Min Hee-jin buka suara soal tudingan ingin merebut NewJeans
Min mengungkap salah keluarga member turut terlibat dalam upaya perebutan NewJeans dan manipulasi saham HYBE.
Mantan CEO ADOR, Min Hee-jin, dalam salah satu unggahannya di media sosial. (Foto: Instagram/@min.hee.jin)
Polemik panjang seputar masa depan NewJeans kembali memanas setelah kubu Min Hee-jin akhirnya membeberkan versi mereka ke publik. Dalam konferensi pers di Seoul, sang mantan CEO ADOR itu membantah tudingan ingin merebut NewJeans atau mempengaruhi member NewJeans untuk keluar dari ADOR
Min juga mengaku menjadi korban dari situasi yang lebih kompleks dari sekadar konflik agensi dan artis.
Tim kuasa hukum Min Hee-jin menegaskan bahwa klaim poaching, atau perebutan artis, itu sebenarnya berasal dari tindakan anggota keluarga salah satu member dan seorang pebisnis dari luar.
Dalam konferensi pers yang digelar di Distrik Jongno, Seoul, pengacara Kim Sun-woong dari firma hukum Ji-Am berbicara kepada media mewakili Min. Ia menyebut Min tidak dapat hadir karena mengalami tekanan psikologis akibat konflik yang masih berlangsung.
Kim menekankan bahwa tujuan konferensi pers tersebut adalah untuk meluruskan apa yang ia sebut sebagai "kebenaran dan esensi" dari tudingan poaching, yang berkaitan dengan gugatan hukum yang diajukan ADOR terhadap Min.
Menurut Kim, tudingan tersebut tidak melibatkan Min, melainkan berpusat pada "sebuah skema publik" yang dilakukan oleh paman dari salah satu member NewJeans dan seorang pebisnis.
Ia mengklaim bahwa kedua orang tersebut berupaya memanfaatkan NewJeans dan Min untuk memanipulasi harga saham HYBE, induk perusahaan ADOR.
Isu poaching pertama kali mencuat pada April 2024, ketika HYBE Labels meluncurkan audit internal terhadap Min. HYBE menuduh Min berusaha mengambil alih kendali ADOR, dan empat bulan kemudian ia diberhentikan dari jabatannya sebagai CEO.
Kim mengatakan bahwa saat tudingan tersebut pertama kali muncul, Min berupaya mencapai penyelesaian dengan HYBE demi memastikan NewJeans dapat kembali beraktivitas.
Ia mengklaim bahwa dalam proses tersebut, anggota keluarga dari salah satu member grup, yang memiliki hubungan pribadi dengan jajaran manajemen senior HYBE, memanfaatkan situasi Min guna memanipulasi harga saham HYBE.
Kim juga menuduh bahwa ADOR dan para pemegang saham pengendalinya sebenarnya sudah mengetahui adanya upaya manipulasi saham tersebut.
Namun, alih-alih melindungi NewJeans, mereka justru memanfaatkan tudingan itu dalam konflik mereka dengan Min dengan meminta bukti dari keluarga member terkait.
Pesan Telegram dan rekaman audio yang diklaim mendukung pernyataan ini turut diungkap dalam konferensi pers tersebut.
Kim menyebut bahwa sebelumnya Min memilih untuk tidak menanggapi secara terbuka berbagai "laporan palsu" demi melindungi para member NewJeans dan keluarga mereka.
NewJeans kini dipastikan kembali di bawah naungan ADOR, dengan seluruh member kembali bergabung, kecuali Danielle Marsh yang diberhentikan.
ADOR juga mengajukan gugatan hukum untuk menuntut denda dan ganti rugi terhadap Danielle, salah satu anggota keluarganya, serta Min, sebesar 43,1 miliar won atau setara dengan sekitar hampir Rp500 miliar.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.