Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Reuni pilu: One Direction berkumpul di pemakaman Liam Payne

Harry Styles, Niall Horan, Zayn Malik, dan Louis Tomlinson, hadir di antara puluhan pelayat dalam pemakaman tertutup yang digelar di Gereja St Mary, Buckinghamshire, Inggris.

Reuni pilu: One Direction berkumpul di pemakaman Liam Payne

Salah satu rangkaian bunga dari penggemar pada pemakaman Payne pada Rabu, 20 November 2024 di Gereja St Mary, Buckinghamshire, Inggris. (Foto: Reuters/Phil Noble)

21 Nov 2024 10:32AM (Diperbarui: 21 Nov 2024 10:36AM)

Keluarga, kerabat dekat dan seluruh anggota boyband One Direction berkumpul untuk mengantarkan rekan mereka, Liam Payne, ke peristirahatannya yang terakhir.

Harry Styles, Niall Horan, Zayn Malik, dan Louis Tomlinson, hadir di antara puluhan pelayat dalam pemakaman tertutup yang digelar di Gereja St Mary, Buckinghamshire, Inggris, pada Rabu (20/11).

Menurut laporan People, orang tua Payne yang tampak sangat berduka didampingi oleh dua saudara perempuannya, kekasihnya Kate Cassidy, serta mantan pasangan Payne, Cheryl Tweedy, yang merupakan ibu dari putra tunggalnya.

Kekasih Liam Payne, Kate Cassidy, hadir dalam pemakaman Payne pada Rabu, 20 November 2024 di Gereja St Mary, Buckinghamshire, Inggris. (Foto: Reuters/Toby Melville)

Sekitar belasan penggemar juga terlihat menonton dari balik pagar pembatas di dekat lokasi, sementara para tamu saling berpelukan sebelum melewati rangkaian bunga untuk memasuki gereja berusia 12 abad itu guna memberikan penghormatan terakhir.

Louis Tomlinson hadir dalam pemakaman Payne pada Rabu, 20 November 2024 di Gereja St Mary, Buckinghamshire, Inggris. (Foto: Reuters/Toby Melville)

Peti mati Payne tiba menggunakan kereta jenazah putih yang ditarik kuda, dengan karangan bunga di atasnya yang membentuk kata-kata Son dan Daddy. Kereta tersebut diikuti oleh orang tua Payne.

Harry Styles hadir dalam pemakaman Payne pada Rabu, 20 November 2024 di Gereja St Mary, Buckinghamshire, Inggris. (Foto: Reuters/Toby Melville)

Kata Son dan Daddy menggambarkan bahwa selama hidupnya, Payne dicintai sebagai putra dari orang tuanya, dan ayah dari anak tunggalnya. 

Zayn Malik hadir dalam pemakaman Payne pada Rabu, 20 November 2024 di Gereja St Mary, Buckinghamshire, Inggris. (Foto: Reuters/Toby Melville)

Payne ditemukan tewas pada 16 Oktober setelah terjatuh dari balkon kamar di lantai tiga Hotel Casa Sur di Buenos Aires, Argentina.

Kematian Payne terjadi saat dia tengah berlibur seusai menonton konser mantan rekannya di One Direction, Niall Horan

Niall Horan dan Amelia Woolley hadir dalam pemakaman Payne pada Rabu, 20 November 2024 di Gereja St Mary, Buckinghamshire, Inggris. (Foto: Reuters/Toby Melville)

HANCUR LEBUR

Kematian penyanyi Inggris pada usia 31 tahun memicu luapan kesedihan di seluruh dunia dari keluarga, mantan rekan satu band, dan para penggemarnya. 

Hasil otopsi menunjukkan Payne meninggal akibat "trauma berlapis" serta "pendarahan internal dan eksternal" setelah terjatuh dari kamar hotel. Balkon kamar tersebut menghadap ke patio belakang dengan ketinggian sekitar 14 meter.

Staf hotel sempat menghubungi layanan darurat sebanyak dua kali untuk melaporkan tamu yang "dipengaruhi oleh obat-obatan dan alkohol" serta "merusak kamar hotel." Tamu tersebut diduga kuat adalah Payne.

Penyelidik menyatakan bahwa Payne berada sendirian saat kejadian dan tampaknya sedang mengalami "episode penyalahgunaan narkotika."

Saat ini, terdapat tiga orang menjadi tersangka dalam penyelidikan kasus kematian Payne, terdiri dari seorang yang diduga sebagai pemasok narkoba, seorang pegawai hotel yang diduga memberikan kokain kepada Payne, dan seorang yang dekat dengan penyanyi tersebut.

"Hati kami hancur lebur. Liam akan selalu hidup di hati kami dan akan kami kenang sebagai sosok yang baik, lucu, dan berani," bunyi pernyataan dari keluarga Payne. 

One Direction juga menyatakan bahwa mereka "benar-benar terpukul" atas kepergiannya.

Salah satu rangkaian bunga dari penggemar pada pemakaman Payne pada Rabu, 20 November 2024 di Gereja St Mary, Buckinghamshire, Inggris. (Foto: Reuters/Phil Noble)

Payne pertama kali mencapai puncak popularitas sebagai remaja bersama Styles, Horan, Tomlinson, dan Malik setelah penampilan mereka dalam ajang bakat The X Factor di Inggris 14 tahun lalu.

Setelah terbentuk pada 2010, band ini merilis album yang penuh dengan lagu-lagu hits, hingga menjadi boyband dengan pendapatan terbesar di dunia saat itu. 

Namun pada 2016, setelah Malik memutuskan keluar, boyband ini mengumumkan akan vakum tanpa rencana untuk bubar.

Lagu solo pertama Payne, Strip That Down, mencapai puncak nomor tiga di tangga lagu Inggris dan nomor 10 di tangga lagu Billboard AS.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Payne secara terbuka berbicara tentang perjuangannya melawan penyalahgunaan narkotika serta tekanan menghadapi ketenaran sejak usia muda.

Karya terakhir Payne, single berjudul Teardrops, dirilis pada bulan Maret lalu bersamaan dengan pengumuman album keduanya.

📢 Kuis CNA Memahami Asia sudah memasuki putaran pertama, eksklusif di saluran WhatsApp CNA Indonesia. Ayo uji wawasanmu dan raih hadiah menariknya!

Jangan lupa, terus pantau saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk mendapatkan tautan kuisnya ðŸ‘€

🔗 Cek info selengkapnya di sini: https://cna.asia/4dHRT3V

Source: Others/ps

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan