Penyanyi Beauty And The Beast dan A Whole New World wafat usai stroke
Selain dikenal lewat soundtrack Disney, penyanyi peraih Grammy Awards itu meninggalkan jejak panjang di dunia musik.
Peabo Bryson mempromosikan lagu kampanye One K Global di Sangam YTN Media Hall di Seoul, Korea Selatan, pada 8 Desember 2016. (Foto: EPA/KIM HEE-CHUL)
Peabo Bryson, penyanyi R&B peraih dua Grammy Awards yang paling dikenal sebagai suara di balik duet pemenang Oscar dari film Disney Beauty And The Beast bersama Celine Dion dan A Whole New World bersama Regina Belle dari Aladdin, meninggal dunia dalam usia 75 tahun.
Pihak keluarga mengungkapkan bahwa Bryson meninggal pada Selasa (2/6) malam, beberapa hari setelah mengalami stroke.
"Meskipun hati kami hancur, kami merasa terhibur karena mengetahui betapa besar cinta yang diberikan kepada Peabo dan betapa banyak kehidupan yang telah disentuh oleh suaranya serta jiwa dermawannya," bunyi pernyataan keluarga.
"Warisan dan musiknya akan terus hidup selama beberapa generasi mendatang," lanjut pernyataan tersebut, dikutip dari majalah People.
Meski dikenal secara internasional lewat lagu-lagu klasik Disney, Bryson juga membangun karier selama lima dekade sebagai salah satu penyanyi balada R&B terbaik. Ia melahirkan sejumlah lagu hit seperti Feel The Fire, I'm So Into You, dan Can You Stop The Rain.
"Selama lebih dari lima dekade, suara luar biasa Peabo menjadi soundtrack bagi beberapa momen paling berharga dalam kehidupan," lanjut pernyataan keluarganya.
"Musiknya menemani berbagai generasi dalam perayaan penuh kebahagiaan, kisah cinta yang luar biasa, serta momen-momen penghiburan dan inspirasi yang bertahan lama."
Lahir dan besar di South Carolina, penyanyi, penulis lagu, dan penyanyi balada tersebut memulai kariernya bersama grup Moses Dillard and the Tex-Town Display pada tahun 1970-an. Tak lama kemudian, label asal Atlanta, Bang Records, merekrutnya sebagai artis solo, menurut laporan The Guardian.
Ia sempat merekam musik di bawah label Capitol, Elektra, dan Columbia Records, serta menjadi salah satu partner duet paling diminati di industri musik.
Selain Belle dan Dion, ia juga berkolaborasi dengan sejumlah musisi seperti Roberta Flack dan Natalie Cole.
Duetnya bersama Flack, Tonight, I Celebrate My Love, menjadi salah satu lagu cinta paling ikonik pada era 1980-an. Sementara itu, If Ever You're In My Arms Again membantu memperluas basis pendengarnya melampaui radio-radio R&B.
Ia kemudian meraih posisi No. 1 di tangga lagu R&B lewat Show & Tell dan Can You Stop The Rain.
Selain berkiprah di dunia musik, Bryson juga tampil dalam berbagai produksi panggung seperti Raisin, The Wiz, dan Porgy And Bess. Pada 2018, ia kembali merilis album studio ke-21 bertajuk Stand For Love yang diproduseri oleh duo hitmaker Jimmy Jam dan Terry Lewis.
Bryson mengalami stroke pada akhir Mei dan langsung mendapatkan penanganan medis.
"Saat ini, keluarga meminta privasi saat mereka menghadapi momen yang sangat pribadi ini bersama-sama," bunyi pernyataan dari perwakilannya saat itu.
"Pikiran, doa, dan kasih sayang dari teman maupun penggemar sangat diterima dan begitu kami hargai," lanjut pernyataan itu.
Pada 2019, Bryson sempat pulih sepenuhnya setelah mengalami serangan jantung.
Komedian sekaligus pembawa acara televisi Loni Love mengatakan bahwa ia bekerja bersama Bryson dalam sebuah kapal pesiar tahun lalu dan sempat berbincang dengannya selama berjam-jam di dek kapal pada suatu malam setelah melihat sang penyanyi duduk sendirian.
"Ia berbagi cerita-cerita luar biasa, berbicara dengan penuh semangat tentang musiknya, dan memiliki kecintaan yang begitu mendalam terhadap karya yang ia tekuni," tulis Love dalam unggahan media sosialnya pada Selasa.
"Aku sangat bersyukur pernah memiliki momen spesial itu bersamanya."
Keluarga Bryson mengatakan bahwa informasi mengenai upacara penghormatan terakhir dan perayaan kehidupan sang musisi akan diumumkan di kemudian hari.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.