Skip to main content
Iklan

Lifestyle

'Maestro novel misteri' Keigo Higashino wafat akibat kanker usus

Pemakaman penulis novel Keajaiban Toko Kelontong Namiya dan Angsa dan Kelelawar ini digelar secara tertutup.

'Maestro novel misteri' Keigo Higashino wafat akibat kanker usus

Penulis novel misteri Jepang, Keigo Higashino, wafat pada Juli 2026. (Foto: Instagram/@keigohigashino.fansclub)

Penulis Jepang Keigo Higashino, yang dikenal lewat deretan novel misteri dengan alur rumit dan penuh kejutan, meninggal dunia di usia 68 tahun. Kabar duka tersebut diumumkan melalui akun X resminya pada Senin (27/7).

Higashino meninggal dunia akibat kanker kolorektal pada Kamis (23/7) dini hari, demikian pernyataan yang diunggah di akun tersebut.

"Dengan hormat kami menyampaikan belasungkawa sekaligus menginformasikan kabar ini," bunyi pernyataan tersebut, dikutip dari Japan Times.

Prosesi pemakaman penulis yang dijuluki raja novel misteri ini digelar secara tertutup.

Sepanjang hidupnya, Higashino menulis 106 buku. Salah satu novelnya yang paling terkenal yang sudah diterjemahkan ke Bahasa Inggris adalah The Devotion of Suspect X, atau yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berjudul Kesetiaan Mr. X.  

Novel ini mengisahkan seorang guru matematika SMA jenius yang merancang apa yang diyakininya sebagai kejahatan sempurna, hingga rencananya diuji oleh sahabatnya yang sama-sama brilian dan berprofesi sebagai fisikawan.

Lewat novel tersebut, Higashino meraih penghargaan bergengsi Naoki Prize pada 2006. Ia juga memenangkan Honkaku Mystery Awards, di antara banyak penghargaan dan nominasi yang diterimanya sepanjang karier.

Selain Kesetiaan Mr. X, setidaknya lebih dari 10 novel Keigo Higashino sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, antara lain, Keajaiban Toko Kelontong Namiya, Angsa dan Kelelawar, Catatan Pembunuhan sang Novelis (Malice), Tragedi Pedang Keadilan, Rumus Kebenaran Musim Panas, Naoko, Masquerade Hotel, Black Showman dan Pembunuhan di Kota Tak Bernama, serta Pembunuhan di Nihonbashi.

Penulis Jepang Keigo Higashino saat berusia muda. (Foto: Threads/@andrealie)

Lahir pada 1958, pria asal Osaka itu mulai mencintai kisah misteri sejak masih kecil dan terus menulis sepanjang hidupnya.

Pada awal karier profesionalnya, Higashino bekerja sebagai insinyur di perusahaan komponen otomotif Denso. Meski begitu, ia tetap menulis di waktu luangnya.

Pada 1985, saat berusia 27 tahun, ia mengirimkan novel yang saat itu belum diterbitkan, After School, ke ajang Edogawa Rampo Prize dan berhasil keluar sebagai pemenang. Novel tersebut kemudian diterbitkan pada tahun yang sama sebagai karya debutnya.

Pada 2014, ia menerima Yoshikawa Eiji Literature Prize berkat novel The Final Curtain. Sejumlah karya paling populernya diadaptasi menjadi film maupun serial televisi.

Higashino juga menjabat sebagai presiden Mystery Writers of Japan dari 2009 hingga 2013. Meski demikian, ia dikenal jarang tampil di hadapan publik dan lebih memilih membiarkan karya-karyanya berbicara.

"Sebagian penulis ingin membuat pembacanya terharu, sebagian lagi ingin menulis kalimat-kalimat yang indah. Aku ingin para pembaca terus dikejutkan oleh ide-ideku," ujar Higashino dalam wawancara langka dengan The Wall Street Journal pada 2011.

Pada 2023, jumlah penjualan bukunya di Jepang telah melampaui 100 juta eksemplar, menurut penerbitnya.

Novel terbarunya, Eternal Memory, dijadwalkan terbit bulan depan di Jepang. 

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps(ar)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan