Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Kim Woo-bin ungkap perjuangan lawan kanker, kini prioritaskan tidur ketimbang olahraga

Bintang utama drama Korea berjudul Genie, Make a Wish itu menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kerja keras dan waktu istirahat.

Kim Woo-bin ungkap perjuangan lawan kanker, kini prioritaskan tidur ketimbang olahraga

Aktor Kim Woo-bin dalam salah satu unggahannya di media sosial. (Foto: Instagram/@____kimwoobin)

23 Oct 2025 04:16PM (Diperbarui: 23 Oct 2025 04:19PM)

Aktor Kim Woo-bin bicara blak-blakan soal kebiasaan hidup yang dulu ia abaikan sebelum didiagnosis mengidap kanker.

Bintang utama drama Korea berjudul Genie, Make a Wish itu baru-baru ini menceritakan proses pemulihan dari kanker nasofaring yang ia derita pada 2017, dan perubahan cara pandangnya terhadap hidup. 
 

Menurut aktor berusia 36 tahun itu, kini kesehatan dan istirahat adalah hal yang paling penting dalam hidupnya.  

"Ada masa ketika dari tiga jam waktu tidur, aku hanya benar-benar istirahat satu jam dan dua jam sisanya aku gunakan untuk berolahraga," katanya di kanal YouTube Fairy Jae-hyung yang dirilis pada pertengahan Oktober lalu.

"Sekarang aku tidur dengan benar karena aku memikirkan kesehatanku. Aku jauh lebih sehat sekarang. Waktu istirahat selama pengobatan memberiku banyak hal baik," ungkapnya, dikutip dari The Korea Times. 

Potongan adegan dalam drama Korea, Genie, Make a Wish, menampilkan akting Suzy dan Kim Woo-bin. (Foto: Dok. Netflix)

KANKER NASOFARING

Kanker nasofaring terbentuk di bagian atas tenggorokan di belakang hidung, area yang menghubungkan rongga hidung dengan telinga dan langit-langit mulut. Penyebabnya bisa berasal dari faktor genetik, infeksi virus, atau peradangan hidung kronis.

Gejala awalnya bisa berupa benjolan di sekitar leher, mimisan, atau lendir bercampur darah. Rasa penuh di telinga atau gangguan pendengaran setelah infeksi telinga yang tak kunjung sembuh juga dapat menjadi tanda peringatan.

Karena letaknya dekat dengan otak, kanker yang tidak ditangani dapat berkembang dan menyebabkan kelumpuhan saraf kranial.

Operasi di area ini cukup sulit, namun terapi radiasi umumnya efektif. Kanker pada tahap awal biasanya diobati dengan radiasi saja, sementara kasus yang lebih lanjut membutuhkan kombinasi radiasi dan kemoterapi.

TIDUR YANG CUKUP

Seperti banyak jenis kanker lainnya, deteksi dini dan kebiasaan hidup sehat sehari-hari menjadi kunci utama.

Jika gejala seperti hidung tersumbat di satu sisi atau tekanan di telinga terus berlanjut, para ahli menyarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Menjaga kebersihan serta mengonsumsi buah dan sayuran segar juga dapat membantu menurunkan risiko kanker.

Tidur memiliki peran penting dalam menjaga sistem imun tubuh. Kurang tidur kronis dapat mengacaukan keseimbangan hormon, meningkatkan kadar kortisol yang memicu stres, dan melemahkan sistem kekebalan. Kondisi ini dapat membuat tubuh lebih sulit melawan sel-sel kanker.

Orang dewasa disarankan untuk tidur antara tujuh hingga sembilan jam setiap malam.

Banyak orang keliru mengira tubuh mereka bisa beradaptasi dengan waktu tidur singkat tanpa efek negatif, padahal seiring waktu dampaknya akan menumpuk, dan meningkatkan risiko peradangan, penyakit jantung, bahkan kanker.

Pakar kesehatan menyarankan agar jangan melakukan "tidur balas dendam" di akhir pekan, karena justru dapat mengacaukan ritme sirkadian alih-alih memulihkan energi.

Kisah Kim Woo-bin menjadi pengingat bahwa bahkan tubuh paling bugar pun membutuhkan waktu untuk pulih, dan bahwa kesehatan sejati sering kali dimulai dari hal sederhana, seperti tidur malam yang cukup.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan