Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Kisruh Ahmad Dhani vs Lita Gading: Perundungan anak atau edukasi di media sosial?

Perseteruan berujung laporan polisi ini memicu perdebatan publik: sampai di mana batas antara perlindungan anak dan kebebasan menyampaikan pandangan psikologis di ruang digital?

Kisruh Ahmad Dhani vs Lita Gading: Perundungan anak atau edukasi di media sosial?

Psikolog Lita Gading dan musisi Ahmad Dhani dalam unggahan mereka masing-masing di media sosial. (Foto: Instagram/@lita.gading, @ahmaddhaniofficial)

11 Jul 2025 02:02PM (Diperbarui: 11 Jul 2025 02:57PM)

JAKARTA: Kisruh antara Ahmad Dhani dan psikolog Lita Gading kian memanas setelah sang musisi resmi melaporkan Lita ke polisi atas dugaan perundungan terhadap putrinya, SA, di media sosial. Di sisi lain, Lita bersikukuh bahwa unggahan tersebut adalah bentuk psikoedukasi, bukan serangan personal. 

Polemik ini pun memicu perdebatan publik: sampai di mana batas antara perlindungan anak dan batasan kebebasan menyampaikan pandangan psikologis di ruang digital?

Dhani resmi melaporkan psikolog Lita Gading ke Polda Metro Jaya pada Kamis (10/7), atas dugaan perundungan terhadap anak perempuannya yang masih di bawah umur, SA, di media sosial. Laporan tersebut terdaftar dengan nomor LP/B/4759/VII/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA.

Musisi sekaligus politisi itu menyatakan bahwa konten yang diunggah Lita telah mengeksploitasi anaknya secara psikis dan melanggar hak privasi anak. Ia menuding Lita mengangkat nama dan foto anaknya untuk membahas isu sensitif yang bersumber dari gosip dan fitnah.

"Semuanya ini kan berawal dari gosip dan fitnah kan, tapi kalau ditelusuri kan banyak sumbernya, calon tersangkanya ini kalau ditanya sumber beritanya dari mana, nah dia enggak bisa sebutin tentang keabsahan berita itu, ya si dokter LG ini dia hanya mengambil sumber dari berita gosip dan berita fitnah," kata Ahmad Dhani, dikutip dari Detik. 

Kuasa hukum Dhani, Aldwin Rahadian, menegaskan bahwa pelaporan ini menyangkut pelanggaran terhadap UU Perlindungan Anak dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). 

"Kita melaporkan tadi inisial LG ya karena ini dianggap kita kejahatan yang serius, kejahatan terhadap eksploitasi anak, kekerasan psikis, itu tidak hanya diatur oleh hukum kita, hukum positif kita, tapi ini menjadi konvensi internasional," ujar Aldwin.

Ia menambahkan bahwa seorang anak memiliki hak atas privasi yang tidak boleh dilanggar oleh publikasi di media sosial. 

"Tidak harus fotonya dipajang-pajang, namanya diangkat ke media dan distigmatisasi atas apa? Misalkan perilaku orangtuanya, itu tidak boleh sama sekali," katanya.

Putra sulung Dhani, Al Ghazali, turut hadir mendampingi sang ayah di kantor polisi. Ia juga menyatakan kesiapannya untuk menjadi saksi dalam proses hukum ini. 

"Jadi apabila dibutuhkan ke depan ini beliau sebagai saksi dia siap, karena sebetulnya dia sendiri yang akan melapor, awalnya, dia sangat kesal. Tapi karena pengampunya adalah orang tua, Ahmad Dhani, ya tentu orang tua dia," jelas Aldwin.

Laporan tersebut menjadi kelanjutan dari pengaduan yang sebelumnya telah mereka sampaikan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada Rabu (9/7). 

ISI VIDEO LIGA GADING

Dalam video tersebut, ia membahas SA dan menyampaikan pandangannya sebagai psikolog mengenai hubungan Ahmad Dhani dan mantan istrinya, Maia Estianty.

"Kalau menurut saya seharusnya enggak usah kayak begitu, masa lalu biarlah berlalu. Mau kalian bersihkan seperti apa pun kondisi kalian itu sudah tercatat di seluruh jejak digital," ujar Lita dalam unggahannya.

Ia menilai tindakan Dhani menyerang Maia hanya akan menimbulkan luka bagi SA. "Banyak pertanyaan secara legitimasi, anak yang sudah disahkan dalam arti dibenarkan diri kalian sendiri justru kalian itu menaruh lubang di dalam hati anak kalian sendiri," ucapnya.

Menurut Lita, klarifikasi yang dilakukan Dhani dan Mulan di media sosial hanya memperburuk situasi. 

"Jadi tolong, Ahmad Dhani dan Mulan, setop membuat klarifikasi, satu peluru itu akan membuka luka lama. Kasian, SA, benar, aku kasihan sekali sama dia," katanya lagi.

Ia juga mengkritik posisi mereka sebagai anggota DPR RI yang seharusnya bisa lebih bijak dalam bersikap. "Kalian kan anggota dewan, dua-duanya, jadi menurut saya tolong cara Anda menyayangi anak Anda tidak dengan cara seperti ini," ujarnya.

BULLY ATAU PSIKOEDUKASI?

Sementara itu, Lita Gading menyatakan bahwa kontennya di Instagram hanyalah bentuk edukasi, bukan perundungan. Ia tidak memberikan banyak komentar saat dihubungi media. 

"Maaf, tidak ada klarifikasi apapun sementara ini," tulisnya kepada Kompas, Kamis (10/7).

Namun, ia mengirimkan tiga video yang diunggah di akun Instagram-nya dan menegaskan, "Ini edukasi."

Hal serupa ia ungkapkan kepada Detik, sembari menyatakan tidak takut dengan laporan polisi yang dilayangkan kepada dirinya.

Lita juga membantah bahwa dirinya telah melakukan perundungan. "Tentu kan bisa dilihat videonya. Di mana letak perundungannya? Justru saya menghalau netizen dari perundungan sesungguhnya," jelasnya.

LAYAK DITAHAN?

Namun, bagi Ahmad Dhani, sikap tidak menyesal dari Lita Gading menjadi alasan kuat untuk meminta proses hukum dijalankan secara tegas. 

"Makanya (karena dia) merasa tidak bersalah, ini layak untuk ditahan. Enggak ada (pesan khusus untuk Lita Gading)," ucapnya, Jumat (11/7). 

Ia juga menyebut anaknya semakin mendapatkan tekanan dari publik sejak pernikahan Al Ghazali dengan Alyssa Daguise

"Alhamdulillah teman sekolahnya SA support. Support SA semua. Ya kita (saya dan Mulan Jameela) semakin nempel terus ke (anak)," ungkapnya, dikutip dari Merdeka. 

Mengenai dua saksi yang telah disiapkan, Aldwin dan Dhani menegaskan bahwa salah satunya berinisial M, namun bukan Mulan Jameela. 

"Ada dua (saksi). Satu lagi ada inisial M. Bukan MJ," tegas Aldwin. "Bukan Mulan," tambah Dhani.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan