Fenomena menstruasi dini makin marak, studi ungkap dampak kesehatannya
Anak perempuan yang sudah mulai mengalami menstruasi di bawah usia 9 tahun dianggap mengalami menstruasi dini.
Studi terbaru mengungkapkan bahwa anak perempuan kini cenderung mengalami menstruasi pertama lebih awal dari generasi sebelumnya, dengan siklus yang lebih tidak teratur. Hal ini dapat menandakan potensi masalah kesehatan yang mungkin terjadi di kemudian hari.
Menstruasi merupakan salah satu tanda anak perempuan telah memasuki usia dewasa muda dan memasuki usia pubertas. Semakin cepat menstruasi pertama terjadi, maka semakin cepat pula anak perempuan memasuki usia dewasa muda.
Saat ini, menstruasi pada usia kurang dari 9 tahun dianggap menstruasi sangat dini, sementara pada usia kurang dari 11 tahun dianggap dini, dan pada usia lebih dari 16 tahun disebut menstruasi yang terlambat.
"Di antara individu yang lahir antara tahun 1950 dan 2005, kami menemukan bahwa generasi muda memulai menstruasi pertama (menarke) lebih awal, dan kini butuh waktu lebih lama hingga siklus menstruasi menjadi lebih teratur," bunyi pernyataan dari penulis utama studi tersebut, dr. Zifan Wang, peneliti pascadoktoral di T.H. Chan School of Public Health, Harvard University, dikutip dari CNN.
Studi yang dipublikasikan Rabu (29/5) di JAMA Network Open ini menganalisis data dari lebih dari 70.000 responden yang mengisi survei Apple Women’s Health Study, studi jangka panjang tentang siklus menstruasi menggunakan data dari aplikasi Apple Health.
Data para responden dikumpulkan secara digital, dan bergantung pada laporan mandiri masing-masing responden, berdasarkan ingatan terkait pengalaman pertama kali menstruasi. Oleh karena itu, data yang dikumpulkan terbatas.
Namun, studi ini juga sejalan dengan beberapa penelitian lain yang menunjukkan hasil serupa: menstruasi dini semakin marak.
Studi terbaru menunjukkan bahwa pada dekade 1940-an, menstruasi pertama terjadi pada usia sekitar 15 tahun. Angka usia tersebut terus menurun hingga 13,5 tahun pada dekade 1980, dan pada dekade 2000-an kini menjadi usia 12 tahun.
Angkanya terus turun hingga dekade 2020-an.
Menstruasi dini juga dapat menandakan bahwa anak perempuan tengah mengalami ketidakcocokan antara usia pikiran dan usia tubuh.
Studi ini juga menemukan bahwa mereka yang berasa dari kelompok ras dan etnis minoritas dan/atau status sosial ekonomi yang lebih rendah cenderung berusia lebih muda saar mengalami menstruasi pertama.
"Ini penting karena menarke dini dan menstruasi tidak teratur dapat menandakan masalah fisik dan psikososial di kemudian hari," kata Wang.
TANDA PENYAKIT
Pada tubuh perempuan, menstruasi merupakan tanda penting bahwa sistem tubuh berjalan dengan normal, menurut dr. Eve Feinberg, profesor obgyn di Feinberg School of Medicine, Northwestern University di Chicago, Amerika Serikat.
Menurutnya, "Ketika siklus menstruasi tidak teratur, itu umumnya merupakan tanda bahwa ada sesuatu yang lain terjadi."
Hal tersebut merupakan pengetahuan yang umum bagi para pakar dan tenaga kesehatan, namun mungkin tidak dipahami masyarakat awam.
Wang menyebut, siklus menstruasi yang tidak teratur dapat mengindikasikan sejumlah penyakit, termasuk penyakit kardiovaskular dan kanker.
Selain itu, semakin lama perempuan memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur, maka semakin lama pula mereka mungkin terpapar ketidakseimbangan antara dua hormon penting, yakini estrogen dan progesteron, menurut Feinberg.
Hormon estrogen menandakan pertumbuhan, sedangkan hormon progesteron menandakan bahwa pertumbuhan tersebut terhenti. Keduanya harus berjalan seimbang.
Secara teori, paparan estrogen yang lebih lama tanpa keseimbangan progesteron yang baik dapat meningkatkan risiko kanker endometrium dan masalah kesuburan di masa depan.
MENGAPA BISA TERJADI?
Mengapa tren menstruasi pertama berubah dan menjadi lebih cepat?
Menstruasi dini kerap kali dikaitkan dengan indeks massa tubuh (BMI) yang tinggi selama masa kanak-kanak.
“Ini menunjukkan bahwa obesitas masa kanak-kanak, yang semakin meningkat, mungkin berkontribusi pada menstruasi yang terjadi lebih awal," kata Wang menambahkan.
Faktor lain yang mungkin bisa menjadi penyebab adalah faktor lingkungan lain seperti tingginya kadar mikroplastik yang ditemukan pada makanan belakangan ini. Perlu studi lebih lanjut terkait hal ini.
Feinberg menyarakan agar para orang tua memperhatikan usia menstruasi pertama pada anak perempuan dan siklus menstruasinya. Pencatatan anak siklus menstruasi bisa menjadi acuan jika ingin memeriksakan diri ke dokter obgyn.
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini.