Kisruh politik dan darurat militer di Korsel, semua acara K-pop diminta ditunda
Film konser Blackpink, Born Pink. (Foto: Instagram/@blackpinkofficial)
SEOUL: Dampak kisruh politik dan pengumuman darurat militer - yang akhirnya dibatalkan - oleh Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol pada Selasa (3/12) berdampak juga terhadap industri K-pop.
Seperti dikutip dari TenAsia, beberapa perusahaan agensi besar seperti HYBE, SM Entertainment, JYP Entertainment, dan YG Entertainment dilaporkan telah menerima permintaan untuk membatalkan semua penampilan artis-artis mereka di hadapan publik.
Tidak disebutkan siapa yang menyampaikan permintaan tersebut. Sumber orang dalam industri K-pop yang dikutip media mengatakan sifat permintaan itu memang cuma usulan, tapi ada tekanan untuk melakukannya.
Selain itu, para artis juga diminta untuk tidak ikut berkomentar terkait kisruh yang terjadi. Media The Financial Express menyebutkan bahwa grup K-pop seperti BTS, BLACKPINK, dan TWICE telah mengatur ulang jadwal konser dan menunda jumpa fans mereka.
Korea Herald melaporkan beberapa jadwal wawancara artis juga terpaksa dimundurkan jadwalnya akibat kisruh politik ini. Salah satunya adalah konferensi pers aktris Seo Hyun-jin untuk mempromosikan serial Netflix "The Trunk" yang rencananya diadakan pada Rabu (4/12) di Seoul.
Penyanyi Lee Seung-hwan juga sempat mengatakan akan membatalkan konsernya yang diadakan pada 4 dan 5 Desember. Namun setelah darurat militer oleh presiden dibatalkan parlemen, Lee mengatakan konsernya akan tetap diadakan sesuai jadwal.
Pembatalan darurat militer setelah terjadi ketegangan selama 6 jam di gedung parlemen juga membuat konferensi pers serial "Squid Game" season 2 tetap dilaksanakan. Pasalnya, pihak Netflix telah mengundang 160 wartawan dari 22 negara untuk konferensi yang akan diadakan di Seoul pada 9 Desember mendatang.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.