Nama D'MASIV ada di halte TransJakarta, berapa harga hak penamaannya?
Sampai saat ini sudah enam halte TransJakarta yang disematkan nama perusahaan-perusahaan.
Band D'MASIV menyematkan namanya di halte TransJakarta Petukangan. (Foto: Instagram/TransJakarta)
JAKARTA: Nama halte TransJakarta di Petukangan pada Senin lalu (3/3) telah berubah menjadi 'Petukangan D'MASIV'. Hak penamaan atau naming rights ini disebut sebagai salah satu cara menambah pendapatan transportasi publik.
Diberitakan Detik, pada Senin lalu Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) Welfizon Yuza mengatakan bahwa naming rights tidak hanya transaksi bisnis, tetapi menjadikan TransJakarta salah satu platform untuk merangkul berbagai stakeholder.
Welfizon berharap dengan kolaborasi dengan band D'MASIV dapat mendorong semakin banyak lagi masyarakat yang ingin menggunakan transportasi umum di Jakarta.
"Jadi tidak hanya pemerintah yang hadir membangun, tidak hanya BUMD, tapi musisi pun juga bisa berkontribusi untuk bisa membangun Jakarta," kata Welfizon.
Tidak hanya penamaan halte, Transjakarta juga menggandeng D'Masiv sebagai Brand Ambassador. Selain itu sang vokalis, Rian D’Masiv juga menjadi voice announcer untuk halte Petukangan D’Masiv.
"Ini adalah kerja sama pertama antara publik transport dan musisi, untuk mendorong publik transport jadi bagian gaya hidup masyarakat," ujar pernyataan TransJakarta.
BERAPA HARGANYA?
Ketika ditanya berapa harga yang dibayar D'MASIV untuk menyematkan namanya di halte TransJakarta Petukangan, Jakarta Selatan, Welfizon mengatakan itu rahasia.
Namun Direktur Bisnis dan Pemanfaatan Aset Transjakarta Fadly Hasan dikutip Kompas mengatakan harga naming rights untuk halte dibuka mulai dari Rp1 miliar per tahun.
Harganya bisa berbeda tergantung kondisi dan lokasi halte. Dia mengatakan harga termahal adalah di koridor 1, yaitu halte Blok M hingga Kota.
Saat ini sudah enam halte yang dijual hak penamaannya selain Petukangan. Lima halte lainnya adalah Halte Bundaran HI Astra, Halte Senayan Bank DKI, Halte Widya Chandra Telkomsel, Halte Cawang Sentral 1 Polypaint, dan Halte Swadarma Paragon Corp.
Direktur Bisnis dan Pemanfaatan Aset TransJakarta, Fadly Hasan, mengatakan naming rights ini banyak diminati oleh berbagai perusahaan.
"Sektornya banyak berasal dari banking, consumer goods, finance, dan mining," ujar Fadly.
Untuk ke depannya TransJakarta menargetkan bisa menjual naming rights untuk 11 halte sepanjang tahun 2025.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.