ChatGPT masuk dunia mainan, gandeng produsen Barbie, kartu Uno dan Hot Wheels
Siap-siap, mainan anak-anak tak lagi sekadar diam, tapi mungkin bisa "ngobrol" dan berinteraksi lewat sentuhan AI.
Boneka Barbie merupakan produk mainan yang diproduksi oleh Mattel, yang juga membuat Hotwheels dan kartu Uno. (Foto: iStock/ivanastar)
Induk perusahaan teknologi kecerdasan buatan (AI) ChatGPT, OpenAI, akan melebarkan usahanya ke industri mainan dengan menggandeng Mattel, produsen ikonik di balik Barbie, Hot Wheels, dan kartu Uno. Kolaborasi ini berupaya menciptakan pengalaman bermain yang lebih interaktif dan canggih dengan sentuhan AI, dan akan segera dirilis akhir tahun ini.
Dalam pernyataannya, Mattel menyampaikan mereka berencana untuk "membawa keajaiban AI ke dalam pengalaman bermain yang sesuai usia, dengan penekanan pada inovasi, privasi, dan keamanan."
Mattel juga mengumumkan akan mengintegrasikan teknologi AI canggih milik OpenAI seperti ChatGPT Enterprise ke dalam operasional bisnis mereka guna meningkatkan inovasi produk.
Langkah ini diambil di tengah tantangan yang dihadapi industri mainan, saat para produsen harus berjibaku menghadapi menurunnya permintaan karena konsumen mulai mengetatkan pengeluaran akibat dampak ekonomi dari perubahan kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump.
Dalam setahun terakhir, Mattel memang mengandalkan produksi film, acara TV, dan game mobile berbasis produknya seperti Hot Wheels dan Barbie, untuk mengimbangi penurunan di bisnis inti mainannya.
Mattel sempat sukses memikat audiens dewasa lewat film blockbuster Barbie yang dirilis tahun 2023 lalu. Film yang dibintangi Margot Robbie tersebut meraup hampir US$1,5 miliar secara global, menurut laporan dari Deadline.
Kini, perusahaan tengah menggarap film berdasarkan mainan lainnya seperti Hot Wheels, Polly Pocket, Barney, UNO, dan Masters of the Universe, serta berbagai konten animasi dan live-action untuk TV.
Mattel juga merambah dunia game digital, dan berencana meluncurkan game pertamanya yang diterbitkan sendiri pada tahun 2026, sebagaimana tercantum dalam laporan keuangan kuartal pertama perusahaan.
Mattel baru saja menggabungkan divisi film dan televisinya menjadi Mattel Studios. Namun, bulan lalu perusahaan ini menarik proyeksi pendapatan tahunannya dan mengumumkan akan menaikkan harga sejumlah produk domestik demi menekan lonjakan biaya rantai pasokan.
"Dengan OpenAI, Mattel mendapatkan akses ke rangkaian kemampuan AI yang canggih beserta alat-alat baru yang dapat mendorong produktivitas, kreativitas, dan transformasi di seluruh lini perusahaan dalam skala besar," ujar Chief Operating Officer OpenAI, Brad Lightcap, dikutip dari Reuters.
Kolaborasi ini juga menjadi langkah baru bagi OpenAI, yang sebelumnya telah menandatangani perjanjian lisensi dengan media dan perusahaan besar, tetapi belum pernah bermitra dengan produsen mainan.
Kolaborasi ini sejalan dengan strategi besar OpenAI untuk menanamkan teknologinya ke berbagai industri, dan berpotensi memberi mereka pijakan kuat di lini hiburan Mattel yang tengah berkembang.
"Sebagai bagian utama dari kolaborasi ini, Mattel dan OpenAI akan menekankan pentingnya aspek keamanan, privasi, dan perlindungan dalam setiap produk dan pengalaman yang nantinya hadir di pasaran," tulis Mattel dalam pernyataannya.
Menurut laporan TechCrunch, Chief Franchise Officer di Mattel, Josh Silverman, mengungkapkan Mattel tidak memberikan lisensi kekayaan intelektual (IP) mereka kepada OpenAI sebagai bagian dari kerja sama ini, dan tetap memegang kendali penuh atas produk-produk yang dikembangkan.
Entah nanti jadinya Barbie yang bisa mengobrol pakai ChatGPT atau cuma proses bikin skrip film yang jadi lebih cepat, satu hal yang pasti: deretan brand klasik Mattel sedang dipoles dengan sentuhan teknologi AI generasi terbaru.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.