Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Mengenang Ozzy Osbourne: Pangeran Kegelapan heavy metal yang tak pernah padam

Berangkat dari ide simpel 'kalau film horor bisa bikin orang antri, kenapa musik enggak?', Ozzy Osbourne tumbuh dari remaja disleksia menjadi ikon heavy metal: tampil bak pemuja setan, menggigit kelelawar di atas panggung, lalu berubah jadi bintang reality show. Kini, sang Godfather of Heavy Metal tinggal dalam kenangan.

Mengenang Ozzy Osbourne: Pangeran Kegelapan heavy metal yang tak pernah padam

Ozzy Osbourne di kediamannya di Beverly Hills, 18 Februari 2003. (Foto: REUTERS/Jim Ruymen)

23 Jul 2025 01:22PM (Diperbarui: 23 Jul 2025 01:38PM)

Ozzy Osbourne, ikon musik keras dan vokalis Black Sabbath, tutup usia di umur 76 tahun. Dalam pernyataan keluarga yang dirilis Selasa (22/7), dunia kehilangan sosok yang dikenal sebagai "The Prince of Darkness" dan "Godfather of Heavy Metal"—sosok yang belakangan menjelma menjadi bintang reality show keluarga yang penuh cinta, meskipun tetap kasar dan nyeleneh seperti biasanya.

Ia menghembuskan napas terakhir hanya beberapa pekan setelah konser perpisahannya bersama Black Sabbath pada 5 Juli 2025 di Birmingham, yang menjadi kampung halamannya.

Sejak tahun 2020, musisi Inggris ini memang diketahui mengidap penyakit Parkinson.

"Kami harus menyampaikan dengan sangat sedih—melebihi apa pun kata-kata bisa ungkapkan—bahwa Ozzy Osbourne tercinta telah meninggal pagi ini. Dia dikelilingi oleh keluarga dan cinta," demikian pernyataan keluarga, dikutip dari Billboard. 

Kalangan musisi ternama mengungkapkan kesedihan atas kepergian Ozzy. Mereka mengungkapkan rasa kagum dan kasih sayang terhadap ikon heavy metal ini.

Musisi legendaris Inggris, Elton John, menyebut Ozzy sebagai "sahabat sejati dan pelopor besar", serta "salah satu orang terlucu yang pernah saya temui" dalam unggahannya di Instagram. 

"Sangat sedih mendengar kabar Ozzy Osbourne meninggal. Dia sahabat sejati dan pelopor besar yang tempatnya sudah terukir di antara dewa-dewa rock — sebuah legenda sejati. Dia juga salah satu orang terlucu yang pernah saya kenal. Aku akan merindukannya. Untuk Sharon dan keluarga, aku sampaikan belasungkawa dan cinta. Elton xx"

Sementara, Nirvana menulis di platform X, "Terima kasih Ozzy Osbourne atas inspirasinya. @BlackSabbath adalah cetak biru untuk heavy rock. #Ozzy"

Rod Stewart juga menyampaikan di Instagram, "Bye, bye Ozzy. Tidurlah dengan tenang, temanku. Kita bertemu nanti di atas sana — lebih cepat daripada nanti.

Ozzy Osbourne tampil di konser 10th Annual MusiCares MAP Fund Benefit di Club Nokia, Los Angeles, California 12 Mei 2014. (Foto: REUTERS/Mario Anzuoni)

MASA KECIL SURAM

Menurut The Guardian, John Michael "Ozzy" Osbourne saat remaja tidak menunjukkan tanda-tanda akan sukses besar. Masa kecilnya penuh kesulitan—mengalami disleksia, pelecehan seksual, dan intimidasi. 

Ia juga pernah mencoba jadi pencuri namun gagal total: sebuah televisi yang dicobanya curi jatuh menimpanya; karena gelap, ia malah mencuri pakaian bayi, bukan dewasa, dan akhirnya ketahuan, masuk penjara selama enam minggu.

"OZZY ZIG NEEDS A GIG" tertulis pada kartu yang ia tempelkan di jendela toko musik lokal—kata "need" jelas mencerminkan situasinya saat itu. 

Saat akhirnya ia jadi vokalis band blues rock Earth (yang kemudian menjadi Black Sabbath), ia sudah kehabisan pilihan. Strategi mereka untuk naik panggung hanyalah mengendarai van berisi peralatan ke konser band lain tanpa undangan, berharap bisa tampil jika ada yang batal.

Ketika Ozzy mulai bernyanyi, suaranya terdengar seperti jeritan tanpa pelatihan, cocok untuk lagu-lagu dengan tema suram dan nasib sial—seperti definisi rock’n’roll menurut Lee Brilleaux dari Dr Feelgood: "Musik tentang hukum ironis dan nasib buruk."

Ozzy Osbourne tampil di Stadion Alexander, Birmingham, Inggris - 8 Agustus 2022. (Foto: REUTERS/Hannah Mckay)

LAHIRNYA HEAVY METAL 

Mitos penciptaan Black Sabbath – dan heavy metal – awalnya muncul dari ide cerdik drummer Bill Ward: kalau orang antri untuk nonton film horor, kenapa tidak buat versi rock-nya?

Black Sabbath terdengar seperti produk dari dunia industri kelas pekerja: kelabu, tanpa kemewahan, dengan efek dari budaya hippie. Ozzy meluncurkan karirnya pada awal 1970-an lewat hits Sabbath seperti Paranoid, War Pigs, hingga Sabbath Bloody Sabbath.

Kritik rock "serius" sempat meremehkan mereka, tapi hal itu justru memperkuat kedekatan Black Sabbath dengan para remaja Inggris yang merasa tersingkir, dan malah mengukuhkan status mereka sebagai band rakyat lewat koneksi langsung, tanpa bantuan media massa.

Karir solonya membawa Ozzy menjual lebih dari 100 juta rekaman secara global. Riff berat dan tema gelap—mulai dari depresi, peperangan, hingga kehancuran—dipadu dengan unsur teater Halloween di atas panggung. 

Ia bahkan pernah menabur daging mentah ke penonton, menggigit kepala kelelawar di atas panggung pada 1982 (yang dilemparkan penggemar), menggigit kupu-kupu di tengah acara perusahaan rekaman, hingga melepas pakaian dan mencelupkan kemaluannya ke gelas anggur saat makan malam dengan eksekutif label Jerman, bahkan buang air kecil di Monumen Alamo.

Ozzy bersikeras bahwa kelelawar itu "terlihat seperti mainan" hingga ia tergigit—lalu buru-buru ke rumah sakit untuk suntik rabies. Belakangan, ia menjual boneka kelelawar bermerek dengan kepala yang bisa dilepas.

Ozzy Osbourne tampil di Brasilia, 5 April 2011 dalam rangkaian tur Scream Tour Amerika Selatan/Eropa 2011. (Foto: REUTERS/Ueslei Marcelino)

KONTROVERSI

Ozzy  sering jadi sasaran kelompok konservatif dan agama yang khawatir akan dampak lagu dan gaya hidupnya terhadap anak muda. Ia tidak menyangkalnya—namun ia menolak tuduhan sebagai penyembah setan.

"Saya sudah melakukan hal-hal buruk, tapi saya bukan setan. Saya cuma John Osbourne: anak kelas pekerja dari Aston yang keluar dari pabrik untuk mencari kesenangan," katanya dalam biografi tahun 2010.

"Waktu kecil, kalau kamu bilang siapa di antara kami yang bakal hidup sampai usia 60-an, punya lima anak, empat cucu, rumah di Buckinghamshire dan California, aku tidak akan pasang taruhanku pada diriku sendiri," ujarnya. 

Pada 2002, Ozzy menarik penggemar baru lewat reality show AS, The Osbournes memperlihatkan kehidupan sang dewa rock lanjut usia di rumah megah Beverly Hills, berbicara dengan logat Birmingham yang kental, serta mengamati tingkah keluarga yang lucu.

Keluarganya mencakup istri sekaligus manajernya, Sharon, lima anak (termasuk Jack, Kelly, dan Aimee), serta beberapa cucu.

Tak disebutkan penyebab kematiannya, tapi Ozzy mengonfirmasi pada 2020 bahwa ia sudah mengidap Parkinson yang membuatnya kehilangan kemampuan berjalan.

Ozzy Osbourne tampil dalam konser perpisahan Black Sabbath yang bertajuk "Back to the Beginning", di Villa Park, Birmingham, Inggris, 5 Juli 2025. (Foto: REUTERS/Sachin Ravikumar)

Di konser terakhirnya bersama Black Sabbath, Ozzy tampil sambil duduk, terkadang kesulitan berbicara saat berterima kasih kepada ribuan penggemar, yang beberapa di antaranya menangis terharu.

Ia tampil bersama rekan-rekannya Tony Iommi, Geezer Butler, dan Bill Ward untuk konser Back to the Beginning—pertama kalinya mereka tampil bersama setelah 20 tahun.

Penampilannya mendapat banyak penghormatan dari rocker dan musisi besar seperti Steven Tyler (Aerosmith), James Hetfield (Metallica) dan Elton John, yang muncul di panggung dan layar stadion.

"Terima kasih atas dukungan selama ini. Terima kasih dari lubuk hatiku. Aku mencintaimu," pungkas Ozzy.

Selamat jalan, Ozzy Osbourne, sang Pangeran Kegelapan. Suaramu yang menggelegar akan terus menghidupi bara api heavy metal yang tak akan pernah padam.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan