Barang-barang pribadi Marilyn Monroe dilelang jelang ulang tahun ke-100
Lelang ini menampilkan busana, surat, catatan tulisan tangan, serta dokumen yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya, yang mengungkap hubungan dan pergulatan pribadinya.
Barang-barang kenangan milik mendiang model dan bintang film Marilyn Monroe dipamerkan bersama sebuah foto dalam acara pratinjau menjelang lelang yang akan digelar di Los Angeles pada 8 Mei 2026. (Foto: Reuters/Arafat Barbakh)
LOS ANGELES: Barang-barang memorabilia milik mendiang model dan bintang film Marilyn Monroe akan dilelang, menawarkan sekilas pandang langka ke kehidupan pribadi salah satu ikon Hollywood paling abadi.
Barang yang ditawarkan mencakup busana, perhiasan, surat, catatan tulisan tangan, lukisan, hingga puisi.
“Marilyn adalah ikon sejati,” kata Brian Chanes, direktur senior bidang Hollywood dan hiburan di Heritage Auctions, dalam pratinjau koleksi pada Jumat (8/5). “Orang-orang masih mencintai dan mengagumi Marilyn hingga hari ini.”
Lahir dengan nama Norma Jeane Mortenson di Los Angeles pada 1926, Monroe dikenal sebagai aktris, model, penyanyi, sekaligus simbol seks dengan rambut pirang dan tubuh berlekuk. Ia meninggal dunia pada 1962.
LELANG BERTEPATAN DENGAN HARI LAHIR
Heritage Auctions membuka penawaran publik untuk barang-barang dari koleksi penyair Norman dan Hedda Rosten, sahabat dekat sekaligus orang kepercayaan Monroe.
Lelang yang digelar pada 1 Juni ini bertepatan dengan peringatan 100 tahun kelahiran sang bintang, dan menampilkan barang pribadi dari periode 1955 hingga 1962.
Salah satu yang paling menarik adalah dokumen yang belum pernah dipublikasikan, yang menyingkap kehidupan batin Monroe. Dokumen tersebut membahas hubungan romantisnya, ketakutannya terkait keguguran, serta refleksinya tentang kematian.
“Ini sangat istimewa karena bukan materi yang sudah beredar selama puluhan tahun,” kata Chanes. “Ini adalah sebuah penemuan.”
Mulai dari perhiasan kostum yang pernah dikenakan Monroe hingga karya seni yang pernah ia pegang, koleksi ini memberikan akses intim ke dunia pribadinya.
Lelang ini juga mencakup korespondensi dari mantan suaminya, penulis naskah Arthur Miller, yang mengungkap kompleksitas emosional dalam pernikahan mereka, serta surat yang belum pernah dilihat sebelumnya dari psikiater Monroe yang menggambarkan hari-hari menjelang kematiannya.
Chanes menyoroti salah satu artefak paling emosional dari masa ketika Monroe menjalani syuting Some Like It Hot. Dalam sebuah surat di kertas berlogo Hotel del Coronado, ia memohon pertolongan saat pergulatannya mengancam kelanjutan produksi film tersebut.
“Tepat sebelum ia mengalami overdosis dan syuting harus dihentikan, ia menulis, ‘Saya merasa seperti tenggelam’,” ujar Chanes.
“Anda bisa merasakan penderitaan dalam tulisannya,” tambahnya, seraya mencatat bahwa Monroe juga menggambar sosok manusia sederhana yang tenggelam di air pada kertas yang sama—sebuah gambaran yang menyoroti perjuangan kesehatan mental yang ia hadapi sepanjang kariernya.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.