Kronologi mengerikan dugaan pembunuhan oleh D4vd terungkap di persidangan
Berbagai barang bukti hingga kesaksian mulai terkuak, termasuk dugaan motif pembunuhan yang diyakini jaksa menjadi pemicu kasus tersebut.
Penyanyi David Anthony Burke, yang dikenal sebagai D4vd, hadir saat sidang dakwaan atas kasus pembunuhan Celeste Rivas Hernandez di California, AS, pada 20 April 2026. (Foto: TED SOQUI/Pool via REUTERS)
Jaksa di Los Angeles, Amerika Serikat, pada Selasa (21/7) mulai mengungkap secara rinci dugaan pembunuhan terhadap remaja 14 tahun, Celeste Rivas Hernandez, yang menjerat D4vd, penyanyi indie yang bernama asli David Burke. Dalam persidangan pendahuluan ini, pengadilan mendengar kesaksian mengenai penemuan jasad korban hingga dugaan tindakan yang disebut dilakukan setelah pembunuhan.
Persidangan pendahuluan ini menguak rincian kasus yang menjerat D4vd, yang dituduh membunuh dan memutilasi remaja perempuan berusia 14 tahun yang diduga kekasihnya, Celeste Rivas Hernandez, yang mengancam akan mengungkap hubungan mereka ke publik.
David Burke menjadi sensasi musik di TikTok pada tahun 2022, yang membawanya meraih kontrak rekaman. Album studio pertamanya dirilis pada April 2025, pada pekan yang sama saat Hernandez menghilang.
Burke ditangkap pada April 2026 dan didakwa atas pembunuhan tingkat pertama, mutilasi jenazah manusia, serta pelecehan seksual terhadap remaja perempuan. Ia menyatakan tidak bersalah atas seluruh dakwaan tersebut.
Dalam persidangan ini, detektif Departemen Kepolisian Los Angeles Joshua Byers, memberikan penjelasan terkait bagaimana jasad yang teridentifikasi sebagai Celeste melalui catatan gigi ditemukan dalam mobil di tempat penyimpanan kendaraan sitaan di Hollywood pada September 2025.
Menurut kesaksian Byers, polisi dipanggil ke lokasi setelah para pekerja mencium bau menyengat yang berasal dari kendaraan tersebut.
Orangtua korban hadir di ruang sidang saat Byers menggambarkan kondisi yang mengerikan, termasuk adanya "bau busuk yang sangat khas" yang menurutnya sudah akrab bagi para detektif pembunuhan.
Penyelidik menemukan bagian tubuh dan kepala Celeste di dalam kantong jenazah berbahan vinil berwarna hitam yang disimpan di bagasi depan Tesla yang terdaftar atas nama David Burke, nama resmi sang musisi.
Di bawah kantong jenazah tersebut terdapat kantong sampah plastik yang berisi anggota tubuh korban yang telah dipotong, kata Byers.
Byers juga mengatakan bahwa jari telunjuk kanan korban memiliki tato bertuliskan "SHH".
Reuters melaporkan bahwa persidangan juga menampilkan foto-foto mengerikan dari lokasi kejadian.
Sementara, Burke yang kini berusia 21 tahun hadir dengan mengenakan pakaian tahanan berwarna oranye. Ia tampak memperhatikan layar dengan saksama selama persidangan berlangsung.
LEBIH DARI 10 SAKSI
Sidang pendahuluan mengharuskan Kantor Jaksa Wilayah Los Angeles County meyakinkan hakim bahwa terdapat cukup bukti agar kasus ini dapat dilanjutkan ke pengadilan.
Jaksa Wilayah Nathan Hochman mengatakan kepada wartawan di luar gedung pengadilan bahwa jaksa akan menghadirkan lebih dari 10 saksi selama tiga hingga lima hari persidangan, dan baru akan memutuskan belakangan apakah akan menuntut hukuman mati.
Burke menjadi viral lewat lagu-lagu yang ia rekam menggunakan ponselnya untuk video permainan Fortnite pada 2022. Lagu hit Romantic Homicide membuatnya berhasil menandatangani kontrak dengan Interscope Records.
Tahun lalu ia tampil di festival musik Coachella Valley Music and Arts Festival di California, kurang dari dua pekan sebelum jaksa menuduhnya melakukan pembunuhan.
Aksi itu diduga dilakukan Burke karena takut kekasihnya yang masih di bawah umur itu akan menghancurkan karier musiknya yang sedang berkembang.
Jaksa sebelumnya sudah mengajukan dokumen ke pengadilan yang merinci bukti-bukti serta dugaan motif pembunuhan tersebut. Dari dokumen itu, aksi pembunuhan kemungkinan besar terjadi pada 23 April 2025, saat aktivitas ponsel korban berhenti.
Jaksa menyatakan, Burke ingin membungkam korban karena Celeste mulai merasa cemburu dan mengancam akan menghancurkan karier musiknya yang tengah menanjak, dengan mengungkap informasi yang merugikan mengenai hubungan mereka kepada publik.
Menurut kantor jaksa, pada saat itu Burke juga telah mendapatkan sejumlah kontrak promosi produk dengan nilai yang sangat menguntungkan.
Dalam salah satu dakwaan khusus, Burke dituduh melakukan pembunuhan demi keuntungan finansial. Dakwaan lainnya menyebut ia melakukan pembunuhan karena korban merupakan saksi dari suatu tindak pidana.
Namun, pengacara Burke, Blair Berk, membantah hal tersebut saat sidang pembacaan dakwaan terhadap kliennya pada 20 April 2026 lalu.
"Kami yakin bukti yang sebenarnya akan menunjukkan bahwa David Burke tidak membunuh Celeste Rivas Hernandez, dan juga bukan penyebab kematiannya," ungkapnya.
DUGAAN PEMBUNUHAN YANG "MENGERIKAN"
Penyelidik menemukan pesan teks yang membahas hubungan seksual, kehamilan, aborsi, serta kontrasepsi darurat Plan B. Mereka juga menemukan foto-foto bermuatan seksual.
Menurut dokumen pengadilan, sehari setelah keduanya bertengkar akibat korban mengancam membongkar hubungan mereka, Burke memesan mobil Uber untuk menjemput Celeste menuju rumahnya di kawasan Hollywood Hills.
Setelah korban tiba, Burke diduga menikamnya hingga tewas.
Hasil autopsi menyatakan korban meninggal akibat "banyak luka tusuk yang menembus tubuh".
Dalam dokumen tersebut, jaksa juga menjelaskan secara rinci "tindakan mengerikan" yang diduga dilakukan Burke untuk memutilasi dan membuang jasad korban.
Menurut dokumen itu, Burke meletakkan jasad korban di dalam kolam renang tiup berwarna biru "untuk mencegah darah mengotori lantai garasinya", kemudian memotong anggota tubuh korban menggunakan gergaji mesin "dan kemungkinan juga alat lainnya".
Dokumen itu juga menyebut Burke membeli kolam renang tiup, dua gergaji mesin, sekop, kantong jenazah, serta berbagai perlengkapan lain secara daring menggunakan identitas palsu. Seluruh barang tersebut dikirim ke rumahnya setelah pembunuhan terjadi.
Berdasarkan dokumen pengadilan, Burke menjadi orang terakhir yang mengendarai kendaraan tersebut pada 29 Juli 2025 sebelum meninggalkannya begitu saja di dekat rumahnya dan berangkat menjalani tur konser.
Beberapa pekan kemudian, mobil tersebut diderek ke tempat penyimpanan kendaraan sitaan. Para pekerja mencium bau pembusukan dan melaporkannya kepada pihak berwenang pada 8 September 2025.
Penggeledahan di garasi Burke pada bulan yang sama menemukan sejumlah bukti yang diduga berkaitan dengan proses mutilasi, termasuk sampel darah serta sisa-sisa kolam renang tiup yang memiliki "banyak sayatan lurus", menurut jaksa.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.