Nikita Mirzani live dari dalam rutan, kok bisa?
Artis Nikita Mirzani dalam salah satu unggahannya di media sosial. (Foto: Instagram/@nikitamirzanimawardi_172)
Nikita Mirzani kembali jadi sorotan setelah muncul dalam siaran langsung (live) jualan salah seorang dokter di media sosial. Padahal, saat ini Nikita tengah berada di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, atas kasus yang menderanya.
Cuplikan video Nikita dibagikan di akun TikTok @changlili72 pada Senin lalu (10/11). Dalam video tersebut, Nikita muncul dalam panggilan video ketika dokter Oky Pratama sedang live jualan produk perawatan tubuh.
Nikita terlihat mengakan headset dengan microfon yang mengarah ke bibirnya. Latar belakang terlihat tembok rutan dengan beberapa pintu. Dia juga turut membantu promosi produk dokter Oky.
“Di-check out, di-check out. Itu bukan HB ya, itu body lotion saja. Jadi, kalian itu harus pintar sebagai customer,” kata Nikita.
Sebelumnya pada akhir bulan lalu, Nikita divonis 4 tahun penjara dan denda sebesar Rp1 miliar atas kasus penyebaran informasi elektronik yang mengandung unsur ancaman dan pemerasan.
Kuasa hukum Nikita, Galih Rakasiwi, mengaku tidak tahu soal live tersebut. Menurut dia, panggilan telepon itu memang difasilitasi oleh pihak rutan.
"Oh saya enggak tahu. Kalau itu kan difasilitasi juga sama pihak rutan," kata Galih dikutip Kompas pada Selasa (11/11).
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, juga mengatakan bahwa pihak rutan memang menyediakan fasilitas telepon berbayar untuk para tahanan yang bernama Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan (Wartel Suspas).
“Yang bersangkutan menggunakan wartel yang memang disediakan kepada warga binaan,” kata Agus kepada Kompas.
Dalam menggunakan fasilitas tersebut, lanjut Agus, tahanan tetap dimonitor oleh petugas terkait jalur dan alur komunikasi mereka.
Hal yang sama disampaikan oleh Kepala Sub Direktorat Kerja Sama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS), Rika Aprianti, yang mengatakan bahwa apa yang dilakukan Nikita telah sesuai dengan prosedur.
Menurutnya, seluruh penghuni lapas dapat menggunakan fasilitas tersebut agar tetap bisa berkomunikasi secara legal dan diawasi, serta untuk menekan praktik penyelundupan ponsel ke dalam blok hunian.
Selain itu, kata Rika, yang dilakukan Nikita adalah melakukan panggilan video kepada seseorang yang kebetulan sedang live. Jadi, Nikita tidak menggunakan fasilitas itu untuk live di media sosial.
"Kalau melihat dari video itu, sepertinya sedang video call dengan kerabatnya. Penggunaan handphone itu ada di Wartel Suspas," kata Rika Aprianti kepada Detikcom.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.