Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Konser K-pop kembali digelar di China usai 9 tahun dilarang

Girl band K-pop Kep1er akan tampil di Fuzhou bulan depan, memicu spekulasi China mulai melonggarkan larangan terhadap konten hiburan Korea.

Konser K-pop kembali digelar di China usai 9 tahun dilarang

Girlband K-pop Kep1er dijadwalkan tampil di Provinsi Fujian, Tiongkok, pada 13 September 2025 (Foto: Dok. Klap Entertainment)

22 Aug 2025 04:04PM (Diperbarui: 22 Aug 2025 05:03PM)

Industri musik Korea kembali menaruh harapan pada pasar China setelah munculnya lampu hijau untuk konser girl band K-pop Kep1er. Konser ini menjadi pertanda bahwa China mulai melonggarkan larangan terhadap konten hiburan Korea, atau yang awam disebut Hallyu

Girl band yang dikelola bersama oleh WakeOne (anak perusahaan musik CJ ENM) dan Klap Entertainment ini dijadwalkan tampil di Fuzhou, Provinsi Fujian, pada 13 September 2025. 

Penampilan ini digelar menjelang kemungkinan kunjungan Presiden Tiongkok Xi Jinping ke Korea Selatan pada Oktober mendatang, menurut laporan The Korea Herald. 

Kep1er berencana membawakan sekitar 15 lagu di Fujian Meeting Hall, venue yang mampu menampung hingga 1.500 orang. Namun, Klap Entertainment mengungkapkan kapasitas penonton akan dibatasi hanya sekitar 1.000 orang.

Menurut laporan berbagai media Korea, penampilan ini mendapat persetujuan resmi dari otoritas Fujian sejak Juli dan terdaftar di situs web resmi Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Rakyat Tiongkok

Bahkan disebutkan dalam sebuah pengumuman pemerintah bahwa acara ini diperkirakan akan menarik banyak massa, sehingga butuh kerja sama dengan aparat keamanan publik setempat.

Kep1er sendiri debut pada awal 2022 lewat program audisi Mnet, Girls Planet 999. 

Grup beranggotakan tujuh perempuan ini mencakup satu member asal China dan satu dari Jepang, serta sebelumnya sudah pernah tampil di Jepang, Makau, dan Taiwan. Girl band ini pun cukup dikenal di luar negeri.

Yang bikin konser ini makin menarik perhatian, adalah timing-nya yang hanya berselang dua bulan sebelum kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Korea untuk KTT APEC pada akhir Oktober. 

Kunjungan Xi ini bakal jadi yang pertama ke Korea dalam 11 tahun terakhir.

Banyak pelaku industri yang menilai momen ini sebagai sinyal bahwa Beijing mungkin sedang mempertimbangkan untuk melonggarkan pembatasan terhadap Hallyu.

China sebelumnya menjatuhkan larangan tidak resmi terhadap konten budaya Korea sejak 2016 sebagai bentuk balasan atas keputusan Korea Selatan memasang sistem pertahanan rudal THAAD yang dipimpin Amerika Serikat. 

Sejak itu, grup K-pop tidak lagi bisa menggelar konser di China. 

Namun, beberapa aktivitas seperti fan meeting dan pop-up store kadang masih diperbolehkan.

Baru-baru ini, BLACKPINK meluncurkan tur pop-up berskala besar di China, dimulai dari Shanghai pada 2 Agustus, lalu dilanjutkan ke kota besar lain seperti Shenzhen, Wuhan, Chengdu pada 3 Agustus, dan Beijing pada 5 Agustus.

Acara ini sukses menarik kerumunan fans di berbagai mal, tapi tetap saja tidak ada izin konser.

Namun, pengamat industri tetap mengingatkan agar tidak buru-buru menyimpulkan bahwa larangan sudah benar-benar dicabut.

Sebagai contoh, boy band EPEX sempat mengumumkan konser di Fuzhou, kota yang sama dengan lokasi konser Kep1er, tapi dibatalkan tiga minggu sebelum hari-H. 

Hal serupa juga dialami oleh band indie Korea, Say Sue Me, yang harus membatalkan konser yang sudah direncanakan di Beijing pada Juli tahun lalu.

"Pelaku industri mulai punya harapan, apalagi dengan rencana kunjungan Xi akhir tahun ini, bahwa pembatasan ini mungkin akhirnya akan dicabut," ujar seorang eksekutif dari agensi K-pop besar.

"Tapi pasar China itu unpredictable banget. Kalaupun pintu dibuka, isu politik bisa menutupnya kapan saja," pungkas sumber itu. 

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan