Kandungan mikroplastik ditemukan pada penis pria penderita disfungsi ereksi
Mikroplastik banyak terdapat pada jaringan tubuh, tapi ini adalah pertama kalinya para peneliti menemukan kandungan mikroplastik pada penis.
Mikroplastik banyak ditemui pada wadah makanan dan minuman yang terbuat dari plastik. (iStock)
MIAMI, Amerika Serikat: Untuk pertama kalinya, para peneliti menemukan kandungan mikroplastik pada penis manusia. Secara spesifik, mikroplastik tersebut ditemukan pada penis penderita disfungsi ereksi.
Seperti diberitakan CNN pada Kamis (19 Juni), temuan yang dipublikasi di "IJIR: Your Sexual Medicine Journal" pekan ini menyebutkan ada tujuh jenis mikroplastik berbeda yang ditemukan pada empat dari lima sampel jaringan penis yang diteliti.
Jenis mikroplastik terbanyak yang ditemukan dalam sampel-sampel penis tersebut adalah polietilena tereftalat (PET) dan polipropilena (PP).
Mikroplastik adalah fragmen polimer yang berukuran kurang dari 0,2 inci (5 milimeter) hingga 1/25.000 inci (1 mikrometer), hasil penguraian dari plastik yang lebih besar menjadi potongan-potongan kecil, baik melalui proses kimia maupun fisik.
Partikel plastik berukuran mikro ini semakin banyak ditemukan dalam jaringan tubuh manusia, biasanya karena tertelan melalui makanan atau terminum. Mikroplastik banyak terdapat dalam barang konsumsi manusia, seperti boga bahari, air keran, botol air minum, atau pun garam.
Program Pembangunan PBB (UNDP) dalam sebuah tulisannya mengutip penelitian yang menyebutkan bahwa orang dewasa rata-rata menelan 2.000 mikroplastik per tahun dari garam.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa satu liter air dalam botol plastik mengandung rata-rata 240.000 mikroplastik.
Paparan mikroplastik dalam waktu yang lama bisa mengakibatkan berbagai penyakit, seperti gangguan hormon, peradangan dan masalah pernapasan.
Jaringan penis yang mengandung microplastik diambil dari lima partisipan yang menderita disfungsi ereksi dan tengah menjalani perawatan implan penis di rumah sakit Universitas Miami antara Agustus dan September 2023.
Ranjith Ramasamy, dokter urologi dan peneliti utama dalam studi ini mengatakan bahwa mereka menyandarkan penelitian ini dari bukti temuan mikroplastik dalam jantung manusia.
Ramasamy mengaku tidak terkejut atas temuan mikroplastik di penis. Menurut dia, penis adalah "bagian tubuh yang sangat vaskular", layaknya jantung.
Dia mengatakan, perlu penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki hubungan antara keberadaan mikroplastik di penis dengan disfungsi ereksi.
Temuan ini juga semakin membuka kesadaran akan kehadiran benda asing di tubuh manusia akibat konsumsi. Ramasamy mengatakan, paparan mikroplastik bisa dikurangi dengan membatasi penggunaan botol air minum dan wadah makanan dari plastik.
Salah satu cara mengurangi paparan mikroplastik adalah dengan mengganti botol minum dan piring dengan yang berbahan stainless steel atau kaca.
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini.