Komeng kunjungi korban banjir di Padang, tawa anak-anak di pengungsian pecah di tengah bencana
Kehadiran Komeng menciptakan momen hangat di tengah suasana darurat. Tanpa gimmick atau style berlebihan, Komeng memberikan hiburan, bantuan, dan semangat baru bagi para penyintas banjir bandang Sumatera Barat.
Sebagai relawan PMI Pusat, Komeng bergerak langsung di lapangan, bukan sekadar meninjau. (Foto: Instagram/@alfiansyahkomeng70)
Anggota DPD RI sekaligus komedian Alfiansyah Bustami atau Komeng turun langsung ke Padang sebagai relawan PMI untuk menemui para penyintas banjir bandang. Dengan humor khasnya, ia membaur di posko pengungsian dan membantu meringankan beban warga yang sedang menghadapi masa sulit.
Kunjungan Komeng terlihat dalam unggahannya di Instagram yang memperlihatkan dirinya tengah bermain dan bercengkerama dengan anak-anak di posko pengungsian.
Dalam unggahan tersebut, tertulis keterangan: "Di tengah kesedihan mendalam bencana banjir dan tanah longsor yang menimpa Sumatera Barat pada Jumat (28/11), Komeng, komedian ternama sekaligus relawan Palang Merah Indonesia (PMI), tampil sebagai oase keceriaan bagi para pengungsi."
Sebagai relawan PMI Pusat, Komeng bergerak langsung di lapangan, bukan sekadar meninjau. Ia mengenakan rompi merah berlogo PMI saat tiba di Padang, dan kehadirannya memberikan semangat baru bagi warga yang masih berusaha bangkit dari situasi traumatis. Ia terlibat dalam distribusi kebutuhan dasar, termasuk membantu membagikan air bersih kepada warga di posko.
Di banyak kesempatan, Komeng membaur dengan anak-anak dan orang dewasa di pengungsian, membawa humor khasnya yang selama ini dikenal publik. Candaannya mengundang tawa serta membuat suasana muram menjadi lebih ringan. Banyak warga menyambutnya dengan antusias, mulai dari bersalaman, berfoto, hingga ikut bermain bersama.
PMI Sumatera Barat juga membagikan sejumlah video yang menunjukkan rangkaian kegiatan Komeng sebagai relawan. "Pada hari Sabtu 06/12, Komeng beserta rombongan dari PMI Provinsi Sumatera Barat bertoloak ke Kabupaten Agam untuk melakukan kunjungan ke Posko Pengungsian yang berada di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan," tulis PMI Sumbar dalam unggahan pada Minggu (7/12).
"Kedatangan artis ternama sekaligus relawan PMI DKI Jakarta tersebut bertujuan untuk melakukan silaturahmi dan menghibur masyarakat di pengungsian."
"Kehadiran Komeng kala itu, menjadi pengobat rasa sedih masyarakat dan anak anak setempat atas musibah yang melanda wilayah mereka," lanjut pernyataan PMI Sumbar.
"Berbagai aksi dilakukan oleh Komedian Kocak tersebut untuk menghibur warga, sehingga memberikan dampak positif pascaterjadinya bencana galodo yang menghantam wilayah mereka."
Bersama rombongan PMI, Komeng juga mengunjungi lokasi terdampak di Padang, termasuk Tabiang Banda Gadang. Ia sempat menengok dapur umum dan melihat langsung proses pembuatan sambalado oleh para ibu di lokasi pengungsian.
Pada kesempatan lainnya, Komeng mengaku terkejut melihat perubahan drastis di lapangan, mulai dari area permukiman yang terendam lumpur hingga munculnya aliran sungai baru setelah banjir besar.
Rencananya, perjalanan kemanusiaan Komeng tidak berhenti di satu titik saja. Ia dijadwalkan melanjutkan kunjungan ke lokasi pengungsian lain, termasuk di Agam, Padang Pariaman, dan Padang Panjang.
Di tengah aksi solidaritas tersebut, sejumlah figur publik lain juga ikut membantu para korban banjir di Sumatera Barat. Dari Atta Halilintar hingga Eko Patrio telah turun langsung, sementara Raffi Ahmad dan Nagita Slavina mengirimkan bantuan senilai Rp15 miliar untuk wilayah terdampak.
Sementara itu, situasi bencana di Sumatera Barat masih dalam tahap penanganan serius. Pemerintah provinsi memperpanjang masa tanggap darurat selama 14 hari. "Benar, kita perpanjang 14 hari. Sampai 22 Desember mendatang," ujar Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, Senin (8/12), dikutip dari Detik.
Ia menambahkan, "Pencarian masih berlangsung, pendataan korban dan kerusakan juga masih berjalan. Karena itu masa tanggap darurat kita perpanjang agar penanganan bisa dilakukan lebih maksimal."
Per 6 Desember 2025, BNPB mencatat 914 korban meninggal akibat banjir di Sumatera, sementara data CNN Indonesia menyebut 234 orang meninggal, 95 orang hilang, dan 113 mengalami luka per 8 Desember. Lebih dari 24.000 warga mengungsi.
Di antara suasana duka itu, aksi Komeng sebagai relawan menjadi pengingat bahwa dukungan moral dan keceriaan memiliki peran penting dalam membantu para penyintas menjalani masa pemulihan.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.