P. Diddy bebas dari tuduhan perdagangan seks, hanya kena pasal prostitusi
Skandal seks, KDRT, ancaman penyebaran video porno, hingga pesta seks Freak Off, semuanya terbongkar di pengadilan. Namun, P.Diddy hanya terjerat satu pasal dan lolos dari jerat hukum yang lebih berat. Apa dasar keputusan hakim?
Sketsa ruang sidang memperlihatkan Sean 'Diddy' Combs di pengadilan di New York City, New York, AS, pada 1 Juli 2025. (Foto: Reuters/Jane Rosenberg)
NEW YORK: Sean 'Diddy' Combs dinyatakan bersalah pada Rabu (2/7) atas pelanggaran yang berkaitan dengan prostitusi, namun dibebaskan dari tuduhan yang lebih serius, yakni perdagangan seks. Padahal, pengadilan telah menghadirkan dua mantan kekasihnya yang bersaksi sang mogul musik ini melakukan kekerasan fisik dan seksual.
Musisi yang dikenal dengan nama panggung Puff Daddy atau P. Diddy ini divonis bersalah karena menyediakan "transportasi untuk tujuan prostitusi," tetapi dinyatakan tidak bersalah atas konspirasi pemerasan (racketeering conspiracy) dan dua dakwaan perdagangan seks.
Putusan ini menjadi kemenangan sebagian bagi mantan miliarder yang dikenal mengangkat budaya hip-hop ke budaya arus utama Amerika Serikat ini.
Setelah vonis dibacakan, pengacara pembela Marc Agnifilo meminta Hakim Arun Subramanian agar Diddy dibebaskan dengan jaminan. Namun permintaan itu ditolak. Artinya, sang mogul hip-hop ini tetap mendekam di balik jeruji sambil menunggu putusan hukuman.
Diddy mendekam dalam tahanan sejak ditangkap pada September lalu. Tim pengacaranya berpendapat bahwa pembebasan dari dakwaan konspirasi dan perdagangan seks sudah cukup menjadi alasan untuk membebaskannya dengan jaminan sebesar US$1 juta.
Namun, jaksa menilai bahwa musisi berusia 55 tahun itu masih berisiko melarikan diri.
Hakim Subramanian menyatakan bahwa hukum yang berlaku tidak memungkinkan pembebasan Diddy saat ini. Salah satu alasan utama, menurut sang hakim, adalah rekam jejak kekerasannya.
"Dalam persidangan, pihak pembela bahkan mengakui bahwa terdakwa pernah melakukan kekerasan dalam hubungan pribadinya—baik dengan Cassie maupun dengan Jane," ujar Subramanian, dikutip dari Reuters.
Baca:
Diddy sudah menjalani sembilan bulan masa tahanan, namun hingga kini belum ada kepastian kapan putusan hukuman akan dijatuhkan.
Pengacara Diddy mengakui bahwa pendiri Bad Boy Records, yang terkenal kerap menggelar pesta mewah di kawasan elite di AS, memang pernah bersikap kasar dalam hubungan domestik.
Namun, mereka membantah bahwa aktivitas seksual yang dijelaskan oleh jaksa merupakan bentuk paksaan. Menurut mereka, semua aktivitas tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka.
Selama tujuh minggu persidangan di pengadilan federal Manhattan, publik diajak mengintip sisi kelam dari kerajaan bisnis Diddy, termasuk relasi romantisnya yang penuh gejolak dengan penyanyi R&B Casandra "Cassie" Ventura dan seorang perempuan yang dalam persidangan disebut dengan nama samaran Jane.
Ventura sebelumnya menggugat Diddy pada November 2023 atas tuduhan perdagangan seks, menjadi yang pertama dari puluhan gugatan perdata terhadap Diddy terkait dugaan kekerasan.
Diddy akhirnya menyelesaikan gugatan Ventura dengan pembayaran sebesar US$20 juta.
Namun, Diddy tetap membantah segala tuduhan terhadapnya.
Selama persidangan, juri diperlihatkan rekaman CCTV dari tahun 2016 yang menunjukkan Diddy menendang dan menyeret Ventura di lorong hotel InterContinental di Los Angeles, AS.
Kala itu, Ventura mengaku tengah mencoba meninggalkan acara pesta seks dan narkoba yang dikenal dengan sebutan Freak Off.
Sementara itu, Jane bersaksi bahwa pada Juni 2024, bahwa Diddy menyerangnya dan memerintahkannya melakukan seks oral kepada seorang entertainer pria, padahal ia telah menolak.
Insiden ini terjadi hanya sebulan setelah Diddy mengunggah permintaan maaf di media sosial atas serangannya terhadap Ventura tahun 2016, yang videonya sempat tayang di CNN.
Menurut jaksa, kekerasan fisik hanyalah salah satu cara Diddy memaksa Ventura dan Jane untuk ikut dalam aktivitas seksual yang disebut jaksa sebagai bentuk perdagangan seks, mengingat para pria penghibur tersebut dibayar.
Kedua perempuan itu juga bersaksi bahwa Diddy mengancam akan menghentikan bantuan finansial terhadap mereka dan menyebarkan foto-foto porno mereka jika menolak.
"Dia menggunakan kekuasaan, kekerasan, dan rasa takut untuk mendapatkan apa yang dia inginkan," ujar jaksa Christy Slavik dalam argumen penutup pada 26 Juni.
"Dia tidak pernah menerima kata 'tidak'."
Namun, tim pembela membantah bahwa tindakan Diddy layak disebut sebagai perdagangan seks. Menurut mereka, meskipun Combs pernah melakukan KDRT dalam hubungan, para korban adalah perempuan independen yang ikut dalam aktivitas seksual itu secara sukarela demi menyenangkan Diddy.
Keduanya bahkan mengaku tetap menghabiskan waktu dan berhubungan seksual dengan Diddy setelah dipukuli. Pihak pembela berargumen bahwa mereka hanya menuduh Diddy memaksa karena cemburu melihat Diddy bersama perempuan lain.
"Kalau dia hanya didakwa atas KDRT, kita semua tidak akan duduk di sini," kata pengacara Combs, Marc Agnifilo, dalam argumen penutupnya pada 27 Juni 2025.
"Dia tidak melakukan hal-hal yang dituduhkan," ujarnya.
TUDUHAN KONSPIRASI PEMERASAN
Selain Ventura dan Jane, juri juga mendengar kesaksian dari mantan asisten pribadi Diddy yang mengatakan bahwa pekerjaan mereka termasuk menyiapkan kamar hotel untuk acara Freak Off dan membeli narkoba untuk bos mereka.
Seorang petugas keamanan InterContinental mengaku melihat Diddy, di hadapan kepala stafnya, membayar US$100.000 demi mendapatkan salinan rekaman CCTV satu-satunya yang merekam serangannya terhadap Ventura.
Rapper Scott Mescudi alias Kid Cudi pun turut bersaksi. Ia mengatakan bahwa Diddy kemungkinan terlibat dalam insiden pembakaran mobil miliknya setelah mengetahui bahwa Cudi menjalin hubungan dengan Ventura.
Menurut jaksa, semua tindakan tersebut merupakan bagian dari konspirasi pemerasan yang dilakukan Diddy dan orang-orang terdekatnya, dengan tujuan memfasilitasi kekerasan serta menutupi bukti kejahatan.
Pihak pembela tetap bersikeras bahwa Diddy hanyalah seorang pengusaha sukses yang menggunakan narkoba secara rekreasional, namun tetap memisahkan kehidupan pribadi dan profesionalnya.
Diddy masih mendekam di pusat tahanan federal di Brooklyn sejak penangkapannya pada September 2024 lalu.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.