Kondisi Vidi Aldiano saat digugat hak cipta dan Nuansa Bening hilang dari Spotify
Vidi harus bolak-balik Jakarta–Penang untuk mengobati kanker ginjalnya, yang menurut hasil rekam medis terakhir ternyata tak sesuai harapan.
Penyanyi Vidi Aldiano dalam sebuah penampilannya di atas panggung, seperti yang ia bagikan di media sosial. (Foto: Instagram/@vidialdiano)
Penyanyi Vidi Aldiano tengah menghadapi ujian berat dalam hidupnya. Di tengah perjuangannya melawan kanker ginjal yang makin agresif, ia kini juga digugat atas dugaan pelanggaran hak cipta lagu Nuansa Bening yang dibawakan dalam berbagai penampilannya sejak 2008.
Dalam keterangannya di Instagram pada Kamis (12/6/2025), Vidi mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan medis terbaru menunjukkan perkembangan sel kanker yang signifikan dibandingkan akhir tahun lalu.
"Saat aku melakukan scan badan Desember, aku posisi masih oke karena kondisinya win some, lose some, jadi very good," ungkapnya.
Namun, pemeriksaan ulang pasca Lebaran pada April 2025 mengubah segalanya.
"Dan hasil April itu lumayan bikin aku tidak bisa berfungsi beberapa waktu. Karena hasilnya tidak sesuai dengan harapan kali ya, tidak sesuai dengan ekspektasi aku gitu," lanjut Vidi.
Dokter menyarankan agar Vidi segera beralih ke obat baru yang sayangnya belum tersedia di Indonesia. Hal ini membuat pelantun Nuansa Bening itu harus rutin berpergian antara Jakarta dan Penang, Malaysia, untuk menjalani pengobatan.
"Obatnya unfortunately belum sampai di Indonesia. Jadi harus treatment di Penang," jelasnya.
Meski jalannya tak mudah, Vidi tetap menyimpan semangat dan keyakinan. "Karena ternyata perjalanan ini, over the time, belum menjadi makin mudah tapi it’s okay. Aku rasa aku selalu percaya Tuhan kasih aku cobaan itu pasti sesuatu yang aku bisa lewati begitu, insyaAllah," ucap Vidi penuh harap.
Sayangnya, kondisi kesehatannya yang tengah diuji ini diperburuk dengan gugatan hukum dari dua pencipta lagu Nuansa Bening, Keenan Nasution dan Rudi Pekerti.
Mereka menuding Vidi telah menampilkan lagu itu secara komersial tanpa izin dalam lebih dari 300 pertunjukan, dan menuntut ganti rugi sebesar Rp24,5 miliar melalui Pengadilan Niaga Jakarta Pusat (Perkara Nomor 51/Pdt.Sus-HKI/Cipta/2025/PN Niaga Jkt.Pst).
Yakup Hasibuan, kuasa hukum sekaligus salah satu dari 15 pengacara yang mendampingi Vidi, menyebut tuntutan itu cukup mengejutkan bagi Vidi dan keluarganya. "Buat Vidi cukup kaget lah. Teman-teman pun kaget, keluarganya juga kaget," ujarnya, dikutip dari Kompas.
"Mungkin nanti dari pihak Vidi sendiri yang bisa menceritakan lebih lanjut. Dia sudah menjalani ini belasan tahun dengan baik, tiba-tiba muncul hal seperti ini," tambahnya.
NUANSA BENING TIDAK DIHAPUS
Terkait menghilangnya versi Vidi dari lagu Nuansa Bening di Spotify, Yakup meluruskan bahwa lagu tersebut tidak dihapus secara permanen, melainkan ditarik sementara sebagai bentuk penghormatan terhadap proses hukum yang tengah berlangsung.
"Jadi Vidi bukan menghapus. Vidi menghormati karena proses ini sedang berjalan. Daripada muncul klaim lebih lanjut yang tidak sesuai, lebih baik dicabut dulu. Vidi menghormati, kami juga sama-sama menghormati. Itu sebenarnya alasannya," ujar Yakup.
Ia juga menambahkan bahwa kliennya sempat kecewa karena selama ini menjalin hubungan baik dengan Keenan dan Rudi. "Beliau juga menyampaikan ya cukup kaget. Selama ini hubungan baik, selama ini dekat, tapi tiba-tiba ada hal seperti ini,” imbuh Yakup, seperti diberitakan Detik.
Saat ditanya soal kemungkinan damai melalui jalur restorative justice, Yakup menyatakan pihaknya fokus pada pembuktian di pengadilan.
"Kami melihat enggak ke situ (restorative justice), sebenarnya ini ada dasar hukum apa tidak pihak penggugat mengajukan ini. Setelah kami pelajari memang tidak berdasar," tegasnya.
Di tengah situasi rumit ini, Vidi tetap memilih untuk tenang. "Menyerahkan semuanya pada proses yang baik dan penuh rasa hormat," tulisnya di Instagram.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.