Terinspirasi dari remaja Singapura, X-Men kenalkan mutan baru bernama Jitter
Sebagai mutan, kekuatan Jitter adalah hyper-focus, sehingga dapat melakukan apapun yang dia fokuskan, tetapi hanya dalam waktu 1 menit. Dan tentu saja, Jitter akan berbahasa Singlish.
Karakter baru X-Men, seorang mutan remaja bernama Jitter yang berasal dari Singapura. (Foto: Marvel)
X-Men memperkenalkan beberapa tokoh mutan baru dalam semestanya, salah satunya ternyata dikisahkan sebagai seorang remaja asal Singapura.
Dikenal dengan nama Jitter, mutan ini dikisahkan memiliki nama asli Sofia Yong. Karakter ini pertama kali dipublikasikan pada Jumat (9/8), bertepatan dengan Hari Nasional Singapura.
Jitter merupakan salah satu dari empat mutan baru yang dikenal sebagai The Outliers dalam peluncuran ulang seri klasik, The Uncanny X-Men, yang ditulis oleh Gail Simone dan diilustrasikan oleh David Marquez.
Edisi pertama seri ini dirilis pada 7 Agustus 2024, sementara edisi kedua akan dirilis pada 11 September 2024.
Sejumlah karakter lainnya yang turut diperkenalkan dalam seri ini di antaranya Becca Constance Simon-Pinette, alias Calico; Hotoru, alias Deathdream, dan Valentin Correa, alias Ransom.
Berbagai mutan baru ini pertama kali diperkenalkan saat San Diego Comic-Con di bulan Juli lalu.
Kekuatan mutan Jitter adalah hyper-focus, yang berarti dia "bisa melakukan apapun yang dia fokuskan – mengakses bakat dan keterampilan yang biasanya orang lain latih sepanjang hidup mereka."
Namun, memanfaatkan kekuatannya terlalu lama bisa menyebabkan "kehancuran instan".
Jitter juga harus selalu membawa stopwatch karena dia hanya bisa menggunakan kekuatannya – misalnya, menjadi tukang kunci atau ahli bela diri – selama maksimal satu menit.
Dalam cuplikan pertama edisi kedua, pembaca akan melihat Jitter dan Calico, yang memiliki koneksi psikis dengan kudanya Ember, berhadapan dengan Gambit.
Sementara, Wolverine akan melawan Deathdream, yang dapat memanggil jiwa dan kekuatan dari dunia arwah.
Ini bukan pertama kalinya Singapura disebut seri Marvel. Pulau fiksi di kawasan Asia Tenggara, Madripoor, disebut-sebut juga terinspirasi dari Singapura.
Selain itu, dunia bawah tanah Madripoor dikuasai oleh pewaris perbankan Singapura, yang dikenal dengan nama Tyger Tiger.
Beberapa penggemar sudah menanyakan langsung kepada sang penulis Gail Simone di platform media sosial X, apakah Jitter akan berbicara dalam bahasa Singlish.
Pertanyaan itu dibalas Simone, "Aku mendengar kalian, aku suka suara dan irama Singlish. Aku punya sumber refensi yang baik, tetapi penggunaannya cukup minimal," tulis Simone.
"NAMUN, bukan berarti hanya dia yang menggunakan Singlish, lah," tulis Simone, mengindikasikan kemungkinan ada tokoh lain dalam semesta X-Men yang berasal dari Singapura.
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini.