NewJeans wajib bertahan di ADOR sampai 2029, tapi langsung ajukan banding
Ogah kembali bersama ADOR, girl band ini langsung saja mengajukan banding dengan harapan dapat benar-benar memutus kontrak eksklusif mereka dan kembali aktif bermusik.
Girlband NewJeans dalam salah satu sesi foto bersama. (Foto: Dok. ADOR)
SEOUL: Pengadilan Distrik Pusat Seoul pada Rabu (29/10) memutuskan bahwa girl band NewJeans harus mempertahankan kontrak eksklusif mereka dengan agensi ADOR hingga tahun 2029. Tak terima dengan keputusan ini, NewJeans langsung mengajukan banding dengan harapan dapat memutus kontrak dari agensi itu.
Putusan ini menjadi kemenangan bagi ADOR dalam gugatan yang mereka ajukan terhadap grup K-Pop itu untuk mengonfirmasi keabsahan kontrak. Keputusan itu keluar sekitar 11 bulan setelah NewJeans mengumumkan niat mereka untuk mengakhiri kerja sama dengan agensi tersebut.
Menurut pengadilan, pemecatan mantan CEO ADOR, Min Hee-jin, tidak memberikan dasar hukum bagi NewJeans untuk mengakhiri kontrak. Pengadilan menilai bahwa pemecatan Min tidak berdampak pada perencanaan produksi album maupun aktivitas hiburan grup.
Pengadilan juga menyatakan bahwa tidak ada bukti kuat yang mendukung klaim utama NewJeans terkait alasan pemutusan kontrak—terutama soal pemecatan Min dan dugaan kegagalan ADOR melindungi para anggota.
"Sulit menyimpulkan bahwa ADOR melanggar kontrak eksklusif hanya karena pemecatan Min Hee-jin," bunyi putusan pengadilan, dikutip dari The Korea Times.
"Fakta bahwa Min diberhentikan dari jabatannya sebagai CEO tidak berarti bahwa terjadi kekosongan manajemen atau bahwa ADOR menjadi tidak mampu memenuhi kewajibannya berdasarkan kontrak," tambah pengadilan.
"Kepercayaan pribadi para anggota terhadap Min saja tidak cukup untuk membuktikan bahwa posisi CEO-nya adalah kewajiban mendasar dalam kontrak eksklusif tersebut."
AJUKAN BANDING
Setelah putusan dibacakan, NewJeans melalui firma hukum Sejong mengumumkan bahwa mereka akan mengajukan banding atas keputusan tersebut.
"Para anggota menghormati keputusan pengadilan," ujar pihak Sejong dalam pernyataan resmi, dikutip dari Korea Herald.
"Namun, mengingat kepercayaan terhadap ADOR sudah benar-benar hilang, tidak mungkin bagi mereka untuk kembali dan melanjutkan aktivitas secara normal di bawah perusahaan itu."
Pihak firma menambahkan, "Para anggota berencana untuk segera mengajukan banding, dengan harapan bahwa pengadilan banding akan meninjau kembali fakta dan dasar hukum terkait pemutusan kontrak secara menyeluruh dan mencapai kesimpulan yang adil."
Pengadilan juga menyebut bahwa ADOR sempat menawarkan kontrak baru untuk Min Hee-jin, yang berlaku hingga akhir masa jabatannya dan memintanya tetap memproduksi untuk NewJeans. Namun, Min memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai direktur internal.
Klaim tambahan NewJeans bahwa kontrak dilanggar karena bocornya video latihan mereka ke media lokal dan komentar dari pejabat HYBE yang diduga merundung Hanni juga dianggap tidak cukup kuat untuk dijadikan alasan pemutusan kontrak. HYBE merupakan induk perusahaan ADOR.
Pengadilan juga menolak klaim NewJeans dan Min bahwa kampanye publik Min melawan ADOR dan HYBE dilakukan demi melindungi grup tersebut.
"Tidak bisa dikatakan bahwa tindakan Min Hee-jin bertujuan untuk melindungi grup," tegas pengadilan, seraya menambahkan bahwa upayanya tidak secara langsung berkaitan dengan kemandirian para anggota.
HYBE SAMBUT BAIK KEPUTUSAN
Sebagai perusahaan induk ADOR, HYBE menyambut baik hasil keputusan ini dan berharap situasi bisa kembali stabil.
"Kami sungguh berharap hasil hari ini dapat menjadi kesempatan bagi para artis untuk menenangkan diri dan merefleksikan masalah ini," kata HYBE dalam pernyataan resmi.
"Kami juga ingin menegaskan kembali tanggung jawab kami sebagai agensi manajemen. Seperti yang disampaikan selama persidangan utama, kami telah menyelesaikan persiapan untuk album penuh dan aktivitas mendatang. Kami akan melakukan yang terbaik, bekerja sama dengan para artis, untuk membawa mereka kembali ke penggemar."
Konflik ini bermula pada November 2024, ketika NewJeans tiba-tiba menggelar konferensi pers dan mengumumkan pemutusan kontrak eksklusif mereka dengan ADOR. Label tersebut kemudian menanggapi dengan gugatan pada Desember 2024 untuk mengonfirmasi keabsahan kontrak.
ADOR juga meminta pengadilan melarang anggota NewJeans agar tidak bisa melakukan aktivitas independen atau menandatangani kontrak iklan tanpa persetujuan agensi hingga gugatan hukum selesai.
Pada Februari, grup tersebut sempat mengumumkan rencana untuk melanjutkan aktivitas di bawah nama baru, NJZ. Namun, pengadilan mengabulkan permintaan ADOR untuk menunda kegiatan rebranding itu, yang secara efektif menghentikan semua aktivitas NJZ.
Banding dan keberatan yang diajukan para anggota NewJeans setelahnya juga semuanya ditolak.
Selain itu, pengadilan menyetujui permintaan ADOR agar setiap anggota NewJeans harus membayar 1 miliar won (sekitar Rp13,5 miliar) kepada ADOR per pelanggaran jika mereka melakukan aktivitas hiburan tanpa izin.
Sejak saat itu, NewJeans tetap tidak aktif dalam kegiatan musik maupun publik.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.