Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Mengapa lansia punya bau badan yang khas?

Ternyata istilah “bau badan orang tua” itu benar adanya. Tubuh ternyata menghasilkan bau yang khas ketika seseorang bertambah usia.

Mengapa lansia punya bau badan yang khas?

Pada umumnya, orang lanjut usia (lansia) mulai menghasilkan bau khas pada usia 40-an ketika tubuh mereka mulai memproduksi 2-nonenal. Ini adalah senyawa aldehida tak jenuh yang tidak berwarna dan tidak larut. (Foto: iStock/makotomo)

SINGAPURA: Anda tidak perlu memiliki indera penciuman setajam anjing pelacak untuk menyadari aroma tubuh kita berubah seiring bertambahnya usia. Bayi, misalnya. Walaupun sudah buang air atau muntah susu, badan mereka tetap wangi secara alami. Selama pubertas, kita mengalami perubahan, termasuk bau keringat dan bawang yang sudah menjadi bagian dari kehidupan remaja kita.

Kemudian, aroma Anda berubah lagi ketika memasuki fase lanjut usia (lansia). Tentu saja, bukan karena parfum yang baru Anda ganti. Yang kami maksud adalah "bau badan khas lansia". Mungkin Anda pernah tanpa sengaja mengendus aromanya pada kursi MRT yang baru ditinggalkan, atau saat di dalam lift, dalam taksi atau jika Anda pernah tinggal serumah dengan orang tua yang sudah lansia atau kakek dan nenek. Baunya seperti campuran dari berbagai macam aroma: Axe, kapur barus, minyak dan rerumputan.

Saking khasnya, orang Jepang memiliki memiliki istilah khusus untuk itu: Kareishu, yang berarti 'bau lanjut usia'.

SEBENARNYA APA SIH YANG MENYEBABKAN BAU BADAN?

Bau tubuh kita ditentukan oleh keringat dan zat yang dihasilkan tubuh, kata Lektor Kepala Lim Tit Meng, kepala eksekutif Science Centre Board Singapura. Pada umumnya, kita punya dua tipe kelenjar keringat: Kelenjar keringat apokrin (di bagian tubuh yang berambut seperti ketiak dan area genital) dan kelenjar keringat ekrin (di seluruh tubuh, termasuk telapak tangan dan kaki).

Pria paruh baya juga memiliki bau khas, bukan di ketiak, melainkan di ubun-ubun dan bagian belakang kepala. (Foto: iStock/jittawit.21)

BAU BADAN PRIA PARUH BAYA

Ternyata, pria yang berusia 30-an dan 40-an punya bau badan yang mirip seperti bau minyak jelantah dan bau ini tentunya berbeda dengan bau khas orang lansia. Tujuh tahun yang lalu, Mandom, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produk perawatan diri asal Jepang, telah melakukan penelitian terhadap 800 pria. Penelitian tersebut menemukan bahwa umumnya pria berusia antara 35 hingga 49 tahun mengalami masalah bau badan di area ubun-ubun dan belakang kepala. Penyebabnya sederhana, karena tingginya kadar diasetil yang terbentuk ketika bakteri memecah asam laktat dalam keringat. Untuk mengurangi bau badan, cobalah gunakan produk dengan aroma kayu manis atau licorice. Flavonoid dari tanaman ini telah terbukti dapat menurunkan kadar diasetil. 

Collapse

"Keringat apokrin cenderung mengandung banyak lemak dan protein, sedangkan keringat ekrin sebagian besar terdiri dari air dan elektrolit," jelasnya. "Ketika bakteri memecah zat-zat ini, bau yang dihasilkan dapat bervariasi. Aktivitas bakteri pada lipid dan protein dalam keringat apokrin menyebabkan bau badan yang khas.”

Kalau belum tahu lipid itu apa, sebenarnya itu adalah komponen utama dalam sebum, yaitu minyak yang bikin muncul jerawat di kulit kita sewaktu remaja dan dewasa. "Sebum mengandung lipid, trigliserida, ester lilin, squalene, dan serpihan sel-sel mati. Saat terkena udara dan bakteri, komponen ini dapat mengalami oksidasi dan kerusakan sehingga menghasilkan bau yang agak berminyak dan kadang apek," kata Lektor Kepala Lim.

DARI MANA ASALNYA "BAU BADAN KHAS LANSIA"?

Bau badan seperti ini bisa muncul karena beberapa alasan; salah satunya adalah 2-nonenal. Ada satu penelitian yang meneliti subjek dengan rentang usia antara 26 dan 75 tahun. Hasil penelitian menyebutkan bahwa aldehida tak jenuh yang tidak berwarna dan tidak larut ini hanya terdeteksi pada mereka yang berusia 60 tahun ke atas. Kebetulan, 2-nonenal adalah senyawa yang juga ada dalam bir tua dan soba. Baunya mirip dengan campuran minyak dan rumput, atau lemak dan mentimun. 

Bau yang dihasilkan oleh 2-nonenal ini adalah hasil sampingan (by-product) dari oksidasi asam lemak tak jenuh tunggal omega-7, kata Dr Eileen Tan, dokter kulit dari Eileen Tan Skin Clinic & Associates, Rumah Sakit Mount Elizabeth Novena di Singapura. "Bau badan yang berkaitan dengan usia kemungkinan tidak ada hubungannya dengan kebersihan diri," kata Dr Tan. 

Orang yang lebih tua cenderung berkeringat lebih sedikit daripada orang yang lebih muda. (Foto: iStock/Edwin Tan)

Menurut penelitian tersebut, kadar asam lemak tak jenuh tunggal pada omega-7 dalam lipid di permukaan kulit ditemukan meningkat hingga enam kali lipat seiring bertambahnya usia. Namun, penyebab peningkatannya masih belum jelas.

Faktor lainnya adalah berkurangnya keringat. Satu keuntungan ketika kita menua adalah kita akan mengalami penurunan produksi keringat, menurut studi tahun 2021 yang diterbitkan dalam jurnal Skin Research And Technology dari International University of Health and Welfare di Narita, Jepang.

Ini bisa disebabkan karena hilangnya kolagen seiring bertambahnya usia. Artinya, kulit Anda tidak bisa lagi meremajakan dirinya seperti dulu. Akibatnya, kelenjar keringat tertekan ke permukaan kulit, sehingga keringat sulit keluar. (Sebagai catatan tambahan, ini juga alasan mengapa orang lansia cenderung merasa lelah di cuaca panas, karena mereka tidak berkeringat sebanyak orang muda untuk menjaga suhu tubuh.) Kalau keringat yang keluar sedikit, aktivitas bakteri juga akan sedikit, yang tentunya akan berpengaruh pada aroma tubuh Anda.

Selain itu, produksi sebum juga bisa "berkurang atau mengalami perubahan komposisi, sehingga menyebabkan perubahan pada aromanya", kata Lektor Kepala Lim. Perubahan pada tubuh, ditambah dengan faktor pola makan, kesehatan, obat-obatan, dan genetika, bisa menghasilkan "bau badan khas orang lansia" yang aromanya unik, terkadang tercium "apek atau basi", tambahnya.

Tidak ada yang benar-benar tahu mengapa orang bisa memiliki kemampuan untuk menerka usia dengan indera penciuman. (Foto: iStock/BongkarnThanyakij)

"Aroma khas biasanya muncul setelah memasuki masa dewasa akhir, sekitar usia 60 tahun atau lebih, dan dapat dipicu serta diperkuat oleh faktor-faktor yang telah disebutkan di atas, kata Lektor Kepala Lim.

APA FUNGSI DARI "BAU BADAN KHAS ORANG LANSIA"?

Tanpa disadari, kita bisa menebak usia seseorang dengan mencium bau badan mereka. Hal ini tidak jauh berbeda saat kita menerka usia orang berdasarkan bentuk fisik, baik itu kerutan pada wajah atau rambut beruban. Menurut studi yang dilakukan Profesor Johan Lundstrom, psikolog kognitif dan ahli otak dari Monell Chemical Senses Center, relawan berhasil menebak orang paruh baya hanya dengan mengendus.

"Cara ini bisa membantu kita membedakan mana yang sehat dan mana yang sakit - bukan karena sakitnya sudah terlihat jelas, tetapi karena pembusukan sel-sel di dalam tubuhnya." kata Prof Lundstrom. "Semakin tua kita, semakin banyak kerusakan alamiah yang kita alami. Namun belum ada orang yang bisa menjelaskan mengapa hewan atau manusia bisa memiliki kemampuan ini."

Lektor Kepala Lim setuju bahwa bau tubuh pada orang lanjut usia merupakan hasil dari evolusi alamiah yang menandakan penuaan dan kondisi kesehatan. "Beberapa teori mengatakan, (bau badan) bisa memengaruhi cara kita berinteraksi sosial karena adanya penurunan kekebalan (dalam tubuh) seiring bertambahnya usia."

KETIKA BAU BADAN PERTANDA MASALAH KESEHATAN

Bau tubuh yang beraroma buah-buahan bisa menjadi tanda diabetes karena peningkatan kandungan keton dalam aliran darah, kata Dr Eileen Tan dari Eileen Tan Skin Clinic & Associates, Rumah Sakit Mount Elizabeth Novena di Singapura. "Sementara bau badan yang mirip seperti cairan pemutih atau amonia bisa menunjukkan adanya masalah pada hati atau ginjal karena penumpukan racun dalam tubuh," ucapnya.

Bau badan yang tiba-tiba aneh juga harus selalu diperiksa, tambah Dr Tan. Hal ini terjadi pada pasiennya yang berusia 90 tahun, yang saat itu hanya bisa berbaring saja di tempat tidurnya. "Bau badannya muncul karena ada luka tekan yang terinfeksi di bokongnya. Bau tersebut disebabkan oleh kumpulan zat kimia yang dihasilkan oleh bakteri. Oleh karena itu, penting untuk diingat bahwa perubahan bau badan dapat mengindikasikan tanda bahaya."

Collapse

BAGAIMANA CARA MENGHILANGKANNYA?

Ageisme sangat memengaruhi tingkat diskriminasi terhadap orang lansia karena bau badan khasnya. Faktanya, studi pertama yang dibahas di dalam artikel ini menemukan bahwa orang-orang umumnya tidak keberatan mencium bau tersebut. Lagipula, mereka merasa baunya tidak begitu parah dan menyengat dibandingkan dengan bau badan anak remaja dan orang dewasa paruh baya. Namun, semuanya berubah ketika mereka diberi tahu bahwa bau tersebut berasal dari orang yang lebih tua. Kebetulan, subjek uji menemukan bahwa bau badan pria paruh baya lah yang sangat parah. 

Jika Anda terganggu dengan baunya, "jaga pola makan yang seimbang dan kaya antioksidan, dan selalu pastikan tubuh tetap terhidrasi supaya bau badan khas lansia berkurang", kata Lektor Kepala Lim. "Selain itu, menggunakan produk perawatan kulit yang bisa meningkatkan kesehatan kulit dan menjaga kelembapan dapat memberikan manfaat yang baik."

"Produk beraroma apa pun juga akan membantu menutupi baunya", kata Dr Tan. Atau coba sabun ekstrak kesemek yang kaya tanin, konon katanya dapat melarutkan 2-nonenal dan membantu menghilangkan bau.

Atau cukup semprotkan saja parfum kesayangan Anda.

Baca artikel ini dalam bahasa Inggris di sini.

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan