Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Masuk nominasi Oscar, film Past Lives terinspirasi dari kisah imigran sutradaranya

Film ini mendapat nominasi Oscar dalam kategori Film Terbaik tahun ini, bersaing dengan Oppenheimer dan Anatomy Of A Fall.

Masuk nominasi Oscar, film Past Lives terinspirasi dari kisah imigran sutradaranya
Film Past Lives yang dibintangi Greta Lee dan Teo Yoo mendapat nominasi Oscar dalam kategori Film Terbaik tahun 2024. (Foto: Instagram/pastlivesmovie)
07 Mar 2024 03:07PM (Diperbarui: 05 May 2024 10:56AM)

Sutradara keturunan Korea Selatan-Kanada, Celine Song, mengungkapkan bahwa pengalamannya sebagai seorang imigran merupakan inspirasi dari debut filmnya, Past Lives, yang telah mendapat nominasi Oscar dalam kategori Film Terbaik tahun 2024. 

Dilaporkan Reuters, Song mengaku bahwa ide membuat film ini ia dapatkan setelah temannya berkunjung dari Korea Selatan dan mereka bercakap-cakap di sebuah bar di New York, Amerika Serikat. 

"Sebagai seorang bilingual, saya menerjemahkan percakapan antara dua orang yang tidak dapat berkomunikasi, dan hal itu membuat saya menyadari bahwa saya menerjemahkan beberapa bagian dari identitas dan sejarah saya," ungkapnya dalam konferensi pers di Seoul, Korea Selatan, menjelang perilisan perdana film itu di Negeri Ginseng pada pekan ini. 

"Itu yang membuatku ingin membuat film ini," imbuhnya, dikutip dari Reuters. 

Past Lives berkisah tentang dua orang yang berteman sejak kecil, Nora dan Hae Sung. Pertemanan mereka renggang karena Nora harus pindah dari Korea Selatan ke Kanada, mengikuti orang tuanya. Pertemanan itu terjalin lagi setelah mereka dewasa beberapa dekade, dan menghasilkan percikan asmara yang tidak dapat bertahan karena terpisah jarak dan waktu antara Seoul dan New York. 

Seperti karakter Nora, Song lahir dan dibesarkan di Korea Selatan sebelum pindah ke Kanada pada usia 12 tahun. Ia pun memutuskan membuat film autobiografi sebagai film panjang pertamanya. 

"Sebagai seorang manusia, saya pikir kita harus benar-benar yakin bahwa hanya kita yang dapat atau harus membuatnya, sehingga film ini layak ditonton," kata Song.

Sejak pemutaran perdananya di Sundance Film Festival tahun lalu, film ini telah menuai berbagai pujian dari para kritikus. Film ini telah membawa pulang piala Film Terbaik di ajang Film Independent Spirit Awards 2024.

Tidak heran jika film ini menyabet salah satu nominasi Oscar tahun ini untuk kategori Film Terbaik dan Skenario Asli Terbaik, bersaing dengan Oppenheimer dan Anatomy Of A Fall. 

Yu Young-gi, penonton bioskop Korea Selatan berusia 48 tahun, mengaku kepada Reuters bahwa ia mendukung film tersebut untuk memenangkan Oscar.

"Hubungan antara rasa Korea Selatan dan Amerika merupakan hal yang menarik untuk ditonton karena film ini selaras dengan kedua rasa tersebut," katanya.

Source: Others/ps(ih)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan