Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Netflix mundur dari akuisisi Warner Bros, Paramount makin dekat dengan deal Rp1.800 triliun

Netflix memilih tidak menaikkan tawaran setelah Paramount mengajukan proposal yang lebih unggul. Apakah ini akan mengubah peta kekuatan Hollywood?

Netflix mundur dari akuisisi Warner Bros, Paramount makin dekat dengan deal Rp1.800 triliun

Logo Netflix ditampilkan di Mumbai, India, pada 3 Februari 2026. (Foto: REUTERS/Francis Mascarenhas)

Setelah berbulan-bulan tarik ulur negosiasi, Netflix akhirnya mundur dari perebutan Warner Bros Discovery. Langkah ini memberi ruang bagi Paramount untuk melaju tanpa hambatan dalam upaya mengambil alih salah satu studio paling bersejarah di Hollywood itu dalam deal senilai US$110 miliar (sekitar Rp1.800 triliun).

Warner Bros, yang menyatakan perusahaan ini siap dijual sejak tahun lalu, pada Kamis (26/2) mengatakan bahwa penawaran terbaru dari Paramount dinilai "lebih unggul" dibandingkan proposal dari Netflix. Di sisi lain, Netflix memilih untuk tidak menaikkan tawarannya.

Para eksekutif Netflix menyatakan mereka menolak menyamai tawaran Paramount karena "kesepakatan tersebut sudah tidak lagi menarik secara finansial" di harga tersebut, menurut laporan BBC.

Pihak pembeli nantinya akan mendapatkan kendali atas studio Warner Bros Discovery beserta film-film dan jaringan medianya. Akuisisi ini berpotensi secara signifikan mengubah lanskap industri media global.

Pada Desember lalu, Warner Bros sempat menyetujui tawaran pengambilalihan dari Netflix untuk sebagian asetnya dalam kesepakatan senilai sekitar US$82 miliar (Rp1.376 miliar), termasuk utang.

Paramount kemudian mengajukan proposal tandingan yang sempat ditolak oleh Warner Bros. Namun, awal pekan ini Paramount meningkatkan tawarannya, dengan tambahan US$1 per saham.

"Transaksi yang kami negosiasikan akan menciptakan nilai bagi pemegang saham dengan jalur persetujuan regulasi yang jelas," bunyi pernyataan dari co-chief executive Netflix Ted Sarandos dan Greg Peters. "Namun, kami selalu disiplin."

"Transaksi ini sejak awal merupakan sesuatu yang 'baik untuk dimiliki' pada harga yang tepat, bukan sesuatu yang 'harus dimiliki' dengan harga berapa pun," tambah para eksekutif Netflix tersebut.

Pemandangan dari drone memperlihatkan logo Netflix di kawasan Hollywood, Los Angeles, California, AS, pada 20 Januari 2026. (Foto: REUTERS/Daniel Cole)

Pengumuman ini muncul hanya beberapa jam setelah Sarandos mengunjungi Gedung Putih Amerika Serikat pada Kamis (26/2).

Langkah ini sekaligus menutup saga dramatis yang berlangsung selama berbulan-bulan dan, jika disetujui regulator, berpotensi membentuk ulang wajah Hollywood.

Namun, Jaksa Agung AS California Rob Bonta mengatakan pada Kamis malam bahwa potensi merger tersebut "belum merupakan kesepakatan final".

"Dua raksasa Hollywood ini belum lolos dari pengawasan regulasi. Departemen Kehakiman California sedang melakukan penyelidikan terbuka, dan kami berniat melakukan peninjauan secara menyeluruh," tulisnya dalam sebuah unggahan di media sosial.

Awal bulan ini, Bonta juga menyatakan bahwa kantornya akan meninjau setiap kesepakatan yang melibatkan Warner Bros karena industri hiburan merupakan "sektor krusial" bagi perekonomian California.

Selain itu, Paramount juga masih membutuhkan persetujuan dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat serta regulator di Eropa sebelum kesepakatan ini benar-benar terwujud.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps(da)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan