Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Lisa BLACKPINK curhat gugup debut akting di The White Lotus, kursus dulu sebelum syuting

Penyanyi bernama asli Lalisa Manobal ini bahkan sering diingatkan untuk tidak terlalu sopan saat berdialog dengan lawan mainnya.

Lisa BLACKPINK curhat gugup debut akting di The White Lotus, kursus dulu sebelum syuting

Lalisa Manobal (kanan) dan Tayme Thapthimthong (kiri) dalam sebuah adegan di The White Lotus Season 3. (Foto: Dok. Max)

Serial pemenang Emmy produksi HBO, The White Lotus, kembali untuk musim ketiga dengan kisah penuh intrik dan misteri. Kali ini, serial ini mengambil latar di Thailand dan menghadirkan deretan wajah baru, termasuk beberapa yang sudah dikenal oleh penggemar.

Salah satunya adalah Natasha Rothwell yang kembali memerankan Belinda Lindsey, manajer spa di White Lotus Resort & Spa Maui dari musim pertama. Namun, musim ini Belinda tak lagi sibuk dengan handuk dan minyak pijat — ia menjadi tamu di White Lotus Thailand, berharap bisa mempelajari keterampilan baru.

Bergabung juga Parker Posey, ikon film independen, yang memerankan Victoria Ratliff — kepala keluarga yang penuh keunikan dan teka-teki.

Namun, tentu saja sorotan utama musim ketiga ini adalah kehadiran Lisa BLACKPINK. Member girlband K-Pop berusia 27 tahun yang memiliki nama asli Lalisa Manobal ini menjalani debut aktingnya dengan memerankan Mook, seorang mentor kesehatan di resor White Lotus Thailand.

Dalam wawancara eksklusif bersama CNA, Lisa berbagi pengalamannya di lokasi syuting, didampingi oleh rekan-rekan pemerannya seperti Parker Posey, Natasha Rothwell, dan aktor-penyanyi Thailand Tayme Thapthimthong yang berperan sebagai Gaitok, seorang petugas keamanan.

Lalisa Manobal pada pemutaran perdana The White Lotus Season 3 di Bangkok, Thailand. (Foto: Dok. Max)

'AKU SANGAT GUGUP'

Meski sudah menaklukkan panggung dan tangga lagu dunia, Lisa mengaku bahwa ia merasa "sangat gugup" saat pertama kali berakting di The White Lotus musim ketiga.

"Aku sempat mengambil beberapa kelas akting sebelum syuting pertama," kenangnya. "Semua orang di lokasi syuting sangat membantuku."

Lisa bahkan menoleh ke arah Tayme dan berkata sambil tersenyum, "Bahkan Tayme berusaha menenangkanku di lokasi syuting — menyemangatiku."

Seolah sudah direncanakan, Tayme langsung memeragakan kalimat penyemangat yang ia berikan kepada Lisa: "Kamu pasti bisa, kamu pasti bisa. Nggak usah gugup!"

Dari kiri: Lalisa Manobal sebagai Mook dan Tayme Thapthimthong sebagai Gaitok dalam The White Lotus Season 3. (Foto: Dok. Max)

SALING BANTU DI BALIK LAYAR

Menariknya, dukungan antara Lisa dan Tayme berjalan dua arah.

Tayme, yang lahir di London, mengaku sempat kesulitan saat membaca naskah dalam bahasa Thailand karena penguasaan bahasanya tidak sebaik bahasa Inggrisnya.

"Saat aku membaca skrip dengan versi bahasaku sendiri, [para produser] berkata, 'Ah, ini bukan cara orang lokal Thailand berbicara'," ungkap Tayme.

Di sinilah Lisa turun tangan. "Dia banyak membantuku menyusun ulang kalimat agar terdengar lebih alami," ujar Tayme sebelum menoleh ke Lisa dan mengucapkan terima kasih.

TANTANGAN BERAKTING

Sebagai dua penyanyi yang beralih ke dunia akting, Lisa dan Tayme sama-sama merasakan tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi karakter sepanjang proses syuting.

"Aku merasa ada unsur akting saat menyanyi… Tapi tetap berbeda dari akting sesungguhnya, karena saat menyanyi kamu hanya berperan selama tiga menit. Sementara dalam akting, kamu harus menjadi orang lain untuk waktu yang jauh lebih lama," kata Tayme.

Lisa pun menambahkan, "Bagiku, tantangannya adalah berpikir: jika Mook ada dalam situasi ini, bagaimana reaksinya atau apa yang akan dia katakan ke Gaitok — bukan apa yang Lisa biasanya katakan."

Untungnya, keduanya mendapat bimbingan dari sutradara asal Thailand yang membantu membentuk karakter mereka.

"Sutradara bilang, 'Mook itu dekat dengan Gaitok, jadi jangan pakai '-ka' (partikel penutup kalimat untuk menunjukkan kesopanan dalam bahasa Thailand). Tolong diulang,'" cerita Lisa.

"Biasanya aku berbicara sopan ke Tayme, jadi aku selalu pakai '-ka'. Tapi di lokasi syuting, aku kadang lupa bahwa aku adalah Mook dan dia adalah Gaitok."

Tayme Thapthimthong pada pemutaran perdana The White Lotus Season 3 di Bangkok, Thailand. (Foto: Dok. Max)

BANGGA MEWAKILI THAILAND

Baik Lisa maupun Tayme mengaku merasa "terhormat" bisa mewakili Thailand dalam The White Lotus.

"Aku sangat bersyukur terpilih sebagai salah satu aktor Thailand di acara ini," kata Tayme. 

"Ini adalah serial berskala global. Aku merasa Thailand benar-benar ditampilkan dengan cara yang indah. Meski aku sudah tinggal di Thailand selama 12 tahun, aku belum pernah melihat negaraku sebesar ini."

Sementara itu, bagi Natasha Rothwell, kesempatan untuk "menghidupkan kembali Belinda" menjadi hal yang paling membuatnya bersemangat untuk kembali ke The White Lotus.

"Aku merasa kisah Belinda di musim pertama berakhir dengan tanda elipsis," ujar Rothwell.

"Jadi, bisa kembali dan melanjutkan ceritanya serta memperlihatkan sisi-sisi lain darinya, sebagai seorang aktor, ini benar-benar impian yang jadi kenyataan."

Natasha Rothwell dalam sebuah adegan di The White Lotus Season 3. (Foto: Dok. Max)

Sementara itu, Parker Posey mengungkapkan bahwa karakter yang ia perankan, Victoria Ratliff, hadir dengan "banyak masalah."

Posey menggambarkan keluarga Ratliff "narsistik" dan mengatakan bahwa Victoria merupakan "seorang ibu yang merasa bisa mengendalikan anak-anaknya."

"Semua itu didorong oleh cinta dan ketakutan. Tapi akan ada momen besar yang mengubah segalanya di serial ini," goda Posey.

"Aku suka memerankan karakter ini karena dia tampak rapuh, tapi sebenarnya sangat kuat."

Parker Posey pada pemutaran perdana The White Lotus Season 3 di Bangkok, Thailand. (Foto: Dok. Max)

SYUTING DI THAILAND

Ketika ditanya soal pengalaman syuting di Thailand, Rothwell berkata, "Aku nggak bisa membandingkannya dengan apa pun."

"Benar-benar sebuah petualangan saat kamu syuting di luar negeri, di lokasi yang indah dan penuh warna," katanya.

"Budaya di sini sangat berbeda dari di Amerika. Aku sangat mengikuti jalannya pengalaman ini dan merasa seperti memiliki perjalanan emosional yang sama dengan Belinda… Ini benar-benar membanjiri inderaku, dan aku menyukainya."

Bagi Parker Posey, musim ketiga The White Lotus menjadi pengalaman pertamanya ke Asia.

"Ketika kamu pergi ke tempat dengan budaya yang berbeda, kamu merasakan jiwa dari tempat itu. Ada hal-hal yang secara alami kita tangkap sebagai manusia, dan aku langsung jatuh cinta dengan Asia," kata Posey.

"Aku merasa banyak hal dari budaya ini yang murni — hubungan timbal balik, cara mereka menghargai makanan. Semua ini benar-benar terasa baik untuk jiwaku."

The White Lotus musim ketiga sudah tersedia untuk streaming di HBO mulai 16 Februari 2025, dengan episode baru tayang setiap Senin.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: CNA/ps

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan