Netflix gandeng Kimo Stamboel untuk Abadi Nan Jaya, film zombie khas Indonesia
Tim produksi film yang dalam Bahasa Inggris berjudul The Elixir ini sempat berkonsultasi dengan tim yang menggarap serial Korea, Kingdom, untuk mematangkan genre zombie.
Potongan adengan dalam film bergenre zombie Indonesia, Abadi Nan Jaya, arahan Kimo Stamboel yang memperlihatkan akting aktor Donny Damara. (Foto: Instagram/@kimostamboel)
Platform streaming Netflix siap menghidupkan genre zombie di layar Asia Tenggara lewat Abadi Nan Jaya, film horor Indonesia terbaru garapan sutradara spesialis film-film yang bikin merinding, Kimo Stamboel.
Mengusung cerita mayat hidup yang dibalut kritik sosial khas Indonesia, proyek ini menandai kolaborasi lanjutan antara Netflix dengan sineas lokal dalam upaya memperluas jagat undead-nya di platform ini.
Rencana ini diungkapkan oleh Wakil Presiden Konten Netflix untuk wilayah Asia Pasifik (kecuali India) Minyoung Kim ketika memaparkan ekspansi Netflix di Asia, khususnya untuk film-film horor.
Kim mengungkapkan kolaborasi ini menyusul kesuksesan genre zombie di Korea Selatan melalui serial Kingdom. Melihat potensi tersebut, Netflix pun ingin menghidupkan genre zombie di Indonesia dan Thailand, dua negara di Asia yang terkenal sebagai pasar besar film-film horor, monster, dan creature horror.
Sudah bukan rahasia memang jika belakangan serial dan film dari Asia laris-manis di pasaran dan menjadi tayangan andalan Netflix. Dari Korea saja, ada Squid Game, Kingdom, dan All of Us Are Dead yang menjadi hits yang meraih banyak penonton.
Netflix dijadwalkan merilis Abadi Nan Jaya (atau The Elixir dalam judul Bahasa Inggris) karya Kimo Stamboel pada akhir tahun ini. Selain itu, Netflix juga menggandeng sutradara Thailand, Tent Kulp Kaljareuk untuk film horor berjudul Ziam.
Kim mengungkapkan bahwa kedua tim produksi itu sempat berkonsultasi dengan tim Korea yang menggarap serial Kingdom, demi mematangkan pendekatan mereka terhadap genre zombie.
Kim menegaskan, konsultasi ini tentu tidak akan menghilangkan kengerian zombie lokal sesuai dengan yang diterima penonton di masing-masing negara.
"Tim Korea bisa mengajarkan tekniknya, tapi bagaimana menafsirkan dan menerapkannya dalam film adalah sepenuhnya urusan tim Thailand dan tim Indonesia," kata Kim dalam wawancara dengan Deadline pada ajang showcase APAC Netflix di Tokyo, Jepang, Selasa (22/4).
"Kedua cerita ini pasti akan mengandung komentar sosial yang sangat relevan dengan konteks Indonesia dan Thailand," tambahnya.
"Saya penasaran, karena sebagai orang Korea, waktu Kingdom rilis, menarik sekali melihat bagaimana dunia bereaksi terhadap 'zombie khas Korea.'"
"Awalnya orang Korea sendiri enggak sadar, tapi saat orang luar mulai menyebut karakteristik khas zombie Korea, baru deh kami sadar: oh iya, ini memang khas Korea," tuturnya soal serial Kingdom.
"Cerita yang autentik secara lokal itu sebenarnya muncul dengan sangat alami. Jadi aku penasaran perbincangan publik nanti soal The Elixir dan Ziam," tuturnya.
Menurut situs IMDb, film Abadi Nan Jaya akan mengangkat kisah sebuah keluarga disfungsional yang menjalankan bisnis jamu terkenal. Pemilik perusahaan mencoba berinovasi dengan menciptakan ramuan baru, yang akhirnya memicu wabah zombie.
Film ini akan dibintangi oleh Donny Damara, Dimas Anggara, Eva Celia Latjuba, Marthino Lio, Mikha Tambayong, Kiki Narendra dan Varren Arianda Calief.
Selain sebagai sutradara, Kimo Stamboel juga duduk di jajaran penulis skrip, bersama dengan Agasyah Karim dan Khalid Kashogi.
Jika proyek Netflix ini berjalan mulus, bukan tidak mungkin zombie ala Thailand dan Indonesia akan seterkenal zombie Korea di mata dunia.
Apalagi, dalam wawancara itu Kim juga menyampaikan bahwa anggaran Netflix untuk produksi film dan serial Asia terus meningkat dari tahun ke tahun.
Dia berharap ke depan Asia bisa menjadi pusat hiburan dunia yang setara dengan Hollywood, baik dari segi skala produksi maupun kapabilitas industri.
"Di Asia, agar industri hiburan bisa bertahan dan mandiri, diperlukan skala tertentu," ujarnya.
"Masalahnya, kalau kita lihat masing-masing industri di negara-negara Asia, skalanya belum cukup besar jika berdiri sendiri. Karena itu, kami berupaya menyambungkan seluruh ekosistem hiburan Asia agar bisa saling menopang dan tumbuh bersama," pungkasnya.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.