Kronologi lengkap polemik mobil RI 36 dan klarifikasi Raffi Ahmad
Spekulasi soal mobil dinas Lexus RI 36 terjawab setelah Raffi Ahmad mengakuinya. Polisi dan pengunggah video sudah meminta maaf, sementara sopir taksi Alphard masih dicari.
Raffi Ahmad resmi menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni dalam Kabinet Merah Putih, setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Selasa, 22 Oktober 2024. (Foto: Instagram/@raffinagita1717)
Mobil Lexus berpelat RI 36 sepekan kemarin menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah video viral menampilkan arogansi pengawalan petugas patwalnya mobil dinas tersebut.
Peristiwa yang terjadi pada Rabu (8/1) di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, sempat memicu berbagai spekulasi dan respons dari berbagai pihak, termasuk Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid.
Spekulasi ini muncul lantaran mobil berpelat RI 36 sebelumnya dipakai oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Bukan hanya itu, bola liar spekulasi bahkan membuat Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid buka suara bahwa dia bukan pemiliknya.
Hingga akhirnya sang pemilik mobil, presenter Raffi Ahmad, mengakui mobil dinas tersebut memang miliknya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni.
Berikut rangkuman lengkap polemik mobil dinas berpelat RI 36 yang menghebohkan jagat media sosial sepekan terakhir ini.
KRONOLOGI KEJADIAN
Menurut penjelasan Ditlantas Polda Metro Jaya, peristiwa ini terjadi pada Rabu (8/1) sekitar pukul 16.30 WIB di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.
Sebuah truk penambal jalan yang berhenti di lajur tengah menyebabkan kemacetan.
Dalam situasi tersebut, sebuah taksi Alphard dan mobil lain hampir bersenggolan.
Brigadir DK yang sedang mengawal mobil RI 36 mencoba melerai dan memperlancar arus lalu lintas.
Namun, gestur yang ditunjukkan terlihat arogan di mata publik.
PENGAKUAN RAFFI AHMAD
Setelah spekulasi beredar luas di media sosial selama beberapa hari, Raffi Ahmad akhirnya mengakui bahwa mobil tersebut merupakan kendaraan dinasnya.
"Bahwa benar adanya mobil tersebut kendaraan yang saya gunakan, namun pada saat kejadian, saya sedang tidak berada di dalam mobil karena pada saat itu mobil berpelat RI 36 sedang dalam posisi menjemput saya untuk menuju agenda rapat selanjutnya," ujarnya melalui keterangan tertulis pada Sabtu (11/1).
Raffi juga memberikan keterangan kronologi kejadian yang serupa dengan penjelasan Ditlantas Polda Metro Jaya.
DITEGUR MAYOR TEDDY
Sekretaris Kabinet (Seskab) Mayor Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa pihaknya telah memberikan teguran kepada petugas patwal terkait.
"Sudah, sudah kami tegur dan sudah diingatkan kembali semuanya agar semakin berhati-hati dan bijak saat berkendara," kata Teddy, dikutip dari Kompas.
Dirlantas Polda Metro Jaya juga telah memanggil Brigadir DK untuk memberikan klarifikasi.
"Saat ini anggota sudah dilakukan pemanggilan dan klarifikasi terkait kejadian tersebut serta diberikan sanksi teguran untuk lebih humanis pada saat melaksanakan giat pengawalan," ujar Kombes Latif Usman.
Ditlantas Polda Metro Jaya meminta maaf karena sikap gestur yang dilakukan oleh anggota dianggap tidak layak/arogan akan menjadi bahan evaluasi untuk giat pengawalan selanjutnya.
Selain itu, Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen Pol Raden Slamet Santoso, menegaskan bahwa petugas patwal tidak diperbolehkan bersikap arogan dalam menjalankan tugas.
"Petugas pengawalannya itu tidak boleh nunjuk-nunjuk arogan seperti itu," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa tindakan evaluasi akan dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
PENGUNGGAH VIDEO MINTA MAAF
Pihak Raffi Ahmad mengungkapkan bahwa pengunggah video viral tersebut telah menyampaikan permintaan maafnya melalui akun TikTok.
Dalam unggahan tersebut, pengunggah juga meminta maaf kepada Korlantas Polri dan berbagai pihak yang merasa dirugikan.
"Saya juga meminta maaf kepada Korlantas Polri dan Polri Indonesia karena ulah saya citra Polri menjadi tidak baik dan membuat asumsi-asumsi negatif terhadap Polri," tulis Raffi dalam keterangannya terkait si pengunggah.
Namun, sang penggungah video patwal mobil dinas RI 36 yang viral, @whatareudoingbruhhh, terlihat tidak mengunggah permintaan maaf di akun TikTok-nya.
Akun @whatareudoingbruhhh, yang memiliki lebih 77.000 pengikut dan 6,5 juta likes memang kerap mengunggah video pengawalan pejabat.
Sejak 1 Januari 2025, setidaknya ada lima unggahan yang diunggah @whatareudoingbruhhh, yaitu pengawalan Menpora Dito Ariotedjo, Menkomdigi Meutya Hafid, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, Presiden Prabowo Subianto, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Menurut pemantauan CNA pada Senin (13/1), video terkait insiden mobil RI 36 yang viral diduga sudah dihapus oleh pemilik akun.
Hal ini terlihat dari beberapa netizen yang mempertanyakan video tersebut kepada sang pemilik akun di kolom komentar.
Selain itu, tidak ada satu pun unggahan akun ini yang menyampaikan permintaan maaf terkait insiden mobil RI 36 yang viral.
SOPIR TAKSI DICARI
Kombes Latif juga menyatakan bahwa pihaknya akan menelusuri keberadaan sopir taksi Alphard tersebut.
Langkah ini dilakukan untuk meminta klarifikasi dari sisi pengemudi taksi tersebut.
"Ditlantas Polda Metro Jaya juga akan mencari pengemudi taksi Alphard guna meminta klarifikasi terkait kemungkinan adanya tindakan atau ucapan personel Ditlantas yang dianggap tidak sopan atau arogan," tegasnya.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.