Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Katy Perry diperiksa polisi atas tuduhan pelecehan seksual

Bintang serial Orange Is The New Black membongkar kronologi pelecehan seksual yang diduga dilakukan Perry tahun 2010 di sebuah klub malam. 

Katy Perry diperiksa polisi atas tuduhan pelecehan seksual

Katy Perry dalam salah unggahannya di media sosial. (Foto: Instagram/@katyperry)

Penyanyi pop Katy Perry kini tengah menghadapi investigasi kepolisian terkait tuduhan bahwa dirinya melakukan pelecehan seksual terhadap aktris asal Australia, Ruby Rose.

Bintang serial Orange Is The New Black berusia 40 tahun itu mempublikasikan tuduhannya terhadap penyanyi pop Amerika Serikat berusia 41 tahun itu melalui rangkaian unggahan di Threads pada hari Minggu (12/3). 

Ia menuduh bahwa pelecehan seksual itu terjadi di sebuah klub malam di Melbourne saat dirinya masih berusia 20-an tahun.

Perry sendiri menyebut tuduhan tersebut sebagai "sama sekali tidak benar".

Kepolisian Victoria di Australia telah mengonfirmasi bahwa mereka telah membuka penyelidikan. Menurut surat kabar Herald Sun, Tim Investigasi Pelanggaran Seksual dan Pelecehan Anak (SOCIT) Melbourne "sedang menyelidiki dugaan pelecehan seksual di masa lalu yang terjadi di Melbourne pada 2010."

"Polisi mendapat laporan bahwa insiden tersebut terjadi di sebuah tempat berizin di kawasan CBD (central business district) Melbourne. Karena penyelidikan masih berlangsung, tidak tepat bagi kami untuk memberikan komentar lebih lanjut pada tahap ini," bunyi pernyataan polisi.

Rose, yang bernama lengkap Ruby Rose Langenheim, mengklaim bahwa butuh waktu "hampir dua dekade" baginya untuk bicara secara publik mengenai insiden yang dituduhkan tersebut, dengan menulis: "Katy Perry melakukan pelecehan seksual kepadaku aku di klub malam Spice Market di Melbourne. Siapa peduli dengan apa yang ia pikirkan."

Rose menambahkan, "Meski aku sangat bersyukur bisa bertahan cukup lama untuk akhirnya memberanikan diri bersuara, ini menunjukkan betapa besar dampak trauma dan pelecehan seksual. Terima kasih sudah mempercayaiku."

Dalam sebuah pernyataan kepada kolom Page Six di New York Post, perwakilan Perry menegaskan, "Tuduhan yang beredar di media sosial oleh Ruby Rose tentang Katy Perry bukan hanya sama sekai tidak benar, tetapi juga merupakan kebohongan berbahaya dan sembrono."

Mereka menambahkan, "Rose dikenal kerap melemparkan tuduhan serius di media sosial terhadap berbagai tokoh publik, yang berulang kali dibantah oleh pihak-pihak yang tersebut."

Rose memberikan detail lebih lanjut mengenai insiden yang dituduhkan tersebut dalam unggahan tambahan di Threads.

"[Katy] tidak mencium aku. Ia melihatku 'berbaring' di pangkuan sahabatku untuk menghindarinya, lalu dia membungkuk, menarik celana dalamnya ke samping dan menggesekkan vaginanya yang menjijikkan ke wajah aku sampai mata aku terbuka dan aku langsung muntah ke arahnya.

"Setelahnya, aku muntah ke arahnya. Aku sempat menceritakan kejadian ini ke publik, tapi aku mengubahnya menjadi 'cerita mabuk yang lucu' karena aku tak tahu bagaimana cara menghadapinya.

"Setelah itu, ia setuju membantuku mendapatkan visa AS. Jadi, aku menyimpannya sebagai rahasia. Tapi aku MEMANG sudah memberi tahu kalian bahwa ia bukan orang yang baik," tulisnya.

Dalam unggahan selanjutnya, Rose menegaskan bahwa ia berencana untuk melaporkan pengalamannya tersebut. "Sepertinya kasus ini memang sudah terlampau lama, tapi justru itu alasan untuk tetap mencoba [melaporkannya]," tulisnya.

"Aku punya daftar panjang, dan ini mungkin akan lebih menguras [mentalku] daripada yang aku bayangkan, tapi aku akan kabarkan bagaimana prosesnya kepada kalian di sini, ketika aku siap," tulisnya di Threads.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps(ar)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan