram/@cerita_films)

22 Jul 2025 11:03AM (Diperbarui: 11 Sep 2025 02:57PM)

JAKARTA: Delapan tahun setelah web series Sore: Istri dari Masa Depan meraih popularitas di YouTube, kisah cinta lintas waktu karya Yandy Laurens ini kembali hadir dalam format layar lebar. Tayang di bioskop Indonesia sejak 10 Juli 2025, film Sore sudah meraih lebih dari 1,3 juta penonton saat penanyangannya di hari ke-11, Senin (21/7), menurut Instagram @cerita_films.

Meskipun mengangkat premis serupa, film dan web series Sore memiliki sejumlah perbedaan signifikan dalam durasi, pemeran, latar, serta kedalaman cerita.

Kisah pada versi film berpusat pada Jonathan (Dion Wiyoko), seorang fotografer yang menjalani hidup tanpa arah dan cenderung mengabaikan kesehatannya. Tinggal di Kroasia, hidupnya berubah drastis ketika muncul seorang perempuan misterius bernama Sore (Sheila Dara Aisha) yang mengaku sebagai istrinya dari masa depan.

Dengan bekal informasi dari masa depan, Sore mengungkap bahwa Jonathan akan meninggal muda akibat gaya hidupnya yang buruk. 

Sore kemudian berusaha mengubah takdir Jonathan dengan membimbingnya menjalani kehidupan yang lebih sehat dan bermakna. 

Namun, upaya mengintervensi jalannya waktu membawa dampak tak terduga dan menguji kekuatan cinta di antara keduanya.

Apa saja perbedaan antara film dan web series dari kisah Sore dan Jonathan? 

Salah satu adegan dalam film Sore: Istri dari Masa Depan, menampilkan akting Sheila Dara Aisha dan Dion Wiyoko. (Foto: Instagram/@cerita_films)

EKSPLORASI CERITA

Perbedaan paling nyata terlihat dari format dan durasi. Web series terdiri dari sembilan episode pendek dengan durasi rata-rata 7–14 menit. Sebaliknya, versi film berdurasi penuh selama 1 jam 59 menit, memungkinkan eksplorasi tema dan karakter secara lebih mendalam.

"Serial hanya menggambarkan sekitar 40 persen kisah, sisanya ada dalam film," ujar Dion Wiyoko, yang kembali dipercaya memerankan karakter yang sama oleh Yandy Laurens dalam film layar lebarnya, dikutip dari Antara.

Versi film ini tidak hanya menjelaskan alasan Jonathan pergi ke luar negeri, tetapi juga menyelami lebih dalam konflik batin Sore dan perjuangannya demi mengubah masa depan.

Salah satu adegan dalam film Sore: Istri dari Masa Depan, menampilkan akting Sheila Dara Aisha dan Dion Wiyoko. (Foto: Instagram/@cerita_films)

Versi film disusun dalam tiga babak besar. Babak pertama memperlihatkan sudut pandang Jonathan dan memperkenalkan para karakter serta awal perubahan hidup Jonathan setelah kehadiran Sore. 

Babak kedua memperlihatkan sudut pandang Sore, lengkap dengan emosi kelelahan serta tekad bulat Sore dalam menjalankan misinya. 

Dan babak ketiga, yang diberi judul Waktu, menjadi puncak emosional sekaligus penegasan pesan utama film.

Menurut sang sutradara, Yandy Laurens, film ini menekankan bahwa "cinta sejati tak hanya soal kebersamaan, tetapi juga tentang kerelaan untuk melepaskan."

Sementara versi web series lebih fokus pada upaya Sore mengubah gaya hidup Jonathan menjadi lebih sehat, versi film memperluas dimensi emosional dan psikologis tokoh-tokohnya. Jonathan digambarkan tidak mudah berubah, dan hubungan mereka pun dipenuhi konflik batin yang mendalam.

PEMERAN SORE

Dalam versi web series, karakter Sore diperankan oleh Tika Bravani. Sementara dalam film, tokoh ini diperankan oleh Sheila Dara Aisha, menghadirkan dinamika baru dalam interaksi dan kedalaman emosional karakter.

Kehadiran Sheila menandai reuni kreatif dengan Dion Wiyoko dan Yandy Laurens, setelah proyek-proyek seperti Mengakhiri Cinta dalam 3 Episode (2018), Yang Hilang dalam Cinta (2022), dan Jatuh Cinta Seperti di Film-Film (2023).

Aktris Sheila Dara dalam film Sore: Istri dari Masa Depan. (Foto: Instagram/@yndlaurens)

LOKASI DAN MUSIK

Web series banyak mengambil latar di Indonesia dan Italia. Versi film justru menjelajah lokasi lebih luas: dari Jakarta, lalu ke Kroasia, hingga Finlandia. 

Dalam adaptasi ini, Jonathan tak lagi berprofesi sebagai fotografer yang tinggal di Italia, melainkan menetap di Kroasia.

Perubahan lokasi ini turut menghadirkan aktor internasional yang terlibat dalam film nominasi Oscar, seperti Goran Bogdan, Lara Nekic, Livio Badurina, dan Borko Peric, sebagai pemeran pendukung.

Secara visual, film tampil lebih sinematik. Suasana emosional diperkuat dengan pemilihan soundtrack yang mendalam. Lagu-lagu seperti Pancarona dan Terbuang Dalam Waktu dari Barasuara, serta lagu klasik Hingga Ujung Waktu dari Sheila on 7, mengalun menyatu dalam kisah cinta penuh pengorbanan ini.

Jika dalam serial web penonton akrab dengan lagu I’ll Find You dari Kunto Aji, versi film memperluas lanskap musikal untuk mendukung nuansa cerita yang lebih dewasa dan kompleks.

KONSEP PERJALANAN WAKTU 

Yandy Laurens mempertegas elemen fiksi ilmiah dalam film. Konsep perjalanan waktu tidak hanya menjadi bumbu cerita, tetapi hadir dengan konsekuensi nyata. 

Sore digambarkan sering mimisan hingga pingsan setiap kali melompati waktu—simbol dari beratnya perjuangan dan beban mental yang ia tanggung.

"Perjalanan Sore menembus waktu ditampilkan dengan konsekuensi fisik dan mental yang lebih kentara," ungkap Yandy Laurens, menyoroti betapa besar pengorbanan yang dilakukan karakter utamanya demi cinta.

Film ini bahkan menantang penonton untuk berpikir kritis, membuat film ini menyisipkan ruang reflektif dalam kisahnya.

Salah satu adegan dalam film Sore: Istri dari Masa Depan, menampilkan akting Sheila Dara Aisha dan Dion Wiyoko. (Foto: Instagram/@cerita_films)

Sore: Istri dari Masa Depan versi film bukan sekadar adaptasi dari versi web series-nya, melainkan memberikan transformasi narasi dengan pendekatan lebih matang, sinematik, dan emosional. 

Meskipun berbagi fondasi cerita yang sama dengan serial web-nya, film ini menawarkan lapisan makna baru yang menantang penonton untuk menyelami cinta, waktu, dan keikhlasan.

Bagi penonton lama maupun yang baru mengenal kisah Sore dan Jonathan, film iIndonesia yang satu ini layak disaksikan sebelum angkat layar di bioskop, sebuah kisah cinta lintas waktu yang tak hanya menyentuh hati, tetapi juga menggugah pemikiran.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan