'Hippo birthday': Moo Deng si kuda nil viral ultah, dapat kado Rp49 juta
Perayaannya disertai kue ulang tahun berhias buah-buahan. Namun, apakah popularitas Moo Deng masih efektif untuk kampanye pelestarian kuda nil yang terancam punah?
Moo Deng berulang tahun yang pertama. (Photo: Facebook/khamoo.andthegang)
Moo Deng, si kuda nil kerdil asal Thailand, merayakan ulang tahunnya yang pertama pada Kamis (10/7), membuatnya kini tak bisa lagi disebut bayi kuda nil. Meskipun sudah beranjak "dewasa", tingkahnya tetap saja menggemaskan.
Terbukti dengan kerumunan pengunjung yang mengular di festival Kebun Binatang Terbuka Khao Kheow demi ingin melihat Moo Deng bermain-main di kandangnya.
Sementara di sosial media, kuda nil viral ini berhasil meraup tak kurang dari lima juta followers.
Hari pertama perayaan ulang tahun Moo Deng bertepatan dengan hari libur nasional di Thailand. Dalam festival yang berlangsung selama empat hari ini, agenda hari pertama bertajuk Kenakalan Moo Deng.
Perayaannya disertai kue ulang tahun berhias buah-buahan yang disponsori oleh seorang ahli perawatan kulit dengan dana sebesar US$3.000 (sekitar Rp49 juta).
Para pengasuh Moo Deng juga dijadwalkan akan melelang beberapa barang yang pernah digunakan si kuda nil kerdil ini selama tinggal di kebun binatang di Provinsi Chonburi, yang terletak sekitar dua jam berkendara dari Bangkok.
Popularitas Moo Deng sempat diharapkan mampu menarik perhatian dunia pada nasib kuda nil kerdil yang terancam punah. Spesies asli Afrika Barat ini kini hanya tersisa sekitar 2.500 ekor, menurut Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN).
Namun, data dari media sosial dan mesin pencari menunjukkan bahwa popularitas Moo Deng memuncak sekitar akhir September tahun lalu sebelum menurun drastis.
"Moo Deng langsung viral setelah lahir," ujar Joshua Paul Dale, akademisi dari Chuo University Jepang yang mengajar tentang fenomena "kelucuan".
"Mungkin bagian dari apresiasi kita terhadap sesuatu yang lucu adalah karena kita tahu bahwa kelucuan itu tidak berlangsung lama," ungkapnya, dikutip dari ABC.
Wajah mungil dan bersemu merah muda milik Moo Deng telah melahirkan ribuan meme serta aneka merchandise, mulai dari celengan, kaus pesta, hingga es krim — yang mendorong pihak kebun binatang untuk mendaftarkan hak cipta atas kemiripan wajahnya.
Si kuda nil mini ini bahkan telah melipatgandakan penjualan tiket kebun binatang, tempat kandangnya yang kecil dan sederhana sempat disiarkan secara langsung 24 jam penuh melalui livestream.
Moo Deng kini menjadi bagian dari jajaran hewan penangkaran yang pernah menikmati popularitas singkat di internet karena kelucuannya, seperti Pesto si penguin dari Australia dan Hua Hua si panda dari Tiongkok.
Kuda nil kerdil umumnya memiliki umur antara 30 hingga 50 tahun.
Meski Dale memprediksi bahwa ketenaran Moo Deng bisa pudar seiring waktu, ia percaya bahwa daya tariknya bisa tetap bertahan karena para penggemar akan selalu mengingat "betapa luar biasanya kelucuannya saat ia masih sangat kecil dan baru lahir."
"Itu bisa terus berlanjut dan memengaruhi hubungan kita dengan hal-hal yang lucu, bahkan saat mereka tumbuh dewasa," ujarnya.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.