Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Hati-hati diabetes, mayoritas warga RI ternyata konsumsi minuman manis setiap hari

Sebanyak 47,5 persen penduduk terbiasa mengonsumsi minuman manis lebih dari satu kali per hari.

Hati-hati diabetes, mayoritas warga RI ternyata konsumsi minuman manis setiap hari
Ilustrasi minuman manis. (Foto: iStock/B_Nattasak)

Mayoritas masyarakat Indonesia ternyata mengonsumsi minuman dengan kadar gula tinggi setiap hari. Pola konsumsi semacam ini tentu saja berisiko memicu berbagai penyakit, utamanya diabetes dan hipertensi. 

Pola konsumsi minuman manis tersebut terungkap melalui laporan Survei Kesehatan Indonesia pada tahun 2023. Survei ini merupakan hasil riset kolaborasi Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan bersama Badan Pusat Statistik (BPS).

Menurut survei, sebanyak 47,5 persen penduduk terbiasa mengonsumsi minuman manis lebih dari satu kali per hari, pada 2023. 

Selain itu, sebesar 43,3 persen penduduk mengonsumsinya minuman dengan kandugan gula tinggi sebanyak 1-6 kali per minggu. 

Ilustrasi minuman manis. (Foto: iStock/Vajirawich Wongpuvarak)

Hanya sekitar 9,2% yang mengaku mereka mengonsumsinya jarang-jarang, yakni kurang dari 3 kali per bulan, menurut riset yang dilakukan terhadap penduduk dengan usia di atas 3 tahun, seperti dikutip dari Databoks.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Dr. Eva Susanti, menyatakan bahwa minuman manis berisiko memicu penyakit bila dikonsumsi berlebihan.

"Konsumsi gula yang terus menerus akan menyebabkan resistensi insulin, ketika tubuh tidak bisa menggunakan insulin secara efektif, sehingga kemungkinan akan terkena risiko mengalami diabetes apabila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik," kata Eva, dalam siaran pers Kementerian Kesehatan. 
 

Ilustrasi minuman manis. (Foto: iStock/Whale Design)

Menurut Eva, konsumsi gula berlebihan juga bisa memicu penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Ia pun menyarankan agar masyarakat mengonsumsi gula setiap hari sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni maksimal 10 persen dari total kebutuhan energi (200 kilo kalori), atau setara 50 gram per hari.

"Kesadaran akan bahaya konsumsi gula berlebihan sangat penting agar orang dapat terhindar dari penyakit serius seperti obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan lainnya," pungkas Eva.

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini.

Source: Others/ps

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan