Durasi hampir 3 jam, The Odyssey film terbaik Christopher Nolan?
Diadaptasi dari puisi klasik Yunani, proyek ambisius bertabur bintang ini sukses memicu perdebatan sengit di kalangan kritikus.
Aktor Matt Damon dan aktris Zendaya dalam salah satu adegan film The Odyssey karya sutradara Christopher Nolan. (Foto: Dok. Universal Pictures)
Sutradara Christopher Nolan kembali menantang batas kesabaran penonton bioskop lewat film megah The Odyssey yang berdurasi, 2 jam 52 menit, atau nyaris tiga jam. Film yang diadaptasi dari puisi klasik Yunani ini bertabur bintang papan atas Hollywood, dengan sejumlah kritikus berbeda pendapat soal apakah film ini merupakan karya terbaik dari Nolan.
Durasi yang panjang itu mencerminkan skala besar epik Yunani garapan Nolan. Diproduksi di enam negara dengan anggaran yang dilaporkan mencapai US$250 juta (Rp4,5 triliun), The Odyssey menghadirkan deretan bintang, termasuk Matt Damon, Tom Holland, Zendaya, Anne Hathaway, dan Robert Pattinson.
Film berdurasi panjang bukanlah hal baru bagi Nolan. Tercatat, filmnya yang meraih Oscar pada 2023, Oppenheimer, berdurasi tiga jam. Sebelumnya, Nolan membuat Interstellar (2014) dengan durasi 2 jam 49 menit.
Keduanya sukses memikat kritikus maupun penonton. Namun, apakah The Odyssey layak membuat penonton meluangkan waktu hampir tiga jam? Berikut rangkuman ulasan para kritikus.
SINOPSIS THE ODYSSEY
The Odyssey mengikuti perjalanan Odysseus (Matt Damon), raja Ithaca, yang berusaha pulang ke rumah setelah berakhirnya Perang Troya.
Dalam perjalanan pulang selama 10 tahun, ia harus menghadapi berbagai rintangan, mulai dari monster mitologi, amarah para dewa, hingga godaan yang menguji tekadnya untuk kembali kepada keluarganya.
Sementara itu, sang istri, Penelope (Anne Hathaway) berjuang mempertahankan kerajaannya dari para pelamar yang ingin merebut takhta, ditemani putranya, Telemachus (Tom Holland), yang mulai mencari jejak ayahnya.
Film ini juga menghadirkan Zendaya sebagai Dewi Athena, Robert Pattinson sebagai Antinous, Charlize Theron sebagai Circe, Lupita Nyong'o sebagai Helen dari Troy dan Clytemnestra, serta Jon Bernthal sebagai Raja Sparta, Menelaus.
MENGAPA DURASI THE ODYSSEY SANGAT PANJANG?
Jawaban sederhananya, karena kisah yang diangkat lewat film ini memang berskala sangat besar.
Diadaptasi dari puisi Yunani kuno karya Homer, The Odyssey berlangsung selama 10 tahun, merangkai berbagai alur cerita sekaligus memperkenalkan puluhan karakter penting.
Memadatkan semua rangkaian cerita itu ke dalam satu film memang hampir mustahil dilakukan dengan durasi film blockbuster pada umumnya.
Bahkan, Nolan awalnya ingin membuat film ini lebih panjang lagi. Namun, ia harus menjaga durasinya tetap di bawah tiga jam karena keterbatasan teknis proyeksi film IMAX.
"Film ini tetap sebuah epik, sebuah film epik sebagaimana dituntut oleh materi ceritanya, tetapi memang lebih pendek [dibanding Oppenheimer]," ujar Nolan kepada Associated Press.
DURASI PANJANG, LAYAK DITONTON?
Bagi sebagian besar kritikus, jawabannya iya.
Brett Arnold dari Yahoo mengatakan, The Odyssey "memberikan semua hal yang diharapkan dari sebuah film epik dengan ukuran dan skala seperti ini, bahkan lebih", termasuk visual yang "memukau" serta penampilan para pemain yang "luar biasa".
Associated Press menyebut film tersebut "tidak pernah terasa lambat".
Sementara USA Today menggambarkannya sebagai "film yang sangat personal dan penuh perenungan" yang "untuk ukuran film berdurasi tiga jam, mampu mengalir dengan sangat baik."
NPR juga memiliki penilaian serupa, dengan menuliskan bahwa The Odyssey "bergerak dengan cukup cepat", meski sesekali terasa "terlalu padat."
Sementara itu, The Guardian memberikan ulasan bintang lima terhadap film ini, dan memuji "ambisi yang mendebarkan" dari Nolan.
The Independent bahkan berpendapat bahwa film ini merupakan karya terbaik Nolan sejauh ini. "Film ini pantas menjadi karya yang mendefinisikan dirinya," tulis media tersebut.
Namun, tidak semua kritikus memiliki pendapat yang sama.
Majalah Time menyebut The Odyssey sebagai "film gagal yang membosankan", dengan alasan film Nolan tersebut "terbebani oleh detail-detail" dari puisi karya Homer.
Menurut ulasan Time, akan jauh lebih baik jika The Odyssey berfokus pada elemen-elemen yang "paling kuat, paling menarik, dan paling menyentuh."
Sementara, The Hollywood Reporter juga mempertanyakan apakah Nolan mencoba memasukkan terlalu banyak materi ke dalam satu film.
Mereka berpendapat bahwa naskah yang "padat" terkadang "terhambat oleh sifat puisi Homer yang memang tersusun secara episodik."
Memang, tidak semua orang akan antusias menghabiskan waktu hampir tiga jam untuk menonton satu film.
Namun, jika melihat ulasan para kritikus, The Odyssey berhasil membuat durasinya terasa jauh lebih ringan daripada yang dibayangkan.
Film The Odyssey tayang di bioskop Indonesia mulai 15 Juli 2026.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.