Kontroversi film remake Snow White: Gal Gadot dukung Israel, Rachel Zegler pro-Palestina
Sikap berlawanan kedua aktris ini membuat film Snow White tak hanya jadi perbincangan di dunia hiburan, tetapi juga memicu perdebatan politik di media sosial.
Aktris pemeran Snow White, Rachel Zegler (kiri) dan aktris pemeran Evil Queen, Gal Gadot (kanan) menghadiri pemutaran perdana film remake live-action Snow White produksi Disney, di Los Angeles, California, A.S. pada 15 Maret 2025. (Foto: REUTERS/Mario Anzuoni)
Remake live-action Disney dari film animasi klasik biasanya sudah dijamin akan mendatangkan banyak penonton. Namun, film terbaru Disney yang mengangkat karakter paling klasik, Snow White, kini justru tak terdengar ingar bingarnya, tenggelam dalam kontroversi kedua aktris utamanya, Gal Gadot dan Rachel Zegler, yang berbeda pendapat soal perang Israel-Palestina.
Pemutaran perdana di Hollywood pada Sabtu (15/3) berlangsung tanpa kemeriahan. Menurut laporan Variety, sesi karpet merah bahkan tidak dipenuhi oleh awak media, yang biasanya berkesempatan mewawancarai para pemerannya.
Sementara, BBC menyinggung pemutaran perdana film ini di Eropa yang bertempat di sebuah kastil di Spanyol Utara pada Rabu (12/3), bukan di lokasi yang lebih sering digunakan dan terkenal seperti di Leicester Square, London.
Pada pemutaran perdana di Hollywood, Disney tampaknya sangat berhati-hati dengan tidak menghadirkan dua bintang utamanya, Rachel Zegler dan Gal Gadot, untuk sesi wawancara dengan media.
ZEGLER VS GADOT DALAM KONFLIK ISRAEL-PALESTINA
Perbedaan sikap politik dua bintang utama film ini diduga menjadi alasan pemutaran perdananya tidak meriah.
Zegler diketahui secara terbuka mendukung Palestina dengan mengakhiri beberapa unggahan media sosialnya dengan tagar "Free Palestine".
Sebaliknya, Gal Gadot—yang memerankan Evil Queen—justru menyuarakan dukungannya terhadap Israel, negara asalnya.
Sikap berlawanan kedua aktris ini membuat film Snow White tak hanya jadi perbincangan di dunia hiburan, tetapi juga memicu perdebatan politik di media sosial.
KONTROVERSI CASTING RACHEL ZEGLER
Sorotan negatif terhadap film ini sebenarnya sudah muncul sejak 2021, ketika Rachel Zegler, yang berdarah Kolombia-Polandia, diumumkan sebagai pemeran Snow White—tokoh dalam dongeng Jerman yang digambarkan sebagai "yang berkulit paling putih di antara semuanya".
Keputusan ini memicu reaksi keras, terutama dari kelompok konservatif yang menuding Disney terlalu "woke" dengan keputusan menggandeng Zegler sebagai Snow White.
Zegler sendiri sempat menanggapi kritik tersebut melalui cuitan (yang kini telah dihapus), "Ya, aku adalah Snow White, dan tidak, aku tidak akan memutihkan kulitku demi peran ini."
Namun, ketidakpuasan semakin meluas di kalangan penggemar Disney setelah Zegler berulang kali mengkritik film Snow White and the Seven Dwarfs (1937), animasi panjang pertama yang dibuat oleh Walt Disney.
Zegler bahkan sempat menyebut film klasik itu "aneh" karena Snow White jatuh cinta dengan seorang pria yang "secara harfiah menguntitnya".
Ia menegaskan bahwa versi terbarunya tidak akan menyajikan kisah "perempuan yang diselamatkan oleh pangeran dan mendambakan cinta sejati".
Pernyataan ini langsung mendapat kritik dari para penggemar Disney yang justru menginginkan kisah klasik tersebut tetap dipertahankan.
Zegler memang dikenal vokal, bahkan di luar proyek filmnya.
Ia pernah mengeluhkan tidak diundang ke Oscar 2022, meski membintangi film West Side Story yang masuk nominasi Best Picture. Setelah mendapat undangan mendadak, sikapnya tetap menuai beragam reaksi, dari dukungan hingga cibiran.
Jurnalis dari Slate, Nadira Goffe, menulis dalam kolomnya di 2023 bahwa "Zegler bukanlah selebritas yang paling berhati-hati dalam berbicara di media atau internet. Sikapnya yang spontan itu mungkin menggemaskan bagi sebagian orang, tetapi juga bisa terdengar sombong dan menjengkelkan bagi yang lain."
TUJUH KURCACI DIPERANKAN CGI
Tak hanya soal pemeran dan isu politik, film ini juga menjadi sorotan karena penghilangan unsur klasik: Seven Dwarfs. Bahkan, judulnya kini hanya Disney's Snow White, tanpa menyebut "Seven Dwarfs".
Peter Dinklage, aktor Game of Thrones yang paling terkenal dengan dwarfisme, mengecam Disney atas keputusan untuk tetap membuat remake dari kisah yang ia sebut sebagai "dongeng kuno yang ketinggalan zaman tentang tujuh kurcaci yang tinggal di dalam gua".
Dalam wawancara tahun 2022, Dinklage menyebut Disney munafik karena di satu sisi mengklaim progresif dengan memilih aktris Latina sebagai Snow White, tetapi di sisi lain tetap mempertahankan cerita yang menurutnya stereotipikal.
Disney merespons dengan mengatakan bahwa mereka mengambil pendekatan berbeda agar tak memperkuat stereotip dari film animasi asli.
Dalam versi terbaru ini, Seven Dwarfs tidak lagi diperankan oleh aktor manusia, melainkan diubah menjadi makhluk ajaib berbentuk mirip gnome yang dibuat menggunakan efek visual komputer (CGI).
Keputusan ini justru memicu protes baru. Beberapa aktor dengan dwarfisme menyalahkan Dinklage karena komentarnya dianggap membuat peran bagi mereka semakin langka.
"Tidak banyak peran untuk aktor bertubuh kecil di Hollywood, dan komentar Dinklage justru menghilangkan kesempatan kami," kata Dylan Mark Postl, seorang pegulat profesional yang juga aktor, dalam wawancaranya dengan The Guardian.
Dengan segala perdebatan yang menyelimuti proyek ini—dari casting, perubahan cerita, perbedaan sikap politik para pemainnya, hingga hilangnya Seven Dwarfs—Snow White menjadi salah satu remake live-action Disney yang paling kontroversial.
Proses produksi film ini juga sempat terhambat oleh pandemi dan aksi mogok Hollywood, yang berujung pada kebutuhan syuting ulang secara besar-besaran.
Menurut Forbes, anggaran produksinya pun membengkak hingga lebih dari 200 juta dolar AS (sekitar Rp3,1 triliun).
Namun, Disney tetap berharap bahwa segala pemberitaan, baik positif maupun negatif, dapat berujung pada kesuksesan box office ketika Snow White dirilis di bioskop pekan depan.
Rachel Zegler sendiri tampak tetap optimis. Dalam wawancaranya dengan Vogue Mexico, ia berkata:
"Aku melihat respons orang-orang terhadap film ini sebagai bentuk kecintaan mereka terhadapnya. Betapa luar biasanya menjadi bagian dari sesuatu yang begitu dicintai oleh banyak orang."
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.